Film tick, tick… boom! merupakan adaptasi terbaru dari Netflix yang membawa Andrew Garfield sebagai Jonathan Larson, komposer legendaris Broadway yang meninggal di usia muda. Dipenuhi lagu-lagu yang atraktif, Lin-Manuel Miranda sebagai sutradara menghadirkan biografi musikal dengan cerita yang dinamis dan menginspirasi hingga akhir.
Pada tahun 1990, Jon (Andrew Garfield) yang akan berusia 30 bekerja paruh waktu di restoran sambil mempersiapkan musikal fiksi ilmiah Superbia yang ia tulis selama lebih dari delapan tahun. Sebagai talenta muda yang menjanjikan, ia masih mencari uang untuk bisa memproduksi karya teater pertamanya.
Ia frustasi karena masih belum menemukan lagu pamungkas yang pas untuk melengkapi musikal tersebut. Kecemasannya tersebut berdampak buruk pada hubungannya dengan teman sekamarnya, Michael (Robin de Jesús) dan kekasihnya, Susan (Alexandra Shipp) yang mendapatkan pekerjaan di kota lain.
Bagi Jon, waktu berlalu detik demi detik di mana ia tertekan untuk bisa melengkapi musikal tersebut sebelum presentasi pertama yang dihadiri oleh produser besar di Broadway. Hingga akhirnya ia mendapatkan inspirasi di saat-saat terakhir. Tapi presentasi tersebut tak seperti yang diharapkannya.
Kepiawaian Andrew Garfield
Andrew Garfield menggebrak sebagai Jonathan Larson. Menggambarkan karakter yang baik hati, keras kepala dan bersedia mengejar obsesinya dengan segala perjuangannya. Karakter yang terasa dalam film Andrew lainnya, semisal The Amazing Spider-Man (2012), 99 Homes (2014), hingga Under the Silver Lake (2018).

Bukan hanya mengungkapkan tentang bagaimana ia mengembangkan musikal Superbia, tapi Andrew dan Lin-Manuel juga mengumpulkan tentang bagaimana kehidupan generasi muda yang ingin menggapai mimpinya di New York era 90-an serta krisis AIDS yang melanda teman-temannya.
Mereka yang hidup di era 90-an akan menyadari beragam detail menawan yang diberikan. Termasuk koleksi buku, kaset, dan piringan hitam yang dipenuhi musik punk dan rock klasik di tahun 1980-an. Termasuk tampilan dan nuansa dari sebuah musik video khas MTV dari satu soundtrack rap dalam film ini.
Pertunjukkan tick, tick… boom aslinya adalah drama musikal yang dibuat oleh Jonathan Larson, menggambarkan tentang seorang komposer muda bernama Jon dengan teman sekamarnya Michael dan kekasihnya, Susan.
Film ini mengisahkan tentang interpretasi dari musikal di atas panggung yang mengungkapkan apa yang terjadi pada ketiga orang tersebut. Sehingga semua yang terjadi di dalam film merupakan fantasi dan bukan penggambaran sebenarnya mengenai Larson.

Oleh karena itu, tak semua bagian dalam film tick, tick… boom! ini bisa menyenangkan penonton umum. Apalagi dengan narasi yang sebagian besar mengalir berdasarkan lagu-lagu Jonathan Larson. Sedikit terasa artistik, bagaikan fragmen yang terpecah dan dikumpulkan menjadi sebuah kisah utuh.
Ode dari kreator ke kreator
Jonathan Larson dikenal sebagai salah satu talenta muda berbakat yang dimiliki oleh Broadway. 8 tahun sejak lulus dari Universitas Adelphi, Larson mendapatkan reputasi tinggi di komunitas teater New York. Di tengah perjuangannya, karya pertamanya berjudul Rent tayang selama 12 tahun di Broadway sejak tahun 1996.
Sedangkan Lin-Manuel Miranda yang terinspirasi oleh Rent mulai mengembangkan musikalnya sendiri yang nantinya menjadi salah satu drama terpopuler di Broadway berjudul In the Height. Ia berumur 28 tahun ketika In the Heights memenangkan penghargaan Musik Terbaik di Tony Awards.

