Review Film Fast & Furious Presents: Hobbs and Shaw (2019)

Sajian aksi khas Fast and Furious dengan selingan humor yang asyik

spin off fast and furious

Sejak 2001, Fast & Furious menjelma sebagai waralaba yang diminati, terlebih bagi pecinta otomotif. Dengan semakin berkembangnya waralaba ini, spin-off Fast & Furious Presents: Hobbs and Shaw diluncurkan sebelum Fast & Furious 9 yang akan tayang tahun depan. Kehadiran dua ‘bintang sampingan’ dari franchise Fast & Furious ini memperkaya cerita yang sudah berkembang sejak lama.

Hobbs & Shaw menceritakan dua tahun semenjak Dominic Toretto dan timnya mengalahkan Cipher, dimana agen Luke Hobbs (Dwayne Johnson) dan pembunuh bayaran Deckard Shaw (Jason Statham) berpisah. Pertemuan keduanya terjadi lagi setelah Hattie, adik Deckard Shaw yang menjadi agen mata-mata MI6 Inggris dituduh membunuh rekan setimnya dan mencuri virus mematikan yang bisa memusnahkan umat manusia.

idris elba dalam film hobbs and shaw

Pihak CIA, Locke (diperankan oleh cameo yang tak disangka-sangka) meminta Hobbs untuk menyelidiki dan bekerja sama dengan Shaw untuk menuntaskan masalah tersebut. Keduanya saling bekerjasama meskipun pada awalnya tidak saling menyukai sambil menghadapi Eteon, sebuah organisasi rahasia yang ingin menguasai dunia beserta tentaranya yang dipimpin oleh Brixton (Idris Elba).

Berbalut aksi dan komedi

Film aksi yang benar-benar aksi. Tak hanya mengandalkan adegan baku hantam di sepanjang cerita, tapi dari awal hingga akhir selalu diselingi dengan nuansa komedi. Mulai dari partnership yang tak biasa antara Hobbs dan Shaw hingga karakter baru yang menghidupkan suasana sepanjang cerita.

vanessa kirby
Vanessa Kirby, via Universal Pictures

Berbeda dengan film-film yang hanya mengandalkan baku hantam untuk menarik perhatian penonton, David Leitch yang didapuk sebagai sutradara mampu menyeimbangkan komedi dan pertarungan yang diberikan. Hasilnya, penonton diajak santai untuk beberapa saat dari satu adegan ke adegan lainnya.

Kehadiran David Leitch di balik kursi sutradara merupakan terbukti ampuh menghidupkan berbagai adegan pertarungan dalam film ini. Pengalaman sebagai stuntman serta menjadi sutradara John Wick (2014) bersama Chard Stahelski menjadi dasar banyaknya (namun tetap mulus) pertarungan dari awal hingga akhir. Ia juga sudah berpengalaman dalam memadukan aksi dengan komedi secara apik lewat Deadpool 2 (2018).

review film hobbs & Shaw
Via Universal Pictures

Penambahan cameo yang tetap dengan gayanya ngoceh panjang lebar (dan tetap lucu) membuat film ini terasa lebih cerah. Belum lagi cameo lainnya yang sering bekerja sama dengan The Rock cukup mendapatkan screentime yang panjang pun hadir dengan ciri khasnya. Sangat menghibur setiap kali dia tampil di depan kamera.

BACA JUGA  Book for Your Shelf: Dunia Shopie - Modul Filsafat dalam Sebuah Narasi Fiksi

Kembali ke tema keluarga

Jika diperhatikan, semua film Fast & Furious selalu mengandalkan tema keluarga di setiap cerita. Leitch dan penulis Chris Morgan juga mengandalkan tema yang selalu diberikan pada instalasi Fast & Furious untuk memberikan kedekatan pada spion-off ini.

ulasan flm hobbs and shaw
Via Universal Pictures

Semua bantuan yang diperlukan dalam hidup bisa kalian dapatkan pada keluarga. Entah ketika menghadapi masalah di jalanan, dengan pemerintah, maupun yang menyangkut masa depan umat manusia, keluarga selalu menjadi tema paling sakral dalam waralaba ini.

Semua cerita tentang keluarga dari dua karakter utama dijelaskan sepanjang cerita. Narasi yang diberikan bertujuan untuk memberikan lebih banyak backstory pada kedua tokoh utama. Bahkan, bukan tidak mungkin Universal akan mengembangkan duo karakter ini dalam film lainnya.

Sedikit memusingkan

Adegan pertarungan menjadi nyawa film ini. Sayangnya, beberapa teknik kamera yang digunakan dalam untuk adegan pertarungan seringkali kurang tepat sasaran.

review bahasa indonesai film hobbs and shaw
Via Universal Pictures

Pengambilan gambar yang dibuat ‘berantakan’ mengikuti karakter bisa dibilang membingungkan dan sedikit memusingkan. Belum lagi jika adegan yang menggunakan teknik yang sama dibuat berkelanjutan selama beberapa detik sehingga tidak memberikan waktu bagi penonton untuk menikmati gambar yang tersedia.

Kurang balap

Karena disebut sebagai spin-off, maka tak heran jika film tidak tidak terlalu mengandung nyawa balapan dari Fast & Furious. Meskipun beberapa adegan masih melibatkan mobil dan truk serta adegan kejar-kejaran yang mirip dengan semesta Fast & Furious; berbahaya dan diluar logika. But hey, this is movie!

the rock dan jason statham dalam spin off fast and furious
Via Universal Pictures

Lagipula, beberapa film Fast & Furious terakhir juga tidak terlalu fokus pada balap mobil seperti edisi-edisi awalnya. Pergantian fokus ini diperlukan untuk menghindari rasa bosan penonton yang sudah menikmati waralaba ini sejak dari film pertama.

BACA JUGA  Review Vinland Saga Episode 1-3: Anime Viking yang Epik

Secara keseluruhan, gaya “cat and dog” Hobbs dan Shaw menawarkan cerita yang fresh dibandingkan dengan versi Fast & Furious. Penuh aksi yang menegangkan serta komedi yang segar membuat 135 menit di dalam bioskop tidak terasa. Meskipun terasa lemah di tengah, tapi Fast & Furious Presents: Hobbs and Shaw merupakan salah satu film yang patut ditonton di pertengahan tahun ini.

Rating: 3.5/5

Genre: Action, Adventure

Sutradara: David Leitch

Penulis: Chris Morgan, Drew Pearce

Bintang:  Dwayne JohnsonJason StathamIdris Elba

Review Overview
  • Review Film
3.5

Summary

Hobbs & Shaw tak hanya penuh adegan aksi memukau yang kadang tidak masuk akal khas franchise Fast and Furious, tapi juga diselingi humor yang menyenangkan. Hasilnya, 135 menit tidak terasa karena suguhan penuh aksi dan kocak dari Dwayne Johnson dan Jason Statham.

Sending
User Review
( votes)
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.