Review Film Hunt (2022): Drama Spionase Dibalut Motif Tersembunyi

Film Hunt menghadirkan drama penuh motif tersembunyi dengan tempo yang cepat karya perdana aktor Squid Game (2021), Lee Jung-jae, yang juga berperan sebagai pemeran utama. Lebih intens melalui mind games dan twist yang menyenangkan dalam narasi heroik tentang kondisi geopolitik Korea Selatan yang memanas di era 1980-an.

Sinopsis film Hunt

Dibuka dengan percobaan pembunuhan presiden Korea Selatan di Washington DC, Amerika, dua petinggi badan intelijen Korea Selatan KCIA terlibat ketegangan di mana keduanya saling menyalahkan, yaitu Divisi Luar Negeri Park Pyung-ho (Lee Jung-jae) dan Divisi Domestik Kim Jung-do (Jung Woo-sung).

Lee Jung-jae dan Kim Woo-sung di film Hunt 2022
via Sanai Pictures

Kedua divisi tersebut mendapatkan perintah untuk menangkap mata-mata Korea Selatan dengan kode Donglim yang masuk ke dalam tubuh KCIA. Mereka lalu ditugaskan untuk menyelidiki satu sama lain; Park menyelidiki unit Domestik dan Kim disuruh menyelidiki unit Luar Negeri.

Ketidakpercayaan antara keduanya semakin memanas ketika mereka sama-sama menemukan petunjuk yang menjurus pada keduanya. Hingga akhirnya mereka mengetahui plot lain tentang rencana pembunuhan presiden Korea Selatan berikutnya.

Intens dan kompleks

Film Hunt merupakan debut pertama Lee Jung-jae sebagai sutradara. Pemeran utama serial Netflix Squid Game ini mampu menawarkan sebuah film mata-mata bertempo cepat yang penuh aksi dan twist bertebaran di sepanjang cerita.

Sebuah aksi spionase tentunya tak lepas dari misteri, adu siasat, serta twist yang mengejutkan. Beberapa momen dan twist penting di dalam film Hunt terasa mengesankan, pas untuk menahan penonton duduk tenang selama pemutarannya.

Lee Jung-jae di film Hunt 2022
via Sanai Pictures

Mengalir tepat dua setengah jam, plot mengalir sangat cepat hingga bagaikan tak terasa. Pasalnya film ini menampilkan tiga tahun pergerakkan militer sekaligus Korea Utara yang merencanakan pembunuhan presiden Chun Doo-hwan.

Ketegangan menjadi kekuatan utama dari penyutradaraan Lee. Di mana hanya sedikit waktu tersedia untuk menghela nafas, sebelum akhirnya dipertemukan lagi dengan adegan-adegan yang intens hingga film ini berakhir.

Ceritanya terlampau padat, seperti halnya tontonan aksi spionase lainnya, semisal seri film Bourne. Penuh pengkhianatan serta kompleksitas geopolitik Korea Selatan tahun 80-an yang mungkin tak begitu jelas dalam sekali tonton. Didukung sinematografi andal dan setting yang menawan mengajak penonton ke era 80-an dengan segala konflik dan teknologinya.

Park Pyong-ho dan Kim Jung-do
via Sanai Pictures

Highlight dari film ini tentunya perseteruan antara dua kolega, Park Pyung-ho yang diperankan Lee Jung-jae serta Kim Jung-do yang diperankan Jung Woo-sung. Dua aktor kenamaan Korea ini beradu akting dalam pertikaian dingin antara dua kolega yang saling mencurigai satu sama lainnya.

Diambil dari kisah nyata

Film Hunt diambil berdasarkan kisah nyata tentang kepemimpinan Presiden Chun Doo-hwan, mantan pemimpin militer yang menjadi presiden atas coup d’é·tat dari presiden sebelumnya, Choi-Kyu-hah. Presiden Choi memimpin beberapa bulan setelah menggantikan Presiden Park Chung-hee yang dibunuh pada tahun 1979.

film Hunt 2022
via Sanai Pictures

Latar dari film ini fokus pada tiga peristiwa bersejarah di Korea, yaitu Gwangju Movement di mana militer mengambil alih kuasa Presiden sebelumnya (1980), pengkhianatan pilot pesawat tempur Korea Utara (1983), serta percobaan pembunuhan Presiden Chun di Burma (1983).

Karena itu, tidak semua narasi cerita bisa dengan mudah ditangkap. Apalagi plot yang kompleks dan bergulir dengan cepat, film ini bukanlah santapan penonton yang hanya menginginkan aksi baku hantam saja.

Go Yoon-jung sebagai Jo Yoo-jeong
via Sanai Pictures

Belum lagi sejarah politik dan kekuasaan Korea Selatan di awal 80-an terasa asing bagi penonton biasa. Kabarnya Lee menambahkan beberapa adegan untuk mempermudah penonton mengerti kondisi dan situasi politik Korea Selatan di masa itu. Terasa dari beberapa adegan selipan yang cukup mempermudah pendalaman narasi dan plot tersebar di sepanjang film.

Intinya adalah menikmati setiap ketegangan dan intensitas yang dibawakan tanpa harus memahami setiap detail peristiwa dan nama. Yah, hasilnya menjadi tontonan yang cukup menyenangkan dan memperkenalkan kondisi politik yang pernah dialami oleh Negeri Ginseng tersebut.

Kelemahan lainnya yang juga sering ditemui pada film Korea Selatan adalah penggunaan CGI yang masih terasa kasar. Terlebih pada third act yang di satu sisi terasa bombastis, tapi di sisi lain menyisakan kualitas editan yang terbatas.

Jung Woo-sung di film Hunt 2022

Dan meskipun drama aksi dikoreografi dengan apik, tapi tak menutup fakta bahwa sebagian adegan terasa dilebih-lebih dan tak logis. Termasuk beberapa kali dua karakter utama tak mengalami cedera parah meski telah disiksa hingga berhadapan dengan bom yang mengancam nyawa.

Film Hunt berhasil membawakan misteri spionase penuh teka-teki dengan plot yang padat, di mana penonton akan dibuat terus menebak siapa musuh di balik selimut yang sebenarnya. Penuh aksi dan intens, film ini tetap jadi tontonan yang berat dan penuh kekerasan dari awal hingga akhir.

Genre: Thriller

Sutradara: Lee Jung-jae

Penulis Naskah: Lee Jung-jae

Pemeran: Lee Jung-jae, Jung Woo-sung, Heo Sung-tae

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 889

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *