Review Film The Platform: Penuh Kritik dan Menggelitik

pembahasan film the platform

Belum lama ini, Netflix merilis sebuah film menarik lainnya di deretan koleksi mereka. Film Yang bisa ditonton di Netflix sejak 20 Maret 2020 lalu ini memiliki judul asli El Hoyo di negara aslinya, Spanyol. Cerita yang sangat menarik dari film ini ditulis oleh Pavid Desola dan Pedro Rivero dan disutradarai oleh Galder Gastelu-Urrutia. Film The Platform ini bercerita tentang sebuah penjara dystopian dengan konsep bangunan vertikal di mana sel tahanan bertumpuk satu sama lain.

Masing-masing lantai hanya terdiri dari satu sel penjara yang berisikan dua orang tahanan dan terdapat lubang menganga berbentuk persegi di tengah lantainya. Melalui lubang itulah, sebuah panggung (platform) membawa berbagai jenis makanan dan akan berhenti untuk beberapa menit di setiap lantainya agar para tahanan bisa makan. Dengan konsep seperti ini, otomatis lantai 1 akan mendapat makanan utuh fresh from the oven, lantai kedua mendapatkan sisa dari lantai satu, lantai 3 mendapat sisa dari lantai 2, dan seterusnya.

Apakah makanan tersebut bisa sampai pada lantai dasar? Di sinilah masalahnya terjadi.

Di antara para tahanan sendiri tidak ada yang yakin dengan jumlah lantai di penjara tersebut, dan orang-orang di lantai atas cenderung tamak saat makan dan tidak memikirkan nasib tahanan di bawahnya.

Lalu, apa yang diperbuat oleh tokoh utama kita?

Goreng (Ivan Missague), adalah seorang tahanan lantai 48 yang secara sukarela menjadi tahanan selama 6 bulan dengan iming-iming gelar Diploma setelah keluar dari penjara tersebut. Tidak dijelaskan mengapa ada bentuk transaksi yang aneh tersebut di dalam film, yang jelas Goreng bukanlah seorang kriminal sehingga ia dihukum penjara.

Goreng menghabiskan waktunya di penjara dengan berganti-ganti pasangan kamarnya karena alasan-alasan yang akan menjadi spoiler jika disebutkan di sini. Bersama dengan beberapa tahanan lainnya, ia berniat untuk melakukan perubahan dengan tujuan pemerataan distribusi makanan di tempat yang memiliki kesenjangan kelas yang nyata ini.

BACA JUGA  Bahas One Piece Chapter 935 - Karakter Queen yang Mengejutkan

Jadi, bagaimana Mariviu menilai film ini?

The Platform menawarkan premis yang menggelitik. Keseluruhan cerita film ini adalah sebuah alegori dari fakta kehidupan kapitalisme kesenjangan sosial yang terjadi di dunia saat ini. Kesenjangan tidak hanya antara yang kaya dan miskin, tapi juga yang lebih dekat pada akses sumber daya dan yang tidak.

Kesenjangan terjadi karena tidak adanya rasa peduli dari pihak yang lebih memiliki akses terhadap yang tidak memiliki akses.

Meskipun begitu, yang menggelitik adalah, film The Platform tidak hanya mengkritisi sistem kapitalisme dan kesenjangan sosial, namun juga di saat bersamaan mengkritisi ide sosialisme yang digadang-gadang mampu menyelesaikan permasalah tersebut.

The Platform menyampaikan bahwa meskipun memiliki niat yang baik, para petinggi gerakan sosialisme seringkali terpeleset menjadi seorang tiran dan berujung membunuh orang-orang yang ingin mereka tolong. Hal ini lah yang menggelitik pikiran sekaligus menjadi refleksi mendalam dari film The Platform.

pembahasan Isu kapitalisme dalam film The Platform
Kapitalisme vs Sosialisme via Investopedia.com

Tidak hanya menawarkan konsep cerita yang menarik, film ini juga dibalut dengan cara penarasian yang apik. Bagaimana tidak, film berdurasi satu setengah jam (94 menit) ini memuat cerita perjuangan Goreng untuk bertahan hidup di penjara tersebut selama 6 bulan. Waktu yang cukup lama untuk sebuah film.

Namun hebatnya, waktu 6 bulan tersebut diceritakan dengan kecepatan yang sangat pas, tidak terlalu dipadatkan dan tidak terlalu lompat-lompat. Jika diperhatikan baik-baik, masing masing bulannya menjadi seperti babak dalam sebuah drama dalam hidupnya Goreng di penjara vertikal.