Ia bekerja sama dengan penulis skenario Steven Levenson yang membantu Miranda mengubah karya Jonathan Larson menjadi sebuah film biografi musikal. Menceritakan bagaimana sang komposer melewati tahun terpenting dalam hidupnya, ketika ia hampir meninggalkan mimpinya menjadi penulis naskah drama di Broadway.
Sama-sama berjuang dari ranah teater dan Broadway, Lin mampu mengadaptasi perjuangan Jon untuk memproduksi drama pertamanya. Mempersembahkan sebuah penghargaan untuk memperingati salah satu mentor dan idolanya yang harus meninggal di usia yang sangat muda.
Ada banyak cameo maupun easter egg yang merujuk pada musikal Larson sebelumnya, yaitu Rent. Serta munculnya nama besar di dunia teater Broadway, mulai dari penulis naskah, komposer, hingga aktor peraih Tony Awards, penghargaan tertinggi untuk teater Broadway.

Beberapa di antaranya yaitu Adam Pascal, Daphne Rubin-Vega, dan Wilson Jermaine Heredia yang merupakan aktor utama dari musikal Rent ketika pertama kali dirilis tahun 1996. Begitu pula Steven Sondheim asli yang berbicara memuji karya Larson melalui telepon.
“Aku tak sempat berbicara denganmu setelah presentasi. Tapi aku cuma ingin mengatakan bahwa (musikal) tersebut sangat mengagumkan. Selamat.”
Stephen Sondheim.
Perjuangan quarter life crisis
Yang membuat film ini menjadi salah satu film terbaik 2021 bukan hanya pada perjuangan Larson untuk mendapatkan tempat dan dikenal di ranah teater. Tapi juga memperlihatkan bagaimana setiap orang, bukan hanya Larson, mencari tahu apa yang harus mereka lakukan dalam kehidupan mereka.
Lin-Manuel menggambarkan kebingungan yang menimpa orang-orang ketika menginjak usia 30. Bukan hanya Jon, tapi juga teman-temannya. Membandingkannya dengan Paul McCartney yang sudah membuat lagu terakhirnya dengan The Beatles pada umur 27 tahun, atau orang-orang dengan pekerjaan yang mapan dan mendapatkan kehidupan yang mereka inginkan.

Quarter life crisis yang seringkali menghantui generasi muda ketika menginjak umur 25-30 tahun. Terombang-ambing antara passion yang diinginkan atau mencari uang untuk sekadar bertahan hidup. To make ends meet.
Di satu sisi Jon yang dianggap bertalenta oleh orang-orang disekitarnya harus memikirkan kelanjutan kisah dan lagu dari musikal yang dibuatnya. Tapi disisi lain, ia pun harus mengumpulkan uang untuk bisa menyewa musisi tambahan dalam musikal tersebut.
Begitu pula dengan dua karakter lain yang menemani kehidupan Jon; Michael yang merupakan seorang mantan aktor medioker yang akhirnya menjadi eksekutif di sebuah perusahaan periklanan, serta Susan, seorang dancer berbakat yang harus mencari pekerjaan lain akibat cedera yang dialaminya.

Film ini ingin memperlihatkan bahwa usia bukanlah menjadi tolak ukur untuk pencapaian maupun kesuksesan seseorang. Umur 30 bukan batasan agar bisa untuk terus berkembang dan mencari tahu apa yang bisa dilakukan di kehidupan.
Meski terkesan ironi mengingat Jon meninggal di usia yang sangat muda, yaitu 35 tahun akibat diseksi aorta. Tapi pada akhirnya, ia berhasil menghadirkan sebuah karya yang membuat namanya diabadikan sebagai salah satu penulis dan komposer terbaik.
Bagi penggemar teater dan penyuka seni, film tick, tick… boom! bisa menjadi tontonan yang menyenangkan sekaligus menginspirasi. Bukan hanya sebagai ode untuk mengenai salah satu komposer terbaik Broadway, tapi juga menjadi penyemangat bagi Jonathan Larson-Jonathan Larson lainnya.
Genre: Drama, Musikal
Sutradara: Lin-Manuel Miranda
Penulis: Steven Levenson
Pemeran: Andrew Garfield, Alexandra Shipp, Robin de Jesus

