Review Film Toy Story 4: Cerita Baru untuk Bernostalgia

Pengen punya mainan lagi!!!

ulasan film toy story 4

Film Toy Story 4 merupakan salah satu dari sedikit film yang membuktikan bahwa film keempat dari sebuah franchise populer masih memiliki daya magis sendiri. Film ini menunjukan bahwa di tangan orang yang tepat, sebuah sekuel mampu memberikan cerita yang segar, namun masih mempertahankan cita rasa yang ada di film pertamanya.

Film keempat petualangan Woody dan Buzz penuh dengan karakter lama dan beberapa karakter baru. Diawali dengan flashback yang menunjukan bagaimana Woody kehilangan Bo Peep, kisah ini akan menjadi jembatan untuk instalansi keempat ini.

review film Toy Story 4 indonesia
via Disney/Pixar

Pada akhir Toy Story 3, Andy yang sudah tumbuh dewasa memberikan mainannya pada Bonny, sepupunya. Bonny sering bermain dengan mainan yang diberikan Andy meskipun ia jarang memilih Woody untuk dimainkan. Cerita akan berpusat pada Forky (Tony Hale), sebuah mainan dari senpu (sendok dan garpu) yang dibuat Bonnie ketika ia menjalani orientasi Taman Kanak-kanak.

Forky terus mencoba melarikan diri karena merasa dia bukan mainan hingga akhirnya dia melompat dari mobil ketika keluarga Bonnie liburan. Woody mencoba mencari Forky, dan akhirnya menemukan Bo Peep setelah berpisah selama 9 tahun. Cerita semakin menyeramkan ketika boneka Gabby Gabby (Christina Hendricks) bersama boneka ventriloquist menyandera Forky untuk mengambil kotak suara milik Woody.

Cerita baru dengan citarasa lama

Andrew Stanton merupakan salah satu penulis yang mengetahui seluk beluk franchise ini. Ialah orang yang menghidupkan para karakter Toy Story sejak film pertamanya di tahun 1995. Kali ini, bersama co-writer Stephany Folsom, ia menemukan cara cerdas untuk memberikan cerita yang menyentuh dan bahkan mungkin mengakhiri kisah petualangan Woody dan kawan-kawan.

pemain Toy Story 4
via Disney/Pixar

Keterlibatan Stanton dan Folsom jelas terlihat di sepanjang film. Cerita yang diberikan kembali membangkitkan kenangan lama seolah mainan yang kita sayangi tidak pernah berubah. Masing-masing karakter mendapatkan petualangannya sendiri, meskipun jelas terlihat kalau plot yang diberikan fokus pada Woody sebagai pemeran utama.

Tanpa kehadiran Andy yang selama ini menjadi jembatan dari film pertama hingga ketiga, film Toy Story 4 masih mampu menghasilkan nuansa nostalgia lewat kehadiran Bo Peep yang menyatukan sekuel ini dengan film-film sebelumnya.

Lebih banyak lucu-lucuan

Ada kecenderungan yang lebih besar terhadap adegan komedi kali ini. Dimana film-film sebelumnya secara ringkas menceritakan kisah mengesankan melalui petualangan dengan aksi komikal, film Toy Story 4 lebih cenderung menyuguhkan sebagian adegan yang dimainkan seperti sketsa. Ada banyak lelucon pintar hingga sketsa komedi yang bisa ditemukan dari awal hingga akhir.

ulasan film Toy Story 4 indonesia
via Disney/Pixar

Belum lagi karakter baru Ducky (Keegan-Michael Key) dan Bunny (Jordan Peele) yang menjadi tulang punggung komedi walau hanya memiliki peran yang relatif kecil lewat komedi mereka yang “kacau”. Perhatikan bagaimana setiap karakter ini muncul, dijamin akan ada gelak tawa yang pecah dari penonton. Pilihan yang apik, mengingat keduanya juga terkenal setelah membintangi serial komedi popular Key and Peele.

Karakter Duke Caboom (Keanu Reeves) juga sukses mencuri perhatian sebagai mainan stunt-man Kanada dengan motor yang ditungganginya. Kali ini Keanu melakukan aksi stunt-nya lewat sajian animasi. Tidak seperti yang ia lakukan di film Parabellum.

Namun yang menjadi pusat perhatian adalah karakter baru, Forky. Sebagai mainan yang dibuat dari sampah, dia merupakan bagian dari pesan “mainan bisa terbuat dari apa saja”, sambil menunjukan berbagai adegan-adegan komikal terbaik sepanjang cerita.

Tema dan pesan yang menyentuh

Bukan Disney namanya jika tidak menyelipkan pesan-pesan besar dari cerita yang disampaikan. Sejak awal, Toy Story selalu dikaitan dengan pesan loyalitas dari mainan tak bernyawa. Tak banyak berbeda dengan film keempat ini dimana berbagai kisah menyentuh bisa kita rasakan di sepanjang cerita.

