Jakarta Film Week 2026 resmi menyapa melalui konferensi pers bersama media di CGV Grand Indonesia, Jakarta. Festival yang akan diselenggarakan pada 21-26 Oktober ini menghadirkan berbagai film Indonesia dan internasional serta berbagai program bagi sineas Tanah Air.
Tema ‘Encounters’
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, JFW tahun ini juga menggunakan satu tema untuk mempersatukan jajaran film dan aktivitas yang akan dihadirkan. Bertajuk “Encounters”, tema tahun ini menghadirkan titik temu bagi sineas, film, dan penonton sekaligus menghubungkan pembuat film dengan industri film Indonesia dan internasional.
Kepada media, JFW 2026 mengumumkan aktor muda Ali Fikry yang sedang naik daun sebagai Brand Ambassador. Ali tahun ini baru saja menyapa penonton Tanah Air dengan perannya sebagai Dino di film Bapakmu Kiper (2026) bersama aktor kawakan Fedi Nuril.

Pembukaan kali ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, S.IP., Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Andika Permata, serta Festival Director Rina Damayanti dan Program Manager Novi Hanabi.
“Melalui sinergi bersama Jakarta Film Summit dan Jakarta Film Commission, kami berharap ekosistem perfilman ibu kota semakin terbuka bagi pelaku industri dan masyarakat luas,” ucap Rano Karno dalam pernyataan resminya.
Film pembuka dan penutup Jakarta Film Week 2026
Tahun ini, ada lebih dari 1.200 film dari 82 negara yang dikirim untuk pemutaran pada JFW tahun ini. Angka yang jauh lebih banyak dari gelaran tahun-tahun sebelumnya. Menandakan atensi yang tinggi atas festival yang memasuki penyelenggaraan keenamnya.
Dari sekian banyak film yang dkirim, JFW 2026 akan dibuka oleh Ah Girl (2026). Film karya Ang Geck Geck Priscilla ini mengisahkan latar Singapura di era 90-an melalui mata seorang anak perempuan berusia 7 tahun. Sedangkan film penutup jatuh pada Laut Bercerita (2026) karya sutradara Yosep Anggi Noen yang akan dirilis di bioskop 20 Oktober 2026 mendatang.
Deretan film lainnya yang tak kalah menarik seperti Teenage Sex and Death at Camp Miasma (2026) karya Jane Schoenbrun dan Burn (2026) karya Makoto Nagahisa. Termasuk karya-karya yang dikirim sebagai Best International Feature pada Oscar 2026, seperti Rose (2026) karya Markus Schleinzer (Austria) dan Filipiñana (2026) karya Rafael Manuel (Filipina).
Beragam film Indonesia juga turut menghiasi festival tahunan ini. Termasuk penayangan perdana Togel (2026) karya Yogi S. Calam dan Harga Teman (2026) karya Andrew Kose, Four Seasons of Java (2026) karya Kamila Andini, serta empat produksi film pendek Indonesia-Prancis Holy Crowd (2026), Original Wound (2026), Annisa (2026), dan Mothers Are Mothering (2026).
Kembalinya program unggulan JFW
Selain pemutaran film Indonesia dan luar negeri, festival kali ini menghadirkan berbagai program unggulan. JFW membuka peluang kolaborasi bagi sineas muda melalui Producers Lab, Pitching Forum, Talents Hub, Industry Talk, hingga Festival Meeting.

Producers Lab 2026 yang diikuti oleh produser Indonesia dari berbagai daerah. Bersama Netflix, JFWNET-Industri Program berkolaborasi dengan Cerita Anak Nusantara membuka kompetisi ide cerita untuk tontonan anak dan keluarga. Nantinya, 10 proyek film dari berbagai kota di Indonesia akan melakukan pitching selama festival berlangsung.
Keseluruhan festival akan diselenggarakan di berbagai tempat, seperti CGV Grand Indonesia, Galeri Indonesia Kaya, Mercure Jakarta Cikini, Paviliun Raden Saleh ARTOTEL, Taman Ismail Marzuki, CGV FX Sudirman, dan FX Sudirman. Sedangkan tiket Jakarta Film Week 2026 akan tersedia di Tix.id mulai 7 Oktober 2026.