Dari konsep penjara yang bertingkat ke atas hingga menu hidangan yang disajikan untuk tahanan, film ini memuat banyak sekali simbol-simbol yang dapat digali lebih dalam makna konotasinya. Belum lagi fakta bahwa film ini ditutup dengan pola open ending yang tentu saja semakin membuka ruang diskusi selebar-lebarnya untuk memperdebatkan makna ending tersebut dan apa yang kira-kira terjadi setelahnya.

BACA JUGA  Bahas One Piece Chapter 956: Dunia One Piece Menuju Chaos!

Dan agaknya diskusi serta adu argumen itulah yang terjadi saat ini di situs-situs maupun di forum-forum diskusi perfilman. Mungkin nanti akan ada artikel berikutnya di Mariviu dimana kita membahas simbol-simbol yang muncul di sepanjang film dan apa maknanya berdasarkan pemahaman versi Mariviu.

isu yang diangkat film the platform
Cuplikan tokoh Miharu (Alexandra Masangkay) duduk di atas makanan via Nowtorononto.com

Film ini sendiri memiliki satu hal yang agaknya perlu untuk lebih diperjelas, yaitu kedalaman latar belakang cerita. Misalnya, ada sistem apa sehingga bisa terjadi transaksi aneh di mana mengajukan diri untuk dipenjara selama 6 bulan akan dihadiahi sebuah sertifikat gelar Diploma. Atau kejadian apa yang melatar belakangi diciptakannya penjara dengan konsep vertikal tersebut. Mungkin, latar belakang yang lebih diperjelas ini bisa menambah dimensi interpretasi tersendiri bagi penonton.

Kesimpulan

Di masa-masa krisis akibat pandemi virus Corona (COVID-19) ini, keputusan Netflix untuk memasukkan The Platform ke dalam daftar koleksinya juga menjadi bahan diskusi tersendiri di tengah penonton dan pegiat film.

Sam Jones, seorang kontributor The Guardian, menyatakan bahwa film ini mendapatkan sorotan publik yang lebih tinggi karena memiliki kedekatan isu dengan apa yang terjadi di dunia saat ini. Dimana keserakahan dan keegoisan masyarakat kelas atas yang memborong semua kebutuhan pokok (panic buying) hanya karena mereka lebih dekat dengan akses dan memiliki sumber daya yang melimpah untuk membelinya.

Entahlah apakah ini memang kebetulan dan Netflix sudah memproses urusan administrasi hak tayang film ini jauh-jauh hari, atau memang disengaja untuk menyajikan representasi pedih dari apa yang sedang kita lihat pada kenyataan saat ini. Agaknya hal ini biarlah tetap menjadi rahasia, sehingga spekulasi-spekulasi liar tetap wara-wiri kesana-kemari, untuk mempertahankan ruang diskusi terhadap film The Platform ini.

BACA JUGA  Post Credit Stranger Things Season 3: Siapa “Tahanan Amerika” Itu?

Terakhir, Mariviu memberi peringatan penting sebelum kamu memutuskan untuk menonton film The Platform: film ini sangat eksplisit secara visual. Kamu akan melihat darah, daging, pembunuhan, mutilasi, dan sebagainya tanpa sensor sedikitpun. Maka, jika kamu adalah orang yang sensitif terhadap hal tersebut, ada baiknya untuk mempertimbangkan kembali keputusanmu untuk menonton film The Platform. Tapi jika kamu adalah orang yang menyukai film-film “berani”, go for it! Tonton filmnya, dan sampaikan pandanganmu tentang makna dari ending film The Platform ini di komentar di bawah!

Rating: 8/10

Genre: Horror, Sci-fi, Thriller

Sutradara: Galder Gaztelu-Urrutia

Penulis: David Desola (screenplay), David Desola (cerita)

Bintang: Ivan MassaguéZorion EguileorAntonia San Juan

Review Overview
  • 8/10
    Film bagus! - 8/10
8/10

Summary

FIlm The Platform hadirkan konsep cerita menarik tentang penjara futuristik yang mencerminkan isu sosial yang sangat dekat dengan fenomena saat ini. Sebuah film yang eksplisit, provokatif, dan juga mengundang diskusi.

Sending
User Review
0/10 ( votes)

Mahasiswa pascasarjana Kajian Wilayah Amerika di salah satu universitas di Indonesia. Mulai menyelami buku-buku sejak SMP diawali dari novel Lupus dan kemudian kuliah S1 di jurusan Sastra. Aktif meresensi buku melalui Instagram dan Youtube.