Film Operation Fortune: Ruse de Guerre dibintangi Jason Statham dan beberapa aktor yang banyak tampil dalam karya lain sang sutradara, Guy Ritchie. Hadir sebagai kisah spy thriller yang membawakan komedi aksi, film ini dibuat ringan dan cukup menyenangkan untuk penonton netral.
Sinopsis Film Operation Fortune: Ruse de Guerre
Orson Fortune (Jason Statham) merupakan kontraktor swasta yang sering dipanggil untuk menjalankan misi dari pemerintah Inggris. Kali ini ia diminta untuk menyelidiki sekelompok penjahat yang mencuri hasil penyelidikan ilmuwan Inggris yang disebut dengan The Handler.

Ia ditugaskan bersama dengan Sarah Fidel (Aubrey Plaza), seorang ahli teknologi dan mantan mata-mata serba bisa, J.J. Davies (Bugzy Malone). Hingga akhirnya mereka menemukan bahwa satu-satunya petunjuk adalah seorang miliarder kaya, Greg Simmond (Hugh Grant).
Untuk masuk ke dalam lingkungan Greg, mereka lalu memeras Danny Francesco (Josh Harnett), seorang aktor yang dikagumi oleh Greg. Danny diminta untuk mendekati Greg, dimana mereka mencari bukti sekaligus petunjuk mengenai barang curian tersebut.
Komedi aksi yang ringan
Jason Statham kembali sebagai karakter protagonis jago berantem layaknya James Bond bersama dengan Aubrey Plaza dan Hugh Grant dalam film aksi komedi khas Guy Ritchie. Yah, tak terlalu jauh berbeda dengan karya Ritchie dan Statham sebelumnya, Wrath of Man (2021).

Tak ubahnya dengan film bertema aksi dan thriller lainnya, film ini menyuguhkan ledakan, adegan baku hantam dan tembak menembak yang seru. Menegangkan, meski tak terlalu fokus pada plot dengan intensitas tinggi.
Kesan komedi lebih banyak muncul, sebagian besar melalui dialog antar karakter dan jokes one liner yang cukup menghibur. Setidaknya untuk penonton biasa yang mencari tontonan yang ringan, tak terlalu penuh sesak dengan aksi extravaganza dan plot berat.
Sebagian karakter memiliki daya tariknya tersendiri. Namun Sarah diperankan dengan apik oleh Aubrey Plaza. Berganti-ganti dari kesan serius jadi karakter cewek valley girl yang berisik, hingga wanita menawan dengan suara yang seksi dan menggoda.

Tapi selain itu, tak banyak yang disuguhkan oleh Ritchie dalam hal premis maupun plot secara keseluruhan. Dimana ia masih bertumpu pada penceritaan khas spy dan thriller gaya lama dengan balutan sedikit plot twist di bagian akhir.
Karakter Orson Fortune sendiri lebih cocok dijadikan sebagai gabungan beberapa protagonist di film aksi, dengan setelan formal dan jas yang lekat dengan persona Statham. Digabungkan dengan cerita yang terlampau ringan, film ini jelas diperuntukkan bagi penonton yang hanya ingin dihibur.
Awal dari franchise baru
Guy Ritchie memang tak asing lagi dengan genre aksi dan thriller yang dipadukan dengan komedi. Deretan film aksinya membentang dari Sherlock Holmes (2008) bersama Robert Downey Jr., The Man from U.N.C.L.E (2015), sampai dengan Wrath of Man (2019).

Namun dari sekian banyak film yang pernah disutradarainya, Operation Fortune bisa dibilang lebih banyak dibuat untuk ‘bersenang-senang’ dengan gaya aksi yang tak terlalu bombastis dan dipadukan dengan komedi dan dialog yang condong ke arah witty atau jenaka.
Untuk penonton yang menginginkan genre aksi penuh baku hantam dan thriller yang menegangkan, film ini mungkin tak terlalu memuaskan dahaga. Tapi Operation Fortune masih cukup menawan sebagai pilihan film aksi yang ringan dan menyenangkan.
Film ini memiliki banyak referensi jokes dan dialog dewasa. Dan mungkin dianggap terlalu vulgar sehingga ada beberapa adegan yang dipotong untuk penonton di Indonesia. Meski hal tersebut terasa sangat biasa di film Hollywood.

Sama seperti kebanyakan film baru saat ini, Ritchie mempersiapkan Orson dan kelompoknya untuk cerita selanjutnya. Mengingat film ini memiliki potensi sebagai franchise aksi komedi baru milik Ritchie.
Secara keseluruhan, film Operation Fortune: Ruse de Guerre bukan karya terbaik Guy Ritchie di tengah deretan filmnya yang lain. Namun masih tetap menyenangkan dan menghibur bagi penonton yang hanya ingin menikmati aksi dan komedi dari genre spy ini.
Genre: Aksi Komedi
Sutradara: Guy Ritchie
Penulis Naskah: Guy Ritchie, Ivan Atkinson, Marn Davies,
Pemeran: Jason Statham, Aubrey Plaza, Hugh Grant

