Review Film Time to Hunt (2020): Aksi Thriller Distopia dari Korea

Tapi semua karakternya 90% cowok!??

cover Time to Hunt

Awalnya, film Time to Hunt akan ditayangkan di bioskop setelah premier pertama di Berlin Film Festival pada Februari 2020 lalu. Pandemi virus korona membuyarkan rilisan teratrikalnya. Tapi kehadirannya akan menemani kamu yang butuh tontonan baru di Netflix saat #DirumahAja.

Sinopsis film Time to Hunt

Time to Hunt fokus pada tiga sahabat Jun-seok (Lee Je-hoon) yang baru saja keluar penjara, Jang-ho (Ahn Jae-hong) dan Ki-hoon (Choi Woo-shik). Ketiganya pernah mencuri yang mengakibatkan Jun-seon masuk penjara. Namun karena Korea mengalami resesi yang mengakibatkan Won (mata uang Korea) jatuh drastis sehingga uang hasil pencurian tersebut tidak berharga.

pemeran film Time to Hunt
via Netflix

Karena itu, Jun-seok mengusulkan untuk mencuri uang di dalam rumah judi dimana Sang-soo (Park Jung-min) bekerja. Sang-soo merupakan komplotan mereka yang telah keluar. Rencana mereka berhasil dan mereka berhasil kabur. Tapi mereka akhirnya diburu pembunuh bayaran bernama Han (Park hae-soo).

Thriller distopia Korea

Film ini terasa lambat di awal. Sejak cerita dimulai, premis yang diberikan memang tidak terlalu baru. Tetapi perbedaannya, ketika film lain berakhir setelah pencurian selesai, cerita film ini baru berkembang setelah pencurian dilakukan.

Penonton disuguhkan dengan aksi kejar-kejaran yang memberikan sensasi thriller menegangkan. Tiga sahabat yang masih muda tersebut harus lari dari kejaran pembunuh bayaran yang tak pernah gagal melaksanakan aksinya.

Choi woo-sik Time to Hunt
via Netflix

Memang plot tidak begitu mulus dan sebagian alur cerita terasa seperti dipaksakan. Mengingat beberapa kali ceritanya berkembang setelah ‘keberuntungan’ memayungi ketiga tokoh utama tersebut sehingga pada akhirnya ceritanya jadi cukup mudah ditebak.

Meskipun begitu, perjalanan karakter cukup menarik untuk diperhatikan. Mengingat ketiga karakter utama memiliki ketakutan dan impian masing-masing. Dinamika karakter berkembang dari awal cerita hingga akhir. Memberikan plot yang dinamis.

Terdampak virus korona

Film ini juga menuai kontroversi dimana rumah produksi merasa tidak ada kesepakatan tentang penayangannya di Netflix. Tapi semuanya selesai tanpa ada masalah. Time to Hunt sudah bisa dinikmati di Netflix sejak April lalu.

Lee Jee-hoon
via Netflix

Pada beberapa tahun terakhir, jarang ada film Korea berlatarkan distopia yang tayang di bioskop. Belum lagi tema tentang kejahatan bersenjata dimana penggunaan senjata api di Korea Selatan tak terlalu banyak karena peraturan senjata api tak sebebas Amerika.

Sang sutradara, Yoon Sung-hyun, lahir di Amerika tetapi menempuh sekolah film di Korea. Jelas terlihat pengaruh Hollywood dari adegan kejar-kejaran dan tembak-menembak dengan tone yang gelap mengingatkan pada ‘The Dark Knight’ milik Christopher Nolan.

Belum lagi gambar yang gelap dengan pencahayaan minimalis. Seperti ketika konfrontasi mereka di tempat parkir atau lorong rumah sakit. Entah mengapa model film bergaya post-apokalips selalu diiringi dengan lampu remang-remang. Tapi berhasil memberikan efek gloomy dan gelap yang menambah kesan menegangkan dari film ini.

film Time to Hunt
via Netflix

Film Time to Hunt bisa menawarkan alternatif dari tontonan khas Korea Selatan yang didominasi drama. Premis yang diberikan memang tak terlalu baru dan ceritanya sedikit banyaknya mudah ditebak, tetapi cerita yang gelap dan menegangkan cukup apik untuk ditonton. Beberapa misteri masih menggantung, dan tak menutup kemungkinan Netflix berkenan untuk meneruskan sekuelnya.

Rating: 6.5/10

Genre: Aksi, Thriller

Sutradara: Sung-hyun Yoon

Pemeran: Lee JehoonJae-hong AhnWoo-sik Choi

Review Film
  • 6.5/10
    Film Oke - 6.5/10
6.5/10

Summary

Film Time to Hunt bisa menawarkan alternatif dari tontonan khas Korea Selatan penuh drama. Premis yang diberikan tak terlalu baru dan ceritanya sedikit banyaknya mudah ditebak, tetapi dengan cerita yang gelap dan thriller yang apik. Beberapa misteri yang masih menggantung, dan tak menutup kemungkinan Netflix berkenan untuk meneruskan sekuelnya.

Sending
User Review
0/10 ( votes)
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.