Review Film Hustlers (2019): Jelas-Jelas Bukan Film Erotis!

Mengambil tema dewasa, dibutuhkan pemikiran terbuka untuk memahami film Hustlers!

cover film Hustlers

Comeback Jennifer Lopez di layar lebar terasa manis dalam film Hustlers, dengan narasi yang menarik dan penuh pesan menyentuh. Diadaptasi oleh penulis-sutradara Lorene Scafaria dari sebuah artikel majalah New York tentang penipuan yang dilakukan olah sekelompok penari, dari sudut pandang Destiny yang menceritakan kisahnya pada jurnalis New York Times.

Lopez memerankan Ramona Vega, seorang penari di sebuah klub strip Manhattan pada 2007. Disana, ia mengenal seorang penari pemula bernama Destiny (Constance Wu) dan mengajari semua yang diketahuinya. Ramona tidak hanya mengajari pole dance, tetapi juga bagaimana mendapatkan keuntungan dari para lelaki hidung belang yang mereka temui di klub malam.

karakter utama dalam film Hustlers
via GEM Entertainment

“Permainan ini curang, dan tidak memberi hadiah pada orang-orang yang bermain sesuai aturan,” jelas Ramona ketika menjelaskan penipuan yang dia dan Destiny jalankan. Dibantu dengan beberapa wanita yang menjadi ‘outsourcing’ lain, mereka membius pria kaya dan menghabiskan semua kartu kreditnya.

Kembalinya J-Lo dan hadirnya debutan baru

Berperan dalam Selena (1997), dia dinominasikan untuk Golden Globe. Billboard memasukkannya ke dalam daftar artis dance club terbesar sepanjang masa. J-Lo juga mendapatkan dua kali nominasi Grammy. Dan lewat Hustlers, sang diva menunjukan kapasitasnya selama hampir 30 tahun berkarir di industri hiburan.

Jennier Lopez dalam film Hustlers
via GEM Entertainment

Cerita thriller yang cukup menarik dari awal sampai akhir diselingi gelak tawa yang muncul tanpa disangka-sangka. Semua komponen menyatu dalam kisah berdasarkan fakta, tak terkecuali pemeran lainnya. Ada Cardi B dan Lizzo yang tampil dalam debut film pertama mereka. Tampil di beberapa scene awal, Cardi tampak mengagumkan dalam beberapa adegan yang cukup mengundang tawa.

Dinamika karakter Destiny patut diacungi jempol. Diperankan oleh bintang Crazy Rich Asians (2018) Constance Wu, Destiny menampilkan kisah seorang gadis baru di dunia hiburan kota yang mempelajari pole dance, kehilangan orang yang ia sayangi, hingga berkorban demi anaknya. Selain Lopez, Wu mampu menghadirkan peran dan dinamika karakter yang apik di film ini.

Sudut pandang di dunia abu-abu

Sutradara Scafaria menunjukkan karakter-karakter ini melalui lensa baru, memberikan sudut pandang lain tentang apa yang terjadi di dunia nyata. Bukannya membenarkan tindak kriminal yang mereka lakukan, namun mendeskripsikan apa yang sering menjadi motif dibalik pekerjaan yang kadang dianggap hina tersebut; bekerja untuk anak, keluarga, dan untuk bertahan hidup.

Lopez dan Wu menggoda pria
via GEM Entertainment

Secara garis besar, Hustlers merupakan sebuah film tentang pekerjaan di bidang seks yang jarang mendapatkan sorotan; bagaimana kapitalisme mengubah tubuh dan seks menjadi alat untuk menghasilkan uang. Penonton tidak dibuat fokus pada erotisme seks, tapi menjadikannya penting sebagai inti dan tema dari cerita.

Film ini mampu memberikan sudut pandang baru yang mungkin tak semua narasi mampu menjelaskannya. Tidak hanya menghadirkan perjuangan kelas – dari penari klub dengan pialang saham di Wall Street – tetapi juga perjuangan wanita di atas perbedaan gender.

