A24 baru saja merilis trailer Primetime, film garapan sutradara dokumenter Lance Oppenheim yang menandai debutnya di ranah film naratif. Robert Pattinson berperan sebagai Chris Hansen, jurnalis Dateline NBC yang jadi sosok kontroversial lewat segmen To Catch a Predator di pertengahan 2000-an. Dan ternyata film ini bukan sekadar fiksi belaka.
Sinopsis Primetime
Primetime berlatar tahun 2006, mengikuti Chris Hansen (Robert Pattinson) yang tengah berusaha membuat sejarah lewat segmen investigasinya di Dateline NBC. Pattinson turut memproduseri film ini bersama Brighton McCloskey. Ini menjadi film terbaru A24 yang terinspirasi dari kisah nyata paska Marty Supreme (2026).
Ceritanya akan mengupas operasi penyamaran yang intens, berisiko tinggi, dan gaya main hakim sendiri untuk menangkap predator online berjudul To Catch a Predator. Filmnya menyelami ambisi Hansen dan mengungkap sisi gelap dari fenomena reality TV serta peristiwa kontroversial terkait kehancuran acara tersebut.
To Catch a Predator tayang sebagai segmen berkala di Dateline NBC sejak 2004 hingga 2007. Di segmen ini, NBC bekerja sama dengan kelompok relawan Perverted-Justice yang anggotanya menyamar sebagai anak di bawah umur di ruang obrolan daring untuk memancing pria dewasa yang mencari kontak seksual dengan anak. Begitu targetnya datang ke rumah umpan, mereka langsung dihadapkan pada Hansen di depan kamera.
Sukses besar segmen ini membuat Hansen jadi salah satu wajah paling dikenal di televisi Amerika saat itu. Namun di balik popularitasnya, metode kerja sama antara jurnalis, kelompok relawan, dan aparat penegak hukum ini menuai kritik tajam dari berbagai kalangan, termasuk sesama jurnalis investigasi.
Selain Pattinson, film ini juga dibintangi Merritt Wever, Skyler Gisondo, Phoebe Bridgers, dan Bokeem Woodbine. Primetime juga sudah dijadwalkan tayang perdana di kompetisi utama Venice International Film Festival 2026, sebelum resmi dirilis di bioskop Amerika Serikat pada 25 September 2026.
Kisah Asli Primetime: Kontroversi Kasus Bill Conradt
Titik paling kelam dari To Catch a Predator terjadi pada November 2006, saat film Primetime ini berlatar. Louis “Bill” Conradt Jr., jaksa penuntut umum berusia 56 tahun di Rockwall County, Texas, diduga terlibat percakapan daring bermuatan seksual dengan seorang relawan Perverted-Justice yang menyamar sebagai anak 13 tahun. Berbeda dari target lain, Conradt tidak pernah datang ke rumah umpan.
Alih-alih menunggunya muncul di depan kamera, polisi bersama kru Dateline justru mendatangi rumah asli Conradt di Terrell, Texas. Mereka bertujuan untuk mengeksekusi surat penangkapan dan penggeledahan. Ketika tim SWAT menerobos masuk, Conradt menembak dirinya sendiri hingga tewas di tengah operasi yang tengah berlangsung.
Kematian Conradt memicu gugatan senilai $105 juta yang diajukan Patricia Conradt, adik korban, terhadap NBC. Dalam gugatannya, Patricia menuding NBC “mendesak” pihak kepolisian untuk menggelar penggerebekan dramatis semata demi nilai hiburan tayangan.
Seorang hakim federal bahkan menyatakan juri bisa saja menyimpulkan tidak ada alasan penegakan hukum yang sah untuk mengirim tim SWAT. Terlebih mereka bersenjata lengkap demi menangkap seorang jaksa tanpa riwayat kekerasan dan tanpa bukti kepemilikan senjata. Operasi ini digelar sebagian besar untuk “mendramatisasi dan meningkatkan nilai hiburan” penangkapannya.
NBC dan keluarga Conradt akhirnya mencapai kesepakatan damai di luar pengadilan pada 2008 dengan detail penyelesaian yang tidak pernah diungkap ke publik. Ironisnya, tak satu pun dari pelaku yang tertangkap dalam operasi pernah benar-benar dituntut secara hukum. Paska gugatan, ditambah investigasi kritis dari program 20/20 milik ABC, To Catch a Predator resmi dihentikan produksinya.
Seberapa Akurat Primetime dengan Kisah Aslinya?
Karena Primetime baru akan tayang pada akhir September 2026. Film ini adalah dramatisasi naratif, bukan dokumenter. Naskahnya ditulis ulang secara fiksi oleh Ajon Singh. Proyeknya sendiri sempat merahasiakan identitas tokoh utamanya selama hampir dua tahun sebelum akhirnya dikonfirmasi sebagai kisah Hansen.
Hansen sendiri belum lama ini masih membela warisan acaranya. Dalam wawancara dengan TIME pada 2015, ia menyebut segmen itu berhasil “mengekspos banyak orang jahat yang mengincar anak-anak,” terlepas dari segala kontroversi yang menyertainya.
Apakah Primetime akan mengambil sudut pandang yang lebih kritis terhadap etika operasi tersebut? Mengingat film ini masuk ke dalam kompetisi utama di Venice International Film Festival dan sering digadang-gadang jadi salah satu film yang paling ditunggu di akhir tahun nanti. Semuanya baru akan terjawab begitu film ini resmi tayang perdana 25 September 2026.