Review Film Bad Boys For Life (2020): Aksi dan Komedi Terhubung Apik

Butuh waktu lama, tapi sekuelnya tetap memesona.

cover film Bad Boys for Life

Banyak yang menduga film Bad Boys for Life melanjutkan daftar film gagal Will Smith setelah Gemini Man tahun lalu. Namun ternyata chemistry apik Smith dan Martin Lawrence masih mampu menawarkan komedi dan cerita yang menarik sepanjang film. Aksinya juga tak kalah seperti pada saat dibawah arahan Michael Bay. Tak hanya nostalgia, tapi juga menghadirkan drama yang lebih dalam bagi Smith dan Lawrence.

Bad Boys for Life membawa penonton kembali ke kisah duo detektif Miami, Mike Lowrey (Will Smith) dan Marcuss Burnett (Martin Lawrence), tapi kali ini di akhir karir mereka. Burnett ingin pensiun setelah menjadi kakek. Namun Lowrey masih keukeuh membasmi penjahat hingga umurnya 100 tahun. Keadaan memburuk setelah Lowrey ditembak orang tak dikenal dan koma selama beberapa bulan.

Will Smith dan Martin Lawrence film Bad Boys for Life
via Colombia Pictures

Ternyata, sang penembak juga membunuh beberapa anggota polisi hingga hakim. Penelitian dilakukan. Kembali dari rumah sakit, Lowrey ingin mencari penjahat yang menembaknya. Tapi ketika Lowrey mengajak Burnett untuk kembali beraksi, Burnett menolak dan bersikeras menikmati masa pensiunnya di rumah.

Sempat ditentang oleh Kepala Polisi Conward Howard (Joe Pantoliano), Lowrey diperbolehkan menyelidiki kasus ini dan menjadi bagian tim elit AMMO yang dipimpin oleh Rita (Paola Núñez). Bersama tim beranggotakan darah muda Dorn (Alexander Ludwig), Rafe (Charles Melton), dan Kelly (Vanessa Hudgens), mereka menyingkap kejahatan ini dengan gaya baru.

Kembalinya si bandel Lowrey dan Burnett

Absennya Michael Bay setelah membawa film aksi yang bombastis dari film pertama dan kedua Bad Boys memang terasa dari segi skala aksinya. Kombo Bilall Fallah dan Adil El Arbi di balik kursi sutradara bisa dibilang tak mengecewakan. Nostalgia itu masih ada dengan cameo Michael Bay yang bisa dilihat di awal cerita.

Will Smith shooting
via Colombia Pictures

Kembalinya tandem Will Smith dan Martin Lawrence mengulangi film pertama ketika beranjak dari serial televisi. Kala itu, mereka dianggap sebagai satu diantara aktor terlaris Hollywood. Dan kali ini, adu argument Smith dan Lawrence masih menyenangkan untuk dinikmati dan menjadi bagian penting dalam keseruan film ketiga ini.

Tak hanya nostalgia, Bilall dan Adil membawa karakter Lowrey dan Burnett lebih dalam. Usia yang tak lagi muda membuat keduanya harus mempertimbangkan banyak hal dalam mengambil keputusan, hingga menyangkut keluarga. Dinamika plotnya menarik, bahkan hingga plot twist yang tak disangka-sangka.

Martin Lawrence dalam film Bad Boys for Life
via Colombia Pictures

Menjelang akhir film ini, penonton akan disuguhkan aksi yang cukup memuaskan. Setidaknya third act dibangun dengan apik, walaupun masih menyisakan berbagai pertanyaan. Tetap dengan pace yang tinggi, pertarungan di akhir bisa dinikmati. Dan sebagaimana waralaba lainnya, post credit menyimpan cliffhanger untuk film keempat.

Nostalgia ‘buddy cop’ 90-an

Format film ‘buddy movie’ muncul pada tahun 1969 dan dimulai oleh Butch Cassidy and the Sundance Kid. Di era 80-an, ada Lethal Weapon yang berkembang menjadi film aksi komedi dengan dua pemeran utama yang saling bertentangan. Lalu hadirlah Bad Boys pada 1995.

Will Smith dan Martin Lawrence
via Colombia Pictures

Bad Boys menjadi titik awal popularitas Will Smith sebagai aktor aksi Hollywood, sebelum nantinya membintangi Independence Day (1996) dan Men in Black (1997). Dan bisa dibilang kalau Bad Boys for Life kembali membawa Smith ke jalur aksinya setelah terperosok cukup jauh ketika membintangi Suicide Squad (2016) dan Gemini Man (2019).

Memang formula yang diberikan cukup usang, tetapi pesonanya masih belum hilang. Genre seperti ini tetap dipercaya untuk menghadirkan kombinasi plot yang dinamis, selain memberikan komedi dari dua aktor utamanya. Terakhir, Hobbs and Shaw (2019), spin-off dari Fast and Furious, yang dibintangi Dwayne Johnson dan Jason Statham sukses dipasaran.

Will Misth Michael Lowrey
via Colombia Pictures

Diamini oleh Smith sendiri, film ini dibuat untuk nostalgia karakter Lowrey dan Burnett dengan cerita yang lebih kompleks. Bukan hanya tentang duo darah muda yang sering meledak-ledak. Tema keluarga juga bisa dirasakan di sepanjang film. Dan aksi serta plot yang menarik membuat film ini masih bisa menghibur.

Bagus, tapi masih belum sempura

Film Bad Boys for Life bisa disebut sebagai tontonan yang menarik di awal tahun, tapi film ini bukanlah film yang sempurna. Pecinta film-film Smith dan pernah menonton Gemini Man mungkin bisa melihat kesamaan film ini dengan karakter Smith di film karya Ang Lee tersebut. Tak banyak, tapi terlihat jelas di akhir cerita. Penasaran? Coba saja lihat bagian klimaksnya.

Kate Del Castillo dan Jacob Scipio
via Colombia Pictures

Wajah-wajah baru juga kurang mendapatkan kesempatan. Seperti kombo Isabel Aretas (Kate del Castillo) dan Armando Armas (Jacob Scipio) nyaris menghilang di pertengahan cerita. Skuad muda AMMO pun masih tertutup bayangan kombinasi Lowrey-Burnett. Tapi mereka cukup menarik. Colombia Pictures mungkin bisa membuat spin-off bergaya Fast and Furious dari tim ini.

Memang tidak memperburuk plot. Komedi yang diberikan menyenangkan untuk dinikmati dan adegan kejar-kejaran serta perkelahian membawa kembali keseruan film aksi yang tak terlalu berat. Smith dan Lawrence menghubungkan aksi dan komedi yang pas, seperti lelucon di tengah-tengah aksi kejar-kejaran, dan sedikit mengembangkan cerita Lowrey dan Burnett lebih jauh. Tapi jika dikembangkan, film ini akan menjadi lebih mengesankan bagi waralaba Bad Boys.

karakter baru dalam film Bad Boys for Life
via Colombia Pictures

Secara keseluruhan, Smith dan Lawrence mengembalikan genre buddy cop era 90an dengan apik, walaupun ada beberapa bagian kurang mendapatkan perhatian. Film Bad Boys for Life bisa menjadi penghibur dari rutinitas dengan komedi dan aksi yang disajikan. Melihat animo penonton global, bukan tak mungkin Bad Boys 4 bisa datang lebih cepat.

Rating: 7/10

Genre: Aksi, Komedi

Sutradara: Adil El ArbiBilall Fallah

Penulis: Chris Bremner, Peter Craig, Joe Carnahan

Pemeran: Will Smith, Martin Lawrence, Paola Nuñez

Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.