Categories
Review Serial TV

Review Serial Hellbound (2021): Konspirasi Kultus dalam Media

Serial Hellbound langsung menggebrak dengan memperkenalkan tiga ‘malaikat’ berbentuk monster pembunuh dengan alur cerita yang padat dan menegangkan hingga akhir. Salah satu calon serial terbaik tahun 2021 yang dikembangkan oleh sutradara Train to Busan (2016), Yeon Sang-ho.

Seluruh plot langsung dimulai dari awal episode pertama. Mereka yang mendapatkan ‘titah’ (berdasarkan terjemahan dari Netflix) kematian akan dibunuh oleh tiga monster layaknya gorilla yang menemui mereka di mana saja tepat dalam waktu yang sudah ditentukan sebelumnya.

Monster di serial Hellbound
via Netflix

Di sanalah detektif Jin Kyung-hoon (Yang Ik-june) ditugaskan untuk menyelidiki “pembunuhan” beserta dengan sekte Kebenaran Baru yang dipimpin oleh Jung Jin-soo (Yoo Ah-in). Ia menyebutkan bahwa orang-orang yang mendapatkan titah merupakan pendosa yang akan dikirim ke neraka sebagai pembalasan dari Tuhan yang disebut dengan ‘demonstrasi’.

Sekte tersebut menawarkan tiga miliar won bagi Park Jeong-ja (Kim Shin-rok) untuk menyiarkan secara langsung ‘demonstrasi’ yang akan dialaminya. Kyung-hoon dan pengacara Min Hye-jin (Kim Hyun-joo) yang tak bisa mencegahnya mendapati bahwa siaran tersebut merupakan awal dari dunia baru yang mengubah kehidupan masyarakat Korea.

Intens dan menegangkan

Secara garis besar, serial ini terbagi menjadi dua bagian. Episode 1-3 mengisahkan tentang Kyung-hoon dan Hye-jin yang menjadi saksi dari awal terbentuknya dunia baru, sedang episode 4-6 mengisahkan tentang kehidupan di masa Kebenaran Baru berkuasa melalui kisah sutradara dokumenter, Bae Young-jae (Park Jeong-min).

Episode demi episode mengalir dengan padat dan cepat. Mengisahkan bagaimana Kebenaran Baru menjelma menjadi sekte yang masih dianggap menyiarkan konspirasi menjadi kultus yang dianut oleh setengah dari penduduk bumi.

Kim Hyun-joo sebagai Min Hye-jin
via Netflix

Layaknya serial bergenre thriller psikologis lainnya, Hellbound membawa premis yang menusuk di episode pertama dan membangun cerita berdasarkan premis tersebut. Sang-ho membuka satu per satu misteri sembari menjaga misteri awal tentang kehadiran monster untuk membuat penonton tetap terikat dan tertarik menyelami lebih dalam setiap episodenya.

BACA JUGA  Rekomendasi Serial Netflix Terbaik buat Kamu yang #DirumahAja

Dengan hanya 6 episode dalam musim pertama, bukannya 10 episode layaknya serial Netflix biasanya, Sang-ho menghadirkan intensitas yang padat dan alur cerita yang bergerak cepat. Membuat setiap episode terasa semakin menegangkan. Apalagi ditambah dengan tone gelap.

Yoo Ah-in sebagai Jing Jin-soo
via Netflix

Daya tarik serial ini juga terdapat pada karakter yang beragam dan kompleks. Setiap orang memiliki motif dan latar tersendiri masuk ke dalam perseteruan antara Kebenaran Baru dan orang yang menentangnya. Kudos bagi Yoo Ah-in yang tampil mengesankan sebagai pemimpin kultus dengan segala kompleksitas dan kemisteriusannya.

Representasi media dan kepercayaan

Hellbound diadaptasi dari Webtoon berjudul sama yang ditulis oleh Sang-ho sendiri. Ia dikenal sering membuat karya dengan tema gelap dan kontroversial dengan mengeksplorasi sifat alami manusia dan kehidupan sosial yang penuh intrik.

