Review Film Dolittle (2019): Kisah Fantasi Kurang Durasi

Saat film fantasi 1 jam 40 menit terasa sangat kurang!

Disutradarai oleh Stephen Gaghan, Robert Downey Jr. kembali ke layar lebar dengan memerankan Dr. Dolittle, karakter legendaris karya Hugh Lofting. Film Dolittle kembali ke format orisinilnya setelah diubah ke versi modern yang diperankan Eddie Murphy tahun 1998. Dipenuhi dengan nama besar Hollywood, Gaghan membawa kisah Dolittle dalam petualangan epik mengarungi lautan.

Di awal film, John Dolittle (Robert Downey Jr.) dikisahkan memiliki kemampuan berbicara dengan hewan dan mengobati hewan sebelum bertemu Lily yang menjadi istrinya. Mereka pun berpetualang bersama. Tapi sang istri dikabarkan tenggelam di lautan setelah memutuskan untuk berpetualang sendiri. Akibatnya, Dr. Dolittle mengurung diri di Manor-nya.

Robert Downey Jr. sebagai Dr. Dolittle
via Universal Pictures

Kesendiriannya terusik setelah Lady Rose (Carmel Laniado) ingin Dolittle menyelamatkan Ratu Victoria (Jessie Buckley) yang sedang sakit keras. Karena Ratu Victoria memiliki hak penuh terhadap Manor yang ditinggali sang dokter, mau tak mau Dolittle harus berangkat untuk mencari obat yang hanya terdapat di sebuah pulau terpencil.

Tapi, usaha Dolittle dihalangi Dr Blair Müdfly (Michael Sheen) yang ingin membantu Lord Badgley (Jim Broadbent) menjadi Raja Inggris. Akankah usahanya menyelamatkan sang Ratu berhasil?

Kembalinya Robert Downey Jr.

Praktis Dolittle menjadi film pertama RDJ setelah kematian Tony Stark dalam saga Avengers: Endgame tahun lalu. Beda dari Tony Stark yang sibuk dengan teknologi canggih, di sini RDJ memerankan tokoh yang tengah berduka karena kehilangan sang istri dan mengurung diri dan terkunci bersama hewan-hewan kesayangannya.

Robert Downey Jr. dalam film Dolittle
via Universal Pictures

Film yang ditulis oleh Gaghan, Dan Gregor, dan Doud Mand ini menggambarkan karakter Dolittle layaknya cerita aslinya. Bukannya versi modern yang pernah diperankan oleh Eddie Murphy dalam Dr. Dollitle (1998) dan sekuelnya tahun 2001. Awalnya, sang dokter digambarkan sebagai pertapa berjanggut dimana kehidupan sehari-