Film Mirai no Mirai (2018) – Kisah Surreal tentang Arti Penting Keluarga

poster film Mirai (2018)

Film Mirai (2018) atau disebut juga Mirai no Mirai merupakan sebuah animasi yang menggambarkan kehidupan keluarga dari perspektif anak-anak. Menghadirkan premis yang baru, atau jarang ditampilkan oleh film animasi saat ini, Mirai menggarisbawahi pentingnya keluarga yang memberi pengalaman pertama tentang kehidupan manusia.

Sebagai salah satu nominasi penghargaan Oscar tahun ini, Mirai beradu dengan nama-nama besar seperti Spider-Man: Into the Spider Verse, Ralph Break the Internet, hingga Incredibles 2. Nominasi Oscar kedua dari sebuah studio kecil di Jepang, Studio Chizu, yang juga menjadi otak dibalik Wolf Children dan The Boy and the Beast yang pernah mendapatkan nominasi Oscar untuk Film Animasi Terbaik pada 2015 lalu.

review film mirai no mirai indonesia
via Studio Chizu

Merupakan film ketiga yang ditulis dan disutradarai langsung oleh Mamoru Hosada setelah dua animasi Studio Chizu lainnya, film Mirai mengisahkan tentang Kun, seorang anak berumur empat tahun yang mendapatkan seorang adik perempuan bernama Mirai yang baru lahir. Cemburu karena kasih sayang orang tuanya teralihkan kepada adik barunya, ia akhirnya mendapatkan berbagai pengalaman penuh keajaiban dari keluarganya di masa lalu dan masa depan.

Berbeda dengan sebagian besar pesaingnya untuk Oscar kali ini, film ini memang tidak mengantarkan satu plot dengan satu garis lurus, tetapi menggunakan beberapa fragmen layaknya episode dalam sebuah animasi pendek. Tetapi semuanya berhubungan dengan perjalanan Kun dan rasa cemburunya terhadap adik barunya.

Setiap fragmen memiliki sebuah set up untuk menjelaskan masalah yang dialami oleh Kun. Setelah itu, (anehnya) set up tersebut akan berhubungan dengan perjalanan Kun melalui pohon Ek yang berada di tengah rumahnya, membawanya dalam perjalanan menyusuri waktu. Kita akan melihat Mirai yang sudah menjadi remaja memanggil ‘Kakak’ pada Kun yang baru berumur empat tahun di masa depan, atau bagaimana penggambaran Jepang setelah Perang Dunia II di masa lalu.

review film mirai no mirai 2018
via Studio Chizu

Menariknya, hampir semua karakter yang ditampilkan sepanjang cerita merupakan bagian dari keluarga Kun. Menegaskan andil keluarga – secara literal – dalam perkembangan emosional Kun. Mulai dari ayah dan ibu, kakek dan nenek, serta kakek buyut Kun memberikan perspektif baru bagi si bocah dalam menghadapi masalah-masalah yang dihadapinya.

Pohon Ek atau Oak menjadi bagian penting dalam plot serta premis film. Bisa dibilang, pohon ini merupakan representasi waktu dan penggambaran “pohon keluarga” yang sebenarnya. Tetapi jangan takut, apa yang membuat pohon ini menjadi spesial juga akan dijelaskan pada akhir cerita.

Film Mirai dan kesan surreal dunia nyata

Daya tarik Mirai bukan hanya kesan surreal yang didapatkan, tetapi juga bagaimana premis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari bisa menjadi sebuat plot yang menghanyutkan. Bisa dibilang, film Mirai adalah salah satu dari sedikit animasi yang bisa lebih dinikmati oleh orang tua dibandingkan anak-anak; betapa beratnya membesarkan anak dan menyeimbangkannya dengan pekerjaan dan kehidupan lainnya.

ulasan film mirai no mirai
via Studio Chizu

Tidak sepenuhnya sempurna, karena bagian akhir menjadi salah satu masalah, jika tidak ingin disebut sebagai kekurangan, dari alur yang sudah dibangun dari awal. Berbeda dari Kimi no na Wa dengan emosi yang tetap naik bahkan hingga akhir cerita, bagian akhir film Mirai lebih menjadi penjelasan bagi pertanyaan-pertanyaan di awal cerita.

Namun jangan salah, kesan yang menyentuh tetap hadir hingga akhir. Bahkan bisa dibilang, Mirai meninggalkan kesan menyentuh tentang kehidupan keluarga hingga kredit akhir ditampilkan. Mengeluarkan kembali perasaan hangat yang seringkali terlupakan tentang betapa pentingnya keluarga bagi kehidupan kita.

review film mirai no mirai indonesia
via Studio Chizu

Secara keseluruhan, film Mirai merupakan jalan terbaik untuk menggali kembali betapa pentingnya dan menyenangkannya berada dalam sebuah keluarga. Melalui film ini, Mamoru Hosada mengingatkan kembali bahwa keluarga merupakan tempat kita tumbuh dan berkembang, meskipun ada banyak pertengkaran serta ego yang tertahan.

Mirai adalah sebuah animasi keluarga yang akan membangkitkan perasaan hangat bagi mereka yang jarang bertemu dengan keluarga.

Rating: 4/5


Genre: Animasi, Comedy, Family

Sutradara: Mamoru Hosoda

Penulis: Mamoru Hosoda

Pengisi Suara: Moka Kamishiraishi, Haru Kuroki, Gen Hoshino, Kumiko Aso

Review Overview
  • Rating Film
4

Kesimpulan

Jarang ditampilkan oleh film animasi saat ini, Mirai (2018) menggarisbawahi pentingnya keluarga yang memberikan pengalaman pertama tentang kehidupan manusia. Melalui film ini, Mamoru Hosada mengingatkan kembali bahwa keluarga merupakan tempat kita tumbuh dan berkembang, meskipun ada banyak pertengkaran serta ego yang tertahan. Sebuah animasi keluarga yang akan membangkitkan perasaan hangat bagi mereka yang jarang bertemu dengan keluarga.

Sending
User Review
5 (1 vote)

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.