Jadi salah satu film Indonesia yang ditunggu-tunggu tahun ini,, Hanung Bramantyo hadir membawa film horor berlatarkan peristiwa bersejarah yang terjadi pada tahun 1965. Namun bukan sebagai inti cerita, tapi diselipkan dari tema dendam dan dan trauma yang masih bisa dirasakan hingga saat ini.
Sinopsis film Lobang Buaya
Film ini dibuat dengan latar tahun sebelum G30S PKI bertempat di desa terpencil Lobang Buaya yang juga menjadi tempat terjadinya peristiwa bersejarah ini. Ceritanya mengisahkan tentang Letnan Soegeng yang diperankan oleh Baskara Mahendra dipindahkan ke sana.
Ia ditugaskan untuk mengusus kasus kriminal berdarah. Di desa tersebut, satu per satu korban pembunuhan ditemukan dengan luka sayatan bermotif ganjil. Ia menemukan bahwa korban selalu dibunuh pada tanggal 30 setiap bulannya.
Film ini awalnya diperkenalkan dengan nama Bolong, namun kini berubah menjadi Lobang Buaya. Sebagai film teranyar garapan Adhya Pictures dan Dapur Film, film ini dibintangi berbagai nama besar, seperti Carissa Perusset, Anya Zen, dan aktor kawakan Tanah Air, Mathias Muchus.
Tidak mencapuradukkan tragedi G30S
Walaupun menggunakan latar tahun 1964 dan bertempat di Desa Lobang Buaya, Hanung Bramantyo menyebutkan bahwa film ini merupakan kisah fiksi yang tidak terhubung dengan tragedi 30 September 1965.
Lobang Buaya dijadikan sebagai pondasi dari peristiwa bersejarah yang masuk ke dalam ingatan kolektif bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa film ini merupakan sebuah karya horor yang menggambarkan dendam dan trauma.

“Saya berharap pilihan genre tidak otomatis dianggap sebagai bukti bahwa pembuat film tidak memiliki empati. Bagi saya, empati terhadap sejarah bukan hanya soal memilih genre yang dianggap serius,” jelas Hanung dalam gala premiere yang berlangsung di Epicentrum XXI, Jakarta.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa film ini dibuat untuk menceritakan bagaimana dendam dan kekuasaan bisa meninggalkan teror berkepanjangan. Ia bahkan membatasi latar filmnya hingga berhenti di 30 September tahun 1965.
Dibuat bertanya-tanya sampai akhir
Film Lobang Buaya dijelaskan sebagai horor yang membuat penonton menebak-nebak siapa sebenarnya sang villain sebenarnya. Setiap karakter memiliki rahasia gelap, sehingga tidak ada orang yang benar-benar bersih.
Trailer yang dirilis beberapa waktu lalu memperlihatkan bagaimana Soegeng mencoba memecahkan kejahatan berantai ini. Ceritanya juga dibuat menggunakan nuansa yang mencekam, termasuk pemilihan palet adegan yang buram. Plotnya penuh dengan twist dan mungkin terkesan kompleks bagi sebagian penonton.
Lobang Buaya dipersiapkan untuk tayang pada 1 Oktober 2026 di seluruh bioskop Tanah Air. Tepat sehari setelah G30S PKI yang selalu diperingati setiap tahunnya. Tiket presale sudah bisa dipesan mulai hari ini.

