Rekap Game of Thrones Season 8 Episode 3: Battle of Winterfell

Harusnya bisa jadi klimaks memuaskan pertempuan manusia vs Wahite Walker

review battle of winterfell

Episode 3 Game of Thrones season 8 yang berjudul Battle of Winterfell digadang-gadang akan menghadirkan pertempuran paling lama dan epik di sejarah TV dan sinema. Namun, apakah benar begitu? Spoilers ahead!

Battle of Winterfell tidak diragukan lagi berdurasi lebih lama dari pertempuran yang pernah ada dalam film maupun TV, yaitu selama satu jam dua puluh menit. Episode ini juga sangat epik, kolosal, serta emosional. Hanya saja, ada beberapa hal yang membuat episode ini gagal menjadi klimaks sempurna dari pertempuran “the living vs the dead” di westeros.

Berikut adalah beberapa hal yang mengecewakan dan juga beberapa momen terbaik di Battle of Winterfell.

Episode yang gelap, literally

theon grey joy mati
Via HBO

Di menit-menit awal, episode 3 season 8 ini sangat menjanjikan. Intens, epik, dan mengerikan. Membuatmu yakin kalau Battle of Winterfell mampu menyaingi pertempuran-pertempuran kolosal di Lord of the Rings. Namun tiba-tiba ada kejanggalan yang mulai terasa. Kita nyaris tidak bisa membedakan mana manusia mana zombie atau siapa melawan siapa karena minimnya pencahayaan.

Ya, episode ini terlalu gelap, secara harfiah. Saking gelapnya, pixel pun terlihat dalam banyak adegan hingga muncul plesetan “the night is dark and full of pixel” di internet.

Sebenarnya keputusan menggunakan pencahayaan yang minim bisa dimaklumi karena Battle of Winterfell pasti menggunakan special effect yang sangat banyak sehingga pencahayaan gelap ini bisa menutupi kekurangannya sekaligus menghemat biaya.

Hanya saja, kegelapan yang panjang hampir selama satu setengah jam ini bisa dibilang berlebihan hingga mengurangi pengalaman menonton.

Pengguna pedang Valyrian Steel vs White Walkers

pembahasan battle of winterfell
Via HBO

Salah satu yang paling saya tunggu di pertempuran manusia melawan White Walker adalah pertarungan antara pengguna pedang Valyrian steel melawan Knight King dan jenderalnya. Sayangnya, Battle of Winterfell yang mungkin menjadi episode terakhir kemunculan White Walker tidak menampilkan pertarungan ini, selain adegan Arya di akhir.

Padahal, sejak season 1 kita sudah dibuat penasaran dengan pedang Valyrian steel yang sangat tajam dan langka. Ditambah lagi di episode Hardhome, kita tahu kalau pedang ini memiliki fungsi lain selain menjadi pedang prestisius, yaitu mampu menahan serangan dan membunuh White Walker.

Ketika pedang ini dimiliki oleh para pendekar pedang hebat seperti Jon, Jaime, Brianne, Arya, hingga Jorah, sebuah wacana pun muncul, yaitu bahwa para ahli pedang ini telah ditakdirkan untuk berhadapan dengan para White Walker di perang besar nantinya.

Tapi kenyataannya, tidak ada satu pun pemilik pedang Valyrian steel yang berhadapan dengan White Walker selain Arya. Sepanjang film, Jon, Jaime, atau Jorah hanya disibukkan membunuh mayat hidup, pion dari para White Walker.

Dengan berakhirnya pertarungan melawan White Walker di Battle of Winterfell, otomatis pedang Valyrian steel tidak lagi istimewa dan hampir sama dengan pedang biasa, kecuali lebih tajam.

Ini adalah hal yang paling mengecewakan bagi saya, tentunya setelah pencahayaan yang sangat minim.

Karakter yang tidak berguna

Selain dua hal di atas, hal lain yang membuat Battle of Winterfell kurang nendang adalah ada beberapa karakter yang tidak terlalu “berguna.” Dan ini terasa dipaksakan agar plot episode 3 season 8 Game of Thrones ini tidak mudah ditebak.

Ghost lagi-lagi tidak mendapatkan durasi tayang yang cukup. Di Battle of Winterfell, sang dire wolf kesayangan kita terlihat tidak terlalu berguna. Ia sempat ikut menyerang bersama Jorah, namun setelah itu menghilang entah kemana.

Bran yang dijadikan umpan Night King juga tidak terlalu berguna. Ia sempat menerawang dengan skill warg-nya untuk mencari posisi Night King, tapi setelah itu kita melihat Bran hanya sibuk warging tanpa tujuan yang jelas, hingga Night King datang menjemput.

pembahasan battle of wintrfell
Via HBO

Daenerys jelas sangat membantu dengan naganya. Namun ketika Night King menggunakan sihirnya dan memanggil badai salju, Dany dan Drogon menjadi kehilangan produktifitas. Mereka menghabiskan waktu hanya untuk terbang meliuk-liuk kebingungan, hingga akhirnya sadar kalau api naga tidak mempan terhadap Night King.

Best moments

Walau punya beberapa hal yang mengecewakan, Battle of Winterfell tetaplah memukau dan penuh adegan yang epik. Nah, agar imbang, berikut beberapa momen terbaik di episode 3 season 8 Game of Thrones:

  • “Dothraki tidak tertandingi di perang terbuka.” Tapi nyatanya ini tidak berlaku ketika menghadapi White Walker. Bagaimana episode ini memperlihatkan kekalahan telak Dothraki hanya lewat api yang perlahan padam sangat keren dan juga menakutkan.
  • Kematian Theon Greyjoy dan Jorah Mormont sangatlah berat namun juga memuaskan. Theon membayar semua kesalahannya pada Bran dan juga Winterfell. Sedangkan Jorah menepati sumpahnya dengan setia berada di samping Ratunya hingga akhir hayat.
  • Setelah cukup lama semenjak kematian Shireen yang traumatis, kita kembali diingatkan kalau apa pun bisa terjadi di Game of Thrones lewat kematian Lyanna Mormont yang cukup sadis untuk seorang anak gadis. Tapi paling tidak Lyanna berhasil menaklukkan raksasa.
  • Semua adegan yang ada Melisandre sangatlah keren. Ia membayar kesalahannya selama ini lewat sihirnya yang memukau. Melisandre membuat sabit dothraki membara, menyelamatkan rencana dengan membakar parit ketika Dany tidak bisa berbuat apa-apa, dan juga Melisandre lah yang membuat Arya memenuhi takdirnya. Not today!
  • Tidak diragukan lagi kalau Arya adalah MVP di episode kali ini. Ia menampilan sisi yang belum pernah kita lihat sejak kembali dari Bravos. Ia sangat lincah dan mematikan dengan tombaknya tapi juga masih manusiawi ketika ketakutan dikejar para mayat hidup. Dan tidak lupa, ia memenuhi ramalan dengan menutup mata biru Night King selamanya dan menyelamatkan Bran dengan belati yang pernah digunakan untuk membunuh Bran.

Nah, itulah rekap episode 3 season 8 Game of Thrones: Battle of Winterfell. Walau tidak sesuai dengan yang diharapkan (paling tidak bagi saya), episode ini masih epik dan keren. Semoga pertempuran terakhir melawan Cersei akan jauh lebih bagus lagi.

Sedang belajar mengedit tulisan di Mariviu.

2 Comments

    1. Haris Reply

      Iya, cuma pertarungan pendekar pedang valyrian steel vs night king dan jendralnya gak ada. Padahal udah nungguin dari lama. Preferensi sendiri sih..

Leave a Reply

%d bloggers like this: