Categories
News Serial TV

7 Serial TV Paling Berpengaruh Selama 10 Tahun Terakhir

Selama satu dekade terakhir, industri pertelevisian semakin berkembang, hingga menyentuh layanan streaming. TV mengalami pertumbuhan dengan tren baru, teknologi baru, serta mampu menyaingi popularitas film. Dilansir dari TV Guide, ada 7 serial TV paling berpengaruh di Amerika yang mampu mengubah arah pertelevisian selama 10 tahun terakhir.

1. American Horror Story (2011 – Sekarang)

Ryan Murphy memiliki berbagai ide untuk serial TV yang ikonik setiap tahunnya. Beberapa tahun terakhir, Murphy menghasilkan salah satu serial horor terpopuler, setidaknya di Amerika. American Horror Story bangkit kembali setelah pernah merajai pertelevisian Amerikan pada 1950-an dan 1960-an dengan seri terbaru dan modern.

Hasilnya, serial TV ini langsung menjadi hit dengan perkembangan cerita yang menarik pada setiap musimnya dengan menggunakan perpaduan nama besar aktor papan atas Amerika dan pendatang baru. Akibatnya, Murphy mengerjakan berbagai proyek horor dan thriller lainnya, seperti Feud untuk FX, serta Fargo, The Haunting of Hill House, True Detective, dan American Crime.

2. Making a Murderer (2015 – Sekarang)

Pada tahun 2015, Netflix langsung mengambil alih serial bergenre ‘detektif/crime’ ini dan menjadi salah satu yang enak untuk ‘binge-watching’. Kesuksesannya mengejutkan. Cerita yang solid pada setiap episode dan pemecahan kasus menarik minat penonton. Making a Murderer menjadi pertunjukan Netflix pertama yang merangkul penonton dari berbagai kelompok umur.

Kesuksesan serial ini membuatnya disebut sebagai ‘serial paling signifikan dari Netflix’ pada tahun 2016 oleh Forbes. Hasil rembukan dari Laura Ricciardi dan Moira Demos ini menceritakan tentang kisah mengerikan Steven Avery dan keponakannya Brendan Dassey yang dituduh memperkosa dan membunuh seorang gadis.

3. Game of Thrones (2011 – 2019)

Saat ini, siapa yang tak kenal Game of Thrones? Namun ketika dalam pengembangan pada akhir tahun 2000-an, fans novel George R. Martin ini menyebutkan bahwa GoT tak bisa diadaptasi ke dalam bentuk film/serial TV. Itu karena pertempuran epik, makhluk-makhluk aneh, hingga besarnya ruang lingkup Westeros. Tapi HBO menyelesaikan semua masalah dengan jawaban sederhana: uang.

BACA JUGA  The Magic Order, Serial Komik Pertama Netflix

Musim terakhir diproduksi dengan budget lebih dari $90 juta atau $15 juta per episode (sekitar Rp210 juta). Meskipun pertaruhan yang mahal, namun GoT mampu melunasinya dengan memperoleh banyak penghargaan dan menjadi salah satu tontonan legendaris. Kesuksesan ini membuat pihak televisi tak segan-segan menggelontorkan dana untuk produksi sebuah serial TV, seperti Lord of the Rings yang akan dikeluarkan Amazon tahun depan.

4. House of Cards (2013)

Sebelumnya, tak ada yang melirik Netflix sebagai layanan streaming yang mendunia. Awalnya hanya menjadi tempat untuk menonton film-film terbaru. Lalu Netflix membawa House of Cards sebagai serial orisinil asli pertamanya. Kekuatan bintang Kevin Space (sebelum terkena skandal pelecehan seksual) dan David Fincher langsung melejitkan popularitas Netflix.

Setelah itu, mulai banyak seri orisinil, seperti Black Mirror, Stranger Things, serta yang terbaru The Umbrella Academy. Posisi Netflix langsung berubah sebagai salah satu layanan streaming terpopuler di seluruh dunia. Sehingga menjadi pondasi untuk perusahaan lain menghasilkan layanan streaming-nya sendiri, seperti Amazon, Hulu, Apple TV+, dan Disney+.

5. Arrow (2012 – Sekarang)

Meskipun banyak yang menyebutkan lahirnya kisah superhero di The CW berawal dari Smallville, baru pada 2012 ketika Stephen Amell memerankan Arrow, era modern pertunjukan superhero masuk ke ranah pertelevisian.

serial TV paling berpengaruh Arrow
via Nerdist

Keberhasilan Arrow langsung memboyong 4 juta penonton pada pemutaran perdananya. Setelah itu, The Flash begabung tahun 2014, The Legends of Tomorrow dan kepindahan Supergirl ke The CW pada 2016, serta Black Lightning pada 2018. Bahkan, penggemar DC akhirnya mendapatkan crossover (yang bisa dibilang lebih menarik dari Justice League (2017)) terbaiknya dalam Arrowverse yang tahun ini bertema Crisis of Infinite Earths.

BACA JUGA  Film sang Adik Sherlock Holmes, Siapa Sebenarnya Enola Holmes?

6. Girls (2012 – 2017)

Suka atau tidak, Girls yang diciptakan oleh Lena Dunham merupakan representasi generasi milenial saat ini. Berusia 25 tahun ketika musim pertama, Dunham yang menciptakan, membintangi, sekaligus menulis naskah memberikan penggambaran tentang wanita muda, setidaknya di Amerika, dalam perjalanannya di masyarakat setelah lulus dari sekolah/wisuda.

Mulai dari penayangan perdananya, Girls langsung menghadirkan kontroversi tentang kehidupan generasi muda, khususnya wanita di Amerika. Girls membantu menciptakan pertunjukan yang berdasarkan pada perjuangan perempuan dan menggunakan berbagai representasi perempuan di era modern pertelevisian. Tak heran, banyak yang menyebutkan Girls adalah salah satu serial TV paling berpengaruh dan berani.

7. The Walking Dead (2010 – Sekarang)

Paruh pertama dekade ini sepenuhnya dimiliki oleh The Walking Dead. Serial TV terbesar di dunia dengan jumlah penonton di musim pertama, dan meningkat menjadi 17 juta penonton untuk pemutaran musim kelima. Rekor ini menjadikannya sebagai episode paling banyak ditonton dalam sejarah TV kabel.

serial TV paling berpengaruh The Walking Dead
via AMC

Anehnya, dampak Walking Dead dalam sejarah pertelevisian tak sebesar serial lain dalam daftar ini. Namun serial ini menjadi ‘perusahaan’ dan waralaba tersendiri untuk AMC, tempatnya bernaung. AMC mulai memperkenalkan motion comic, webisodes, hingga spin-off seperti Talking Dead, Fear the Walking Dead, dan tiga film Walking Dead yang sedang dikembangkan AMC Original Films.

By Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Leave a Reply