Yang Ik-june sebagai Jin Kyung-hoon
via Netflix

Serial ini memiliki kemiripan dengan 20th Century Boys (1996 – 2006), seri manga dengan genre thriller psikologis karya Naoki Urasawa. Tapi jika 20th Century Boys fokus pada konspirasi dan manipulasi wacana, Hellbound berada di ranah fantasi dan bagaimana orang-orang bisa memutar balikkan fakta demi keuntungan mereka sendiri.

Serial ini menggambarkan bagaimana fenomena supranatural yang tak diketahui bisa ditafsirkan sesuka hati. Layaknya gempa bumi yang dianggap sebagai kemarahan Tuhan, Karakter Jin-soo yang mengetahui fenomena ini selama 20 tahun bisa memberi makna mengenai penghakiman dari Tuhan dan mampu mengubah dunia.

“Entah itu kehendak Tuhan atau bukan, masalahnya Kebenaran Baru punya hak eksklusif mendikte cara fenomena ini ditafsirkan.”

Gong Hyung-joon, episode 4.
sekte Kebenaran Baru di Hellbound
via Netflix

Sang-ho menghadirkan penggambaran realistis bagaimana fanatisme masyarakat, khususnya di Korea yang bisa membenci seseorang atau sesuatu berdasarkan apa yang ditayangkan di media dan kelompok sosial. Bahkan tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

BACA JUGA  Review Film Dilan 1990: Novel vs Film

Berlanjut di musim kedua

Secara keseluruhan, serial Hellbound masih menawarkan gaya thriller berlandaskan konspirasi yang sering ditemui dalam serial maupun film lainnya. Tapi pengemasan yang apik dan cerita dengan intensitas tinggi membuat serial ini menarik untuk dinikmati.

serial Hellbound
via Netflix

Twist demi twist dibagi sama rata di setiap episode, hingga memuncak dengan ketegangan yang mengalir dengan cepat di babak ketiga musim pertama ini. Termasuk anomali baru yang terjadi pada bayi milik Bae Young-jae dan istrinya.

Dan yang mengejutkan tentu saja adegan sebelum credit yang bertugas sebagai cliffhanger untuk musim kedua. Kembalinya Park Jeong-ja membuka beragam kemungkinan, termasuk kemunculan karakter lainnya seperti Jin-soo demi menuntaskan misteri di balik fenomena kehadiran monster ini.

Setiap episode berdurasi sekitar 45 menit, tidak terlalu lama dan bisa menjadi tontonan baru bagi kamu yang menginginkan cerita yang gelap, dewasa dan tak terlalu ringan. Wacana penuh konspirasi dihadirkan dalam balutan kultus dan kepercayaan tentang manusia dan Tuhan.

Park Jeong-ja
via Netflix

Serial Hellbound merupakan salah satu drakor yang menarik sejak episode pertama, hingga akhirnya berkembang menjadi lebih besar dan intens pada setiap episode. Dari penggambaran kekerasan yang brutal dan nyata, Hellbound dibuat serealis mungkin mengkritisi kehidupan sosial yang penuh wacana demi kepentingan kelompok atau diri sendiri.

Genre: Thriller Psikologis

Episode: 10

Kreator: Sang-ho Yeon

Pemeran: Yang Ik-joon, Kim Hyun-joo, Yoo Ah-in,JPark Jeong-in

Rekomendasi Serial
8.5/10

Summary

Serial Hellbound merupakan salah satu drakor yang menarik sejak episode pertama, hingga akhirnya berkembang menjadi lebih besar dan intens pada setiap episode. Dari penggambaran kekerasan yang brutal dan nyata, Hellbound dibuat serealis mungkin mengkritisi kehidupan sosial yang penuh wacana demi kepentingan kelompok atau diri sendiri.

By Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Leave a Reply