Aspek menarik dari film Hustlers adalah bagaimana menangkap keputusasaan pada krisis keuangan yang terjadi di Amerika pada 2008 silam, menyerang semua kelas masyarakat dan mengganggu kehidupan sosial. Menjelaskan dari motif penipuan yang dilakukan oleh Ramona, Destiny dan anggota gengnya; untuk tetap bertahan hidup.

Jennifer Lopez dan Constance Wu
via GEM Entertainment

Keduanya memiliki satu orang anak perempuan, dimana Ramona menjelaskan, “Keibuan adalah gangguan kejiwaan.” Ketika krisis ekonomi melanda, para wanita ini mengambil langkah ekstrem untuk berjuang keras mendapatkan uang dan membesarkan anak-anak mereka. Suatu hal yang mungkin dilakukan semua ibu, tak terkecuali di Indonesia.

Di akhir film, Ramona menegaskan bahwa “seluruh kota ini, seluruh negara ini, adalah satu klub strip besar”. Metafora provokatif yang menjelaskan bagaimana transaksi moral, ekonomi, dan erotis yang terjadi di Negara Paman Sam tetap berjalan. Uang terus mengalir, dan tak ada yang puas dengan apa yang didapatkannya.

Formulatif tapi cukup segar

Dibuat berdasarkan cerita yang dipublikasikan oleh Jessica Pressler (diperankan oleh Julia Stiles, dalam film ini namanya diubah menjadi Elizabeth) dalam kisah yang familiar. Formula yang diberikan pun masih sama dengan film kriminal berbasis fakta, tetapi tetap segar karena dibintangi oleh wanita.

Lopez dan Wu belajar pole dancing
via GEM Entertainment

Mungkin inilah yang membuat pengembangan cerita terkesan biasa tanpa banyak bumbu-bumbu fiksi. Plot yang berulang-ulang menampilkan kerja penipuan dari geng wanita ini seperti melelahkan pada suatu titik. Adegan film terus bergeser, dalam pola editing yang menarik, tetapi semuanya berakhir dalam nada anti-klimaks yang tak memuaskan.

Rasanya film ini terlalu takut untuk terjun menggali lebih jauh tentang karakter dalam film ini, bahkan Ramona. Hanya ada sekilas latar belakang pada akhir film ketika ia menjelaskan tentang saudaranya. Penonton dibiarkan dengan sedikit atau tanpa pemahaman tentang wanita di dalam film ini. Kecuali narasi tentang Dorothy/Destiny sebagai seorang single mother dan seorang imigran.

Tema yang dewasa serta banyak adegan wanita bertelanjang dada – mengingat film ini berlatar di sebuah strip club – membuat film ini tertutup bagi anak-anak. Hustlers memang tidak menyanjung erotisme dalam plotnya, tetapi penonton akan dibawa melalui sebuah cerita dari sisi yang berbeda. Tak butuh moral atau logika, cukup pikiran terbuka bahwa semua ini bisa terjadi pada siapa saja.

dua karakter utama dalam film Hustlers
via GEM Entertainment

Kembalinya J-Lo ke ranah Hollywood memang ditandai dalam film yang seksi, erotis, namun memiliki banyak pesan yang disampaikan. Sama seperti Joker (2019), film ini menunjukkan bahwa dunia tidak hanya hitam dan putih. Hustlers mampu menawarkan narasi yang menggugah dari perjuangan wanita, dari berbagai latar belakang ras dan budaya, untuk bertahan hidup di tengah kerasnya masyarakat Amerika.

Rating: 7.5/10

Genre: Drama, Thriller

Sutradara: Lorene Scafaria

Penulis: Jessica PresslerLorene Scafaria

Pemeran: Constance WuJennifer Lopez, Lili Reinhart, Keke Palmer

Review Film
  • 7.5/10
    Bagus - 7.5/10
7.5/10

Summary

Kembalinya J-Lo di ranah Hollywood memang ditandai dalam film yang seksi, erotis, namun memiliki banyak pesan yang disampaikan. Menunjukkan bahwa dunia tidak hanya hitam dan putih, film Hustlers mampu menawarkan narasi yang menggugah dari perjuangan wanita, dari berbagai latar belakang ras dan budaya, untuk bertahan hidup di tengah kerasnya masyarakat Amerika.

Sending
User Review
0/10 ( votes)

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.