Review Film Sonic the Hedgehog (2020): Salah Satu Alihwahana Game yang Sukses

Jim Carrey stole the show!

Sonc dan Jim Carrey

Sebagai properti asli SEGA, Sonic masih menjadi salah satu video game populer di seluruh dunia. Dan film Sonic the Hedgehog berjuang untuk melepaskan stigma alihwahana film dari video game tak selalu mulus. Seperti Detective Pikachu (2018), Sonic bisa dibilang mampu memberikan tontonan yang menghibur meski dengan beberapa ketimpangan yang terasa.

Film ini dibuka dengan kisah Sonic, seekor landak (atau hedgehog) kecil yang memiliki kecepatan luar biasa. Diburu karena kekuatannya, dia pun dikirim ke Bumi melalui sebuah portal yang terbuat dari cincin. Dia pun terdampar di sebuah kota kecil Green Hill, dan menghabiskan 10 tahun di sana. Hingga akhirnya ledakan kekuatannya membuat Pentagon mencarinya.

Sonic dan cincin
via Paramount Pictures

Datanglah Dr. Robotnik (Jim Carrey), ilmuwan jenius yang ingin mengetahui asal ledakan. Ketika akan melarikan diri ke planet lain, dia pun dibius oleh Tom Wachowski (James Marsden) yang terkejut melihatnya. Hal ini membuat Sonic kehilangan sekantung cincin dimilikinya. Dikejar oleh Dr. Robotnik, Wachowski pun menemaninya mencari cincin yang hilang.

Sonic asli video game

Desain baru Sonic yang lebih menggemaskan memang menutupi plot yang terlalu lurus serta karakter lain yang hanya terbagi menjadi ‘baik’ dan ‘jahat’.

Dr. Robotnik dijelaskan sebagai ilmuwan jahat yang melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Sedangkan sheriff Tom digambarkan sebagai pahlawan yang selalu ingin membantu orang lain. Dan pertemanan Sonic dengan sheriff Tom beserta pertengkaran kecil mereka menjadi kombinasi yang apik.

Penggambaran karakter Sonic yang selalu terburu-buru (well, karena dia cepat?) dan tak henti-hentinya ‘show-off’ diambil langsung dari video game-nya. Sifat anak-anaknya dan arogansinya pun dimasukkan ke dalam plot.

Sonic the Hodgehog
via Paramount Pictures

Namun ada sedikit perbedaan. Dalam film dijelaskan bahwa Sonic kecil dijaga oleh seekor burung hantu Longclaw. Longclaw-lah yang memberikan sekantung cincin emas yang menjadi portal bagi Sonic berpindah tempat. Tapi Longclaw tak pernah ada dalam semesta Sonic. Hanya ada ‘burung hantu tua’ yang pernah hadir di serial animasi Sonic tahun 1996.

Plot film ini mudah dimengerti serta cerita yang ringan. Tak terlalu banyak mengandalkan twist. Yang membuat alurnya sedikit “rumit” hanya sedikit flashback di awal cerita, sama seperti Deadpool 2 (2018).

Ada banyak jokes dan referensi yang diambil dari dunia nyata. Sampai-sampai menyebut-nyebut nama The Rock sebagai Presiden Amerika (jokes-nya sudah ada di trailer).

James Marsden dalam film Sonic the Hodgehog
via Paramount Pictures

Tapi yang paling menyita perhatian tentu saja adegan dimana Sonic mampu membuat semua orang yang ada di sekitarnya bergerak sangat lambat, seperti adegan slow-mo yang dipopulerkan oleh X-Man: Days of Future Past (2014). Adegan ini cukup menarik dan menjelaskan seberapa cepat Sonic, walaupun sedikit terlalu lama. Yah, untuk tontonan anak-anak, who cares?

Fim untuk fans atau penonton?

Sosial media dibuat gempar setelah trailer pertama film Sonic the Hedgehog meluncur di dunia maya. Sebagian besar penggemar Sonic bahkan membuat petisi kepada Paramount untuk memperbaiki desain CGI-nya.

Paramount akhirnya menunda tanggal perilisan film dan menggandeng animator Tyson Hesse, Direktur Seni dari game Sonic Mania Adventures untuk memimpin desain ulangnya. Tak hanya memberikan desain yang lebih berterima oleh penggemar Sonic di seluruh dunia, tetapi juga menyelamatkan film tersebut. Entah apa yang terjadi jika Tyson tak memperbaiki desainnya.

film Sonic the Hodgehog
via Paramount Pictures

Jelas terlihat bagaimana Pramount sangat ingin membuat film yang disukai oleh semua kalangan, dari penggemar berat sampai penonton muda yang menjadi target film ini. Cerita dibuat seringan mungkin, diselingi adegan aksi yang komikal, tanpa memperhatikan miss dalam adegan.

Ada adegan yang terkesan tak terkoneksi dengan baik. Terlihat sekilas, tapi ada kalanya kamu bisa menengok kumis Dr. Robotnik yang terbelah dalam satu adegan tapi menyatu lagi di adegan selanjutnya. Atau mobil dalam layar yang memiliki pergerakan berbeda dengan aslinya.

Dan tentu saja, Jim Carrey tampil… layaknya Jim Carrey pada umumnya. Meledak-ledak dan mengubah semua baris dan kalimat menjadi lawakan. Tak mengherankan jika sutradara Jeff Flower tak bisa membendung gaya nyentrik aktor kawakan ini. Hanya saja ini Jim Carrey. Dan porsinya hampir menyita keseluruhan plot dan cerita.

Jim Carre
via Paramount Pictures

Memang susah membawa iterasi game yang populer sejak pertama diperkenalkan 1991 silam. Terlepas dari berbagai keanehan, dari adegan maupun cerita yang biasa, namun film ini cukup menghibur dari awal sampai akhir. Bukannya tontonan yang mengasyikan adalah sesuatu yang menghibur?

Secara keseluruhan, film Sonic the Hedgehog bisa dibilang salah satu alihwahana video game yang cukup baik. Tapi Flower seakan ragu membawa kemana fokus cerita: penggemar Sonic atau penonton baru. Sangat menyenangkan untuk tontonan keluarga, tapi mungkin terasa kurang dari keseluruhan cerita.

Rating: 6.5/10

Genre: Petualangan, Komedi

Sutradara: Jeff Fowler

Penulis: Patrick CaseyJosh Miller

Pemeran: Ben SchwartzJames MarsdenJim Carrey

Review Film
  • 6.5/10
    Film Oke - 6.5/10
6.5/10

Summary

Secara keseluruhan, film Sonic the Hedgehog bisa dibilang salah satu alihwahana video game yang cukup baik. Tapi Flower seakan ragu membawa kemana fokus cerita: penggemar Sonic atau penonton baru. Sangat menyenangkan untuk tontonan keluarga, tapi mungkin terasa kurang dari keseluruhan cerita.

Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.