Ditunggu 10 Tahun, Ini Alasan Hope Garapan Na Hong-Jin Jadi Film Paling Dinanti Pecinta Sinema

Setelah satu dekade absen sejak The Wailing (2016), sutradara Korea Selatan Na Hong-jin akhirnya kembali lewat Hope. Film sci-fi aksi thriller epik ini langsung jadi salah satu sorotan terbesar di Festival Film Cannes 2026. Tayang di Indonesia mulai 9 September 2026, kenapa film ini banyak ditunggu pencinta ‘absolute cinema’?

Sinopsis film Hope

Hong-jin menghadirkan cerita berlatar di Hope Harbor, desa nelayan sekaligus tambang fiktif yang berada tepat di dekat Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan. Desa yang terkesan sepi ini hanya diisi oleh penduduk lanjut usia.

Kepala polisi setempat, Bum-seok (Hwang Jung-min), menerima laporan soal bangkai sapi yang ditemukan mati mengenaskan dengan luka robek dalam. Bersama sepupunya yang seorang pemburu, Sung-ki (Zo In-sung), dan rekan polisinya, Sung-ae, Bum-seok mulai menyelidiki kejadian aneh ini.

Awalnya Bum-seok menduga kalau ini merupakan ulah seekor harimau. Misteri terus berkembang begitu mereka menemukan jasad-jasad tanpa kepala berserakan di jalanan sempit desa serta bangunan-bangunan yang berlubang aneh.

Kejadian demi kejadian mulai menghadirkan rasa takut tersendiri. Hingga paruh kedua film ini kemudian bergeser total dari investigasi misteri predator biasa menjadi invasi alien. Seluruh warga desa berjuang mempertahankan hidup melawan ancaman yang jauh melampaui nalar mereka.

Comeback Na Hong-jin setelah 10 tahun

Film ini banyak ditunggu karena jadi comeback besar Na Hong-jin usai satu dekade vakum. Film terakhirnya, The Wailing, merupakan film horor yang sukses membuat penonton festival internasional trauma sekaligus terpukau.

Meski tak prolific, tapi keempat film karya Na sepanjang kariernya punya daya tarik tersendiri. Setelah The Chaser (2008), The Yellow Sea (2011), The Wailing (2016), dan kini Hope, semuanya tayang perdana di Cannes. Ini menjadikan Hope film Korea Selatan pertama yang masuk kompetisi utama Cannes sejak Decision to Leave (2022) karya Park Chan-wook.

Hwang Jung-min sebagai Bum-seok
via Plus M Entertainment

Selain itu, antusiasme penonton Korea sendiri sudah pecah sebelum filmnya tayang. Hope tercatat mencapai posisi nomor satu penjualan tiket pre-sale lebih cepat dibanding film mana pun sepanjang 2026 di Korea Selatan.

Popularitasnya meningkat karena ketika film ini tayang perdana di Cannes pada 17 Mei 2026, Hope mendapat standing ovation selama tujuh menit penuh dari lebih dari 2.500 penonton yang memadati Grand Théâtre Lumière. Bahkan berkompetisi memperebutkan Palme d’Or di bawah juri yang diketuai langsung Park Chan-wook.

Film termahal sepanjang sejarah Korea Selatan

Animo penonton menunggu film ini tentu bukan tanpa alasan. Film ini tercatat memiliki anggaran produksi terbesar yang pernah dimiliki sebuah film Korea Selatan sepanjang sejarah. Budget besar yan

Screen Daily melaporkan film ini memiliki anggaran mencapai sekitar 46 juta dolar AS (sekitar Rp914 miliar), meski IndieWire mencatat estimasi sedikit berbeda di kisaran 33 juta dolar AS (sekitar Rp653 miliar).

Jung Ho-yeon sebagai Sung-ae di film Hope 2026
via Plus M Entertainment

Budget besar ini tak lepas dari deretan pemainnya. Memadukan bintang-bintang besar Korea seperti Hwang Jung-min, Zo In-sung, dan Jung Ho-yeon, Hong-jin menggandeng aktor Hollywood ternama seperti Michael Fassbender, Alicia Vikander, Taylor Russell, dan Cameron Britton dalam satu produksi.

Begitu resmi tayang di Korea Selatan pada 15 Juli 2026, Hope langsung mencatatkan rekor pembukaan hari pertama terbesar sepanjang 2026 di Korea. Penantian 10 tahun menghasilkan 333.915 penonton dalam satu hari. Filmnya menembus angka satu juta penonton pada hari ketiga, dan dua juta penonton hanya lima hari usai perilisannya.

Fiksi ilmiah penuh aksi

Salah satu aspek yang paling konsisten dipuji kritikus adalah kualitas adegan aksinya. Jessica Kiang dari Variety menyebut film ini menghadirkan salah satu momen pembuatan film aksi paling elegan dan memukau di tahun ini, atau bahkan tahun-tahun lainnya.

Adegan kejar-kejaran di jalan tol pada babak akhir film ini secara khusus disebut banyak kritikus sebagai salah satu adegan aksi terbaik yang pernah mereka saksikan dalam ingatan mereka baru-baru ini.

Dari segi visual, sinematografi film ini digarap Hong Kyung-pyo, yang sebelumnya juga menjadi sinematografer The Wailing sekaligus dikenal luas lewat karyanya di Parasite. Musik filmnya turut digarap komposer Michael Abels.

Zo In-sung sebagai Sung-ki dan Hwang Jung-min sebagai Bum-seok
via Plus M Entertainment

Banyak dipuji kritikus, beberapa kritikan mengeluhkan perpaduan adegan kejar-kejaran yang megah namun dengan CGI yang terasa murahan. Tapi hal ini malah memicu rasa penasaran publik untuk menonton film ini.

Na Hong-jin sendiri sempat mengungkap dalam wawancara bahwa Hope berpotensi berkembang jadi trilogy. Naskah sekuelnya sendiri dilaporkan sudah rampung ditulis sejak sebelum film pertamanya tayang.

Dengan kombinasi antara nama besar sutradara yang karyanya sudah dinanti-nanti, skala produksi sekelas Hollywood, dan reaksi positif dari kritikus, tak susah untuk bilang kalau film Hope jadi salah satu karya paling dinanti tahun ini.

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 936

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *