Categories
One Piece Review

Bahas One Piece Chapter 936 – Pertarungan di Jembatan Gojo

One Piece chapter 936 telah keluar dan chapter terbaru One Piece ini mulai menaikkan tempo arc Wano setelah beberapa chapter sebelumnya bertempo cukup lambat. Kita dijanjikan pertarungan Luffy dan juga Zoro melawan lawan mereka masing-masing di chapter berikutnya. Selain itu, chapter ini juga berisi fans service yang tidak kalah panas dari chapter sebelumnya.

Bahas One Piece Chapter 936

Mulai dari pertemuan Raizo dengan teman lamanya, turnamen sumo maut di Udon, senjata rahasia O-Nami, hingga petualangan Zoro-Juro sang Ronin di negeri Samurai. Langsung saja, yuk kita simak pembahasan One Piece chapter 936 yang berjudul “Turnamen Besar Sumo Neraka.”

1. Pertemuan Raizo dan Kawamatsu

One piece chapter 936 masih membawa kita ke situasi terkini di penjara Udon di mana Raizo secara kebetulan bertemu dengan teman sesama pengikut Klan Kozuki, Kawamatsu.

Menurut Kawamatsu ia berhasil hidup setelah makan ikan busuk beracun selama 13 tahun. Berarti, ia sempat menjadi buronan Orochi selama 7 tahun sebelum tertangkap dan dikurung di Udon.

Sayangnya kita masih belum bisa melihat wujud asli Kawamatsu karena ia dirantai di sel yang gelap. Cara ia dikurung menjelaskan kalau ia adalah orang yang berbahaya.

Dikurung selama 13 tahun dengan makanan ikan busuk tidak membuat semangatnya patah. Ia siap untuk membantu Momonosuke untuk menggulingkan Orochi kapan saja.

Seperti film komedi, persembunyian Raizo terbongkar setelah gerobak yang menutupinya di dorong oleh para pekerja.

Sekali lagi, Raizo membuktikan kalau ia adalah ninja yang hebat walaupun dengan penampilan meragukan.

Dengan bom asap, ia berhasil kabur dan membuat semua penjaga tercengang.

2. Pertarungan sumo maut di penjara Udon

Queen tahu kalau ada pencuri kunci di penjaranya tapi masih santai dan fokus dengan permainan maut yang akan digelar. Ini menjelaskan kalau Queen cukup percaya diri kalau Raizo tidak akan semudah itu membebaskan tahanan darinya.

Ternyata “rencana menarik” yang dikatakan Queen di chapter 935 itu adalah turnamen sumo neraka yang mematikan dan semua anak buahnya sudah tidak sabar menunggu. Turnamen ini berfungsi sebagai hiburan sekaligus acara eksekusi hukuman mati.

Turnamen sumo ini memiliki aturan seperti sumo biasa, tapi dengan sedikit modifikasi. Para tahanan yang ikut turnamen harus menggunakan sebuah kalung yang otomatis akan memotong kepala mereka jika keluar dari lingkaran.

Sama seperti kalung budak milik Tenryubito, kalung ini juga sulit dilepas. Mungkin ada kuncinya.

Ada yang menarik dengan kalung maut ini. Tampaknya desain kalung ini dijadikan simbol pada sabuk yang digunakan oleh lawan-lawan sumo Luffytaro. Bahkan di Chapter 935, Old Maid juga terlihat menggunakan sabuk ini. Tapi, lebih besar.

Bisa jadi sabuk bersimbol kalung maut ini adalah semacam sabuk untuk para algojo dan juga jawara turnamen sumo. Mungkin Luffytaro akan berhadapan dengan Old Maid di turnamen ini nantinya dan membalas kekalahannya di chapter sebelumnya.

BACA JUGA  Bahas One Piece Chapter 981: Kedatangan Tamu yang Ditunggu

Selain tidak boleh keluar dari lingkaran, tahanan yang ikut turnamen juga akan menghadapi lawan yang tidak seimbang dari segi jumlah. Aturan ini memberatkan Luffytaro dan kakek Hyou agar mereka menyerah dan mengikuti permintaan Queen, yaitu bergabung dengan bajak laut Kaido.

Tapi, untungnya Luffy diperbolehkan bertanding tanpa borgol batu laut. Lucunya, Luffy langsung menganggap Queen adalah orang baik.

Sedangkan Raizo, marah-marah karena usaha mati-matiannya mencuri kunci untuk Luffytaro menjadi sia-sia.

Lalu kunci siapa yang Raizo curi? Bisa saja itu kunci borgol Kid atau Kawamatsu, mengingat disimpan di tempat yang dijaga ketat.

Kakek Hyou merasa jadi beban sedangkan Luffytaro yakin akan menang jika bertarung tanpa borgol batu laut. Ia bahkan percaya diri akan menerbangkan Queen seperti ketika menerbangkan Urashima.

Mungkin Luffytaro belum tahu kalau Queen adalah orang nomor tiga di bajak laut Kaido atau mungkin ia memang yakin dengan hasil latihannya selama di penjara.

Mendengar ucapan Luffytaro, anak buah Queen langsung marah dan semakin semangat untuk mengeksekusi Luffytaro dan kakek Hyou. Para penonton menurunkan jempol mereka yang melambangkan “eksekusi” layaknya pertarungan gladiator di colosseum.

Tapi para ikan teri ini tidak tahu siapa yang sedang mereka hadapi. Dengan Haki Penguasa, Luffy mengalahkan para lawannya dengan sekali tatapan.

Queen lagi-lagi terlihat santai dengan situasi yang ia hadapi. Ia tidak panik dengan ulah Raizo dan juga tidak begitu terkejut dengan kekuatan Luffy.

Bisa jadi ia sudah sering berhadapan dengan lawan atau tahanan yang punya Haki Penguasa. Tampaknya Queen sangat yakin dengan kekuatannya. Sangar!

Spekulasi
Kawamatsu si Kappa

Di selnya, Kawamatsu menyebutkan kalau ia percaya Luffytaro akan menjaga kakek Hyou. Mungkin sebelumnya ia sudah pernah berbicara dengan Luffytaro sebelumnya.

Tapi ada yang menarik dari Kawamatsu. Ia mengucapkan “Kapapapa” di akhir kalimatnya. Mungkin ini adalah logat atau gaya tertawa aneh khas One Piece. Tapi bisa juga memberi petunjuk tentang jati dirinya.

Dari siluet dan gaya bicaranya, bisa jadi ia adalah seorang Kappa, siluman terkenal di budaya Jepang.

one piece chapter 936
Via Matthew Meyer (Yokai.com)

Kappa adalah siluman yang hidup di air. Ini menjelaskan kenapa ia bisa menjadikan tulang ikan sebagai senjata mematikan.

Jika ini benar, bisa jadi ia adalah manusia ikan atau pemakan buah iblis jenis Kappa. Kita lihat saja di chapter selanjutnya.

3. Senjata rahasia O-Nami

Dari penjara Udon, One Piece chapter 936 membawa kita ke pemandian air panas di ibu kota. Terlihat Hawkins dan Drake melakukan razia tato kaki untuk mencari simpatisan klan Kozuki.

Mungkin mereka tahu setelah Kyoushiro melihat kertas dengan lambang milik klan Kozuki di istana Orochi.

Terlihat Drake tidak mau masuk ke dalam pemandian air panas dengan alasan fokus mencari O-Soba Mask yang menjadi misinya di ibu kota (walaupun sebenarnya ada alasan lain yang mengejutkan).

BACA JUGA  Pembahasan Extracurricular: Sisi Kelam Prostitusi Remaja Korea Selatan

O-Nami ketakutan karena takut Hawkins mengenalinya. Ia pun bersembunyi di balik tubuh Shinobu yang, ehem, lebar (bukan bermaksud bodyshaming).

Tapi Hawkins yang teliti menyadarinya dan memerintahkan nami untuk keluar. Seketika Hawkins menyadari siapa Nami, handuk Nami pun terlepas.

Tidak kalah dengan Hancock dan Komurasaki, keseksian O-Nami membuat para pria bahkan juga wanita terpana dan mimisan hingga pingsan.

Jika Luffy punya Haki Penguasa, maka Nami punya “Keseksian” Penguasa. Shinobu pun sangat terpukau dengan “daya hancurnya.”

Sadar, O-Nami pun terkejut dan berusaha menutupi tubuhnya. Mungkin saja ia tidak sengaja mengeluarkan “senjata rahasianya” itu.

Dan akhirnya, pertanyaan kita di chapter sebelumnya pun terjawab. Ternyata Sangoro memang menyusup ke pemandian air panas dengan kekuatan Raid Suit-nya untuk mengintip wanita mandi. Padahal ia bisa saja ikut mandi tanpa bersembunyi karena pemandian itu adalah pemandian campur.

Persembunyian Sangoro terbongkar karena efek kekuatan O-Nami. Darah Sanji pun bercucuran seperti air mancur dari hidungnya.

Drake mendengar keributan itu dan masuk mencari O-Soba Mask. One Piece chapter 936 kemudian memperlihatkan sifat mengejutkan dari seorang Drake, satu dari enam Headliner terkuat Kaido.

Ternyata Drake lemah terhadap tubuh wanita, walaupun ia menyangkalnya.

Nami akan sangat cocok untuk menjinakkan si Allosaurus ini di pertarungan besar nantinya.

Dari semua keributan yang terjadi, perhatian Hawkins dan Drake malah lebih fokus kepada satu sosok, yaitu Germa 66 Stealth Black alias Sangoro.

Bukan karena ia sadar kalau itu adalah O-Soba Mask, tapi karena ia tercengang melihat tokoh komik yang terkenal di North Blue secara langsung. Tampaknya mereka juga pembaca komik Stealth Black seperti Law.

