Sepuluh tahun sejak The Wailing, sutradara Na Hong-jin kembali dengan Hope. Film fiksi ilmiah yang menggabungkan alien dengan keserakahan manusia dalam cerita berdurasi 160 menit. Penuh dengan adegan kejar-kejaran yang mengasyikan, tapi ending Hope bikin penonton bertanya-tanya.
Sinopsis Hope
Film ini membawa penonton ke Hope Harbor, sebuah desa terpencil di Korea Selatan yang berbatasan dengan Korea Utara. Bum-seok (Hwang Jung-min) adalah kepala kepolisian di sana yang dikejutkan dengan temuan kematian hewan secara misterius. Bersama rekannya, Sung-ae (Hoyeon), mereka menginvestigasi kejadian ini.
Di sisi lain, Sung-ki (Zo In-sung) adalah seorang pemburu yang ikut mencari siapa makhluk yang melakukan pembunuhan. Bersama teman-teman pemburunya, ia menemukan bahwa ancaman yang mereka hadapi bukan sekadar monster biasa. Konflik semakin besar ketika keberadaan makhluk-makhluk alien terungkap.
Dipenuhi oleh pemeran-pemeran kenamaan Korea, Hong-jin menggandeng aktor Hollywood. Pasangan Michael Fassbender memerankan Ma’veyyo dan istrinya, Alicia Vikander memerankan J’aur. Ada pula Taylor Russell sebagai Ai’dovor, dan Cameron Britton sebagai Va’migere, keempatnya memerankan karakter alien dengan teknologi motion capture.
Penjelasan Ending Hope
Pada awalnya, film ini menghadirkan sebuah kisah whodunnit thriller yang menegangkan. Tapi di pertengahan film, Hong-jin membawa penonton melihat manusia dan alien dari perspektif yang lebih luas. Termasuk mengungkapkan bahwa manusia bisa bertindak lebih ‘bodoh’ dan tamak ketimbang alien.
Pada bagian akhir film, ceritanya mengungkapkan bahwa Yang-bae, seorang warga desa yang bekerja sebagai tukang kayu dan melakukan taksidermi, pernah menembak alien kecil di hutan. Makhluk bernama Kali tersebut disimpan di dalam freezer.

Bum-seok yang menemukan jasad itu menyadari bahwa musuh yang mereka hadapi adalah akibat dari balas dendam. Tapi film ini tak mengonfirmasi bahwa alien yang menyerang desa adalah orang tua Kali. Namun, banyak informasi di sosial media yang memperlihatkan susunan keluarga Kali dan alien lainnya.
Pada akhirnya, Sung-ki dan kelompok pemburu menemukan pesawat alien. Pertemuan mereka berubah menjadi pembantaian dan Sung-ki menjadi satu-satunya yang berhasil melarikan diri. Ia diburu oleh Ma’veyyo hingga terjadi kejar-kejaran besar yang melibatkan Bum-seok dan polisi.
Sung-ki akhirnya berhasil menyerang Ma’veyyo dengan granat. Namun, ketika mereka melarikan diri, Yang-bae tiba-tiba membanting kemudi. Sung-ki terlempar dari mobil dan mengindikasikan bahwa ia telah meninggal.

Setelah kredit akhir bergulir, muncul adegan post credit yang memperlihatkan bahwa Sung-ki masih hidup. Ia berjalan sendirian dalam kondisi terluka parah, kehilangan satu sepatu dan menggunakan senapannya yang rusak sebagai tongkat. Film kemudian kembali menampilkan judul Hope.
Menariknya, bagian akhir di percakapan alien menampilkan Ma’veyyo mencoba menghidupkan kembali Kali. J’aur kemudian mengatakan bahwa apa yang mereka inginkan belum terjadi dan meminta Ma’veyyo untuk “mengubah takdir”. Film tidak memperlihatkan Kali benar-benar hidup kembali.
Sekuelnya sedang dipersiapkan
Ending yang terkesan ‘menggantung’ memang menyebalkan. Tapi bagi penonton yang masih penasaran dengan apa yang terjadi di Hope Harbor, Na Hong-jin mengungkapkan bahwa ia sudah memiliki naskah untuk film berikutnya.

Dalam sesi tanya jawab setelah pemutaran di Korea, Bong Joon-ho, sutradara Parasite (2019), mengatakan bahwa film tersebut sudah terasa seperti akhir yang pas. Membalas ungkapan Joon-ho, Hong-jin menjawab bahwa ia sebenarnya sudah mempersiapkan cerita dan siap mengerjakan film jika sudah mendapatkan persetujuan untuk produksi.
Film Hope memang dipersiapkan sebagai cerita yang jauh lebih besar. Hong-jin membayangkan film pertama berlangsung dari pagi hingga matahari terbenam, sementara cerita berikutnya akan berlangsung pada malam hari. Dan jika dibuat, sekuelnya akan lebih fokus mengambil sudut pandang para alien.

