Time Paradox Ghostwriter Chapter 1: Debut Manga yang Menjanjikan

manga time paradox ghostwriter bagus

Kimetsu no Yaiba, salah satu manga terbaik dan terpopuler Weekly Shonen Jump akhirnya tamat di chapter 205. Sebagai salah satu manga terpopuler, pastinya Shuiesha harus bisa mencari penggantinya. Ada satu manga yang mungkin berpotensi mengisi tempat kosong yang ditinggalkan Tanjiro dan teman-teman walau beda genre, yaitu manga terbaru berjudul Time Paradox Ghostwriter.

Manga ini debut di edisi yang sama saat Kimetsu no Yaiba merilis chapter terakhir. Dan Time Paradox Ghostwriter pun memang sanggup mencuri perhatian. Sebuah debut yang sangat menjanjikan.

Jika keseruannya bisa dipertahankan, tak akan heran jika manga karangan Kenji Ichima dan Tsunehiro Date ini berpotensi jadi salah satu yang populer.

Time Paradox Ghostwriter tentang apa?

Bercerita tentang Teppei Sasaki, pemuda bermimpi besar jadi mangaka terkenal. Ia punya bakat waktu muda. Pernah juga jadi asisten mangaka terkenal. Tapi entah kenapa ia tidak bisa naik tingkat jadi mangaka “sungguhan.” Ketika storyboardnya ditolak berkali-kali, ia pun sampai pada titik ingin menyerah.

Ketika hampir putus asa, sebuah petir menyambar apartemennya, merusak kulkas, microwave, dan mainan robot pemberian temannya. Tak disangka, microwave itu bisa mencetak majalah Weekly Shonen Jump edisi tiga puluh tahun yang akan datang. Perjalanan Sasaki pun sebagai mangaka dimulai.

Seluk-beluk dunia manga

Bagi yang suka baca komik dari Jepang mungkin pernah berpikir bagaimana cara membuat komik yang bagus dan bisa diterbitkan. Atau bagaimana kehidupan seorang mangaka. Nah, di manga Time Paradox Ghostwriter ini kita diberi banyak pengetahuan “orang dalam” majalah Weekly Shonen Jump.

Chapter pertama manga ini memberikan pengetahuan tentang dunia manga mulai dari bagaimana proses storyboard diseleksi, hubungan mangaka dan editor, cara membuat cerita yang bagus, masalah ekonomi yang dihadapi, dan bagaimana rasanya ketika manga yang digambar diterima oleh penerbit.

Mungkin pengetahuan ini sudah pernah diangkat oleh manga-manga bertema sama, tapi tetap saja Time Paradox bisa memberikan angin segar karena sudah cukup lama Weekly Shonen Jump didominasi cerita dunia fantasi.

Bercerita tentang mimpi dan bakat

Luffy, Naruto, Asta, dan tokoh utama manga shonen lainnya bergerak dengan landasan sebuah mimpi. Mimpi mereka mendorong pergerakan cerita. Begitu pula dengan Sasaki. Ia punya mimpi menjadi mangaka terkenal yang karyanya terbit di majalah Weekly Shonen Jump.

Manga Time Paradox Ghostwriter menyajikan cerita tentang mimpi ini dengan sangat baik dan menohok. Perjuangan mati-matian Sasaki sangat menginspirasi. Momen ketika ia hampir menyerah dan akhirnya mendapat keajaiban sangat mengharukan.

Bagusnya lagi, keajaiban yang ia dapatkan tidak serta merta mentah-mentah ia jiplak, tapi dijadikan sebagai inspirasi atau wangsit. Manga ini tetap menjunjung nilai kerja keras dalam menulis manga yang original.

Sebenarnya Sasaki bisa dibilang menjiplak sih, tapi waktu itu ia tidak sadar dan menganggap manga dari masa depan itu sebagai mimpi dan menjadikannya inspirasi.

Manga ini sepertinya juga mengangkat tema bakat dan kerja keras. Sasaki sebagai karakter pekerja keras, sedangkan tokoh Itsuki Aino yang hadir di akhir sebagai twist merupakan karakter berbakat. Dinamika hubungan mereka yang unik akan sangat menarik untuk diikuti.

Konsep time travel yang belum jelas

Mengangkat cerita time travel, konsep fiksi ilmiah manga Time Paradox Ghostwriter belum terlalu dijelaskan. Yang baru diketahui, ada sebuah mainan robot pemberian teman Sasaki yang dianggap berasal dari masa depan. Mainan itu meleleh menyatu dengan microwave di apartemen Sasaki akibat sambaran petir.

Apakah mainan robot itu yang mendatangkan majalah Shonen Weekly Jump dari masa depan atau apakah mainan itu punya kekuatan supranatural seperti kebanyakan cerita manga shonen atau memang sebuah teknologi canggih masih belum diketahui.

Yang paradoks dan bikin bingung dalam ceritanya adalah siapa yang bisa disebut sebagai penulis asli manga White Knight. Apakah Sasaki atau Itsuki Aino?

Sasaki dapat inspirasi manga White Knight dari tahun 2030 dan berhasil menerbitkannya di tahun 2020. Tapi, sebenarnya White Knight sudah lebih dulu ditulis Itsuki namun baru akan debut tahun 2030. Bingung kan?

Manga Time Paradox Ghostwriter memiliki potensi yang besar menjadi salah satu manga yang populer. Tentu saja jika bisa mempertahankan keseruan yang dimulai di chapter pertamanya.

Sumber gambar: Mangaplus

Haris Syukri

Sedang belajar mengedit tulisan di Mariviu.