Tanpa memberi tahu kita apa yang terjadi kepada Hawkins dan Drake setelah itu, One Piece chapter 936 langsung memperlihatkan O-Robi, O-Nami, dan Shinobu kabur bersama Sangoro.

Sangoro masih sanggup terbang walau kehilangan banyak darah setelah melihat O-Nami dan ia tidak menyesal sedikit pun, pastinya.

Dengan wajah yang memerah karena dipeluk O-Robi dan O-Nami, Sangoro menceritakan kalau rencana aliansi mengalami masalah. Sanji menang banyak di One Piece chapter 936 ini.

Orochi tahu tentang perekrutan orang yang punya tato bulan sabit di kaki dan lebih parahnya Beppo dan teman-teman ditangkap dan bisa digunakan untuk menangkap Law.

Sepertinya mereka akan pergi ke kota Ebisu tempat Law berada.

Walau konyol, perginya Sanji mengintip wanita mandi ke ibu kota ada manfaatnya. Ia bisa bertemu dengan tim O-Robi dan juga tahu kalau Beppo ditangkap.

4. Zoro-Juro si Ronin vs Pencuri Pedang

Dari ibu kota, One Piece chapter 936 membawa kita ke daerah Ringo. Lucunya, Zoro-Juro yang buta arah butuh waktu lama untuk mengejar seorang pencuri yang sempat ia pergoki mencuri pedangnya.

Ia bahkan harus mengejarnya dari Kibi ke Ringo. Tampaknya si Marimo terpaksa melakukan “cross-country” karena tersesat di tengah jalan.

BACA JUGA  Review Film Jungle - Semangat Pantang Menyerah Yossi Ghinsberg dan Daniel Radcliffe

Si pencuri itu menunggu Zoro di sebuah jembatan dan mengaku mencuri pedang Shusui untuk mengembalikannya ke makam Ryoma. Ia juga mengancam akan mencuri pedang Zoro yang tersisa.

Sedangkan Zoro, melihat si pencuri sebagai sumber senjata untuk aliansi yang kebetulan sedang butuh senjata untuk Penyerbuan Onigashima.

Di atas sebuah jembatan yang dihujani salju, pertarungan Zoro-Juro si Ronin melawan seorang biksu pencuri pedang pun dimulai layaknya film-film samurai.

Spekulasi
Kisah pertarungan di jembatan Gojo

Pencuri pedang ini memang belum diperkenalkan. Tapi, sepertinya ia terinspirasi dari Benkei, sosok legendaris di Jepang, dan pertarungannya dengan Zoro mungkin terinspirasi dari kisah Benkei melawan Yoshitsune di jembatan Gojo.

Benkei adalah petarung yang kuat dan dikenal suka mencuri pedang dari samurai yang ia anggap tidak layak memiliki pedang itu (sekilas juga mengingatkan kita kepada Tashigi).

pembahasan one piece chapter 936
Benkei vs Yoshitsune di jembatan Gojo via toshidama-japanese-prints

Benkei memiliki tujuh senjata, mulai dari pedang, kapak, hingga naginata. Ia menjadikan jembatan sebagai tempat mengalahkan dan mencuri pedang targetnya.

Sama dengan One Piece chapter 936 ini kita melihat kalau pencuri itu menganggap Zoro tidak layak untuk Shusui. Ia juga terlihat memiliki banyak senjata di punggungnya dan sengaja menunggu Zoro di jembatan untuk mencuri pedang Zoro yang tersisa.

Ketika akan mencuri pedang yang ke 1000, Benkei berhadapan dengan Yoshitsune di jembatan Goto. Ia pun kalah dan gagal mencuri pedang Yoshitsune. Setelah kalah, Benkei menjadi pengikut setia Yoshitsune.

Jika Oda-Sensei memang terinspirasi dari kisah di atas untuk menggambarkan pertarungan Zoro vs si pencuri, maka kita bisa menebak hasil pertarungan ini nantinya.

Si pencuri akan kalah dari Zoro di atas jembatan tersebut dan kemudian tobat mencuri pedang. Ia pun mungkin juga akan menjadi pengikut setia Zoro-Juro si Ronin dan membantunya dalam perang.

Selain itu, juga bisa kita asumsikan kalau pencuri ini akan membawa Zoro mengambil Shusui ke makam samurai Ryoma. Semoga ketika Zoro sampai di makam itu teori fans tentang koneksi Zoro dan Ryoma bisa sedikit terjawab.

Itulah pembahasan One Piece chapter 936. Jika kamu punya teori atau spekulasi tentang chapter terbaru One Piece ini, silakan tulis di kolom komentar ya.

Jangan lupa support One Piece dengan membeli komiknya di toko buku terdekat. Kamu juga sudah bisa baca ulang One Piece chapter 936 dengan terjemahan resmi secara legal di Manga Plus by Shueisha saat official release senin nanti.

By Zekai

Your average anime guy.

Leave a Reply