Film Bad Boys: Ride or Die menjanjikan cerita baru dari duo Mike dan Marcus yang memberikan pengalaman nostalgia akan cerita dan aksi khas tahun 90-an dengan jokes dan camerawork yang lumayan menggugah untuk sebuah franchise berusia 29 tahun.
Sinopsis film Bad Boys: Ride or Die
Mike (Will Smith) mengakhiri masa lajangnya dan menikah dengan Christine (Melanie Liburd). Tapi di tengah pesta, Marcus (Martin Lawrence) tumbang dan dilarikan ke rumah sakit, dimana ia bermimpi kapten Howard (Joe Pantoliano) yang telah mati mengatakan bahwa ia dibunuh.

Mereka mengetahui bahwa seseorang mengirimkan uang dengan jumlah yang besar ke rekening mendiang Howard, menyebarkan isu bahwa sang kapten merupakan polisi korup dan bekerja sama dengan kartel. Keduanya lalu menginvestigasi anak Howard, Armando (Jacob Scipio).
Mike, Marcus, dan Armando dijebak oleh penjahat dan menjadi buronan kepolisian Miani dan US Marshall. Mereka berjanji untuk membuktikan siapa pelaku sebenarnya dan membersihkan nama Kapten Howard.
Formula lama, eksekusi menjanjikan
Terbilang sukses dengan Bad Boys for Life (2020), Adil El Arbi dan Bilall Fallah kembali mengepalai iterasi keempat dari duo komedi yang saling roasting satu sama lain ini. Bisa dibilang film ini menjadi salah satu film terbaik dari franchise Bad Boys.
Kombinasi Smith dan Lawrence ga perlu dipertanyakan lagi. Keduanya bisa trash talk dan roasting satu sama lainnya dan membuat jokes yang terkadang receh tapi cukup bikin suasana cair dengan celetukan-celetukan yang datang tiba-tiba.

Beberapa karakter lama kembali muncul, termasuk cameo DJ Khalid yang pertama kali muncul di film sebelumnya. Sementara karakter baru cukup memberikan rasa segar pada film ini. Tapi tetap duo Smith dan Lawrence yang menjadi wajah utama.
Yah, ceritanya memang tak begitu kuat, lebih cocok sebagai blockbuster era 90-an yang ringan dan dibombardir aksi dari awal sampai akhir. Premisnya sederhana, entah sudah berkali-kali digunakan dalam film sekuel Hollywood, tapi eksekusinya terasa baru.
Formulanya sama, bagaimana Mike dan Marcus bertindak di luar aturan melakukan apa yang mereka anggap benar. Untuk sebuah popcorn movie, film ini menyajikan sebuah tontonan yang ringan bagi penonton maupun fans setia.
Akankah jadi yang terakhir?
Adil & Bilal sudah tak asing lagi dalam skena film aksi yang penuh adrenalin. Walaupun salah satu film mereka, Batgirl tak jadi tayang, namun mereka menumpahkan rasa baru bagi perjalanan duo Mike dan Marcus, termasuk aksi yang yang menjanjikan.

Kudos bagi Will yang masih bertenaga di umur yang sudah tak lagi muda. Apalagi dengan video behind the scene yang menunjukkan bagaimana pemenang Oscar untuk kategori Best Actor tersebut berperan sembari menggerakkan kamera besar yang dipasang di perutnya.
Bagi penonton yang sudah melihat adegan ini sebelumnya akan disuguhi sequence aksi yang menawan dari point-of-view (POV) Mike, menghasilkan sudut pandang yang keren layaknya sedang bermain game first-person shooter (FPS) seperti Call of Duty atau Apex Legends.
Ketimbang film sebelumnya, tak ada post credit scene di film Ride or Die. Walaupun El Arbi mempersiapkan cerita dimana keduanya mengambil latar di berbagai penjuru dunia. Sementara Smith dan Lawrence sendiri mengungkapkan bahwa mereka punya satu ide lagi untuk film selanjutnya.

Mengibarkan cerita dan vibes film aksi 90-an, Bad Boys: Ride or Die menghadirkan nostalgia dalam keberlanjutkan narasi duo ikon Mike dan Marcus. Menyenangkan dengan koreografi dan camerawork yang kekinian, akankah ini jadi film terakhir dan penutup seri Bad Boys?
Genre: Aksi
Sutradara: Adil El Arbi, Bilall Fallah
Penulis Naskah: Chris Bremner, Will Beall
Pemeran: Will Smith, Martin Lawrence, Vanessa Hudgens