Woody dan Forky
via Disney/Pixar

Film Toy Story 4 fokus pada krisis identitas yang dirasakan Woody dan Forky. Sebagai salah satu mainan yang jarang dipilih untuk dimainkan, Woody mengerti bahwa masanya sudah berakhir. Dan teman-teman Woody menyadari bahwa meskipun Forky dibuat dari barang-barang bekas, namun dia tetap menjadi salah satu mainan yang berharga untuk Bonnie.

Pesan mendalam bagaimana belajar melepaskan dibuat sama beratnya dengan film ketiga. Merangkul penonton setia yang sudah menyukai karakter Woody dan teman-teman sejak lebih dari 24 tahun lalu, mungkin Disney dan Pixar memberikan perpisahan yang apik bagi karakter ini dengan penonton setianya.

Musik khas Disney

Disney selalu dikaitkan dengan musik-musik yang menyentuh. Aroma khas Disney langsung terasa pada semua adegan dari awal hingga akhir. Gabungan visual, gambar, dan musik yang bernada ceria dengan situasi komikal serta mendayu-dayu dalam beberapa kesempatan sekilas mengingatkan kita pada Up (2009) atau Ratatouille (2008).

karakter Toy Story
via Disney/Pixar

Tetapi ada kalanya keheningan menciptakan kesan menyentuh yang hadir di saat-saat pas. Bukti bahwa Disney dan Pixar tahu bagaimana memainkan emosi penontonnya. Lihat saja bagaimana nada-nada yang ceria menghilang ketika beberapa adegan sendu yang (mungkin membuat kamu tersedu-sedu) mengalir di akhir cerita.

Template film Toy Story

Kreatifitas tingkat tinggi yang dikeluarkan Disney dan Pixar sedikit menurun sejak Toy Story 3. Alih-alih menghasilkan cerita orisinil yang mengagumkan seperti Ratatouille, Wall-E, dan Up, studio ini sebagian besar mengandalkan sekuel yang aman selama satu dekade terakhir. Sebut saja Monsters University, Finding Dory, hingga Cars. Memang masih ada Inside Out dan Coco yang fresh, tetapi masih belum bisa seorisinal film-film mereka di awal 2000-an.

Gabby Gabby dalam Toy Story 4
via Disney/Pixar

Pun demikian dengan template cerita yang ditawarkan oleh Toy Story 4. Plot masih mengandalkan pemikiran Woody yang beranggapan bahwa semua mainan memiliki anak yang harus mereka jaga serta petualangan-petualangan mainan kecil menghadapi dunia luas. Tidak terlalu berbeda.

Meskipun tone yang lebih ringan memberikan Toy Story 4 identitasnya sendiri, rasanya itu dirancang untuk mengimbangi cerita yang sedikit familier tadi. Hubungan antara Woody dan Bo Peep memang emosional, namun kurang dramatis setelah tidak ada lagi Andy di film ini. Terkadang, ketika kisah cinta dua mainan itu tidak terlihat, film ini terasa seperti spin off yang menghibur saja.

Woody, Bo Peep dan Duke Caboom
via Disney/Pixar

Bisa dibilang kekurangan, tetapi itulah yang membuat film-film Disney dan Pixar memiliki banyak penggemar dari kalangan anak-anak hingga dewasa. Cerita yang unik namun tidak begitu berat dan mudah dimengerti menjadi cara mereka mendekatkan diri pada penontonnya. Tidak perlu alur yang berat untuk membuat film yang menyenangkan, ya ga sih?

Secara keseluruhan, gabungan Pixar dan Disney masih menjadi duo pencetak film berkualitas yang menghibur. Merangkul kembali cerita film ketiga, film Ty Story 4 segar namun masih menyisakan rasa lama. Animasi penuh detail, musik yang menyentuh, dan komedi di sepanjang cerita membuat film ini pas untuk ditonton penikmat setia Toy Story bersama keluarga.

Rating: 4/5

Genre: Animasi, Comedy

Sutradara: Josh Cooley

Penulis: Andrew Stanton, Stephany Folsom

Bintang: Tom HanksTim AllenAnnie Potts, Keanu Reeves

Review Overview
  • Review Film
4

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Pixar dan Disney masih menjadi duo pencetak film animasi berkualitas yang menghibur. Merangkul kembali cerita film ketiga lalu menjadi film yang segar namun masih menyisakan rasa lama. Animasi penuh detail, musik yang menyentuh, dan komedi sepanjang cerita menjadikan film ini pas untuk ditonton penikmat setia Toy Story beserta keluarga.

Sending
User Review
( votes)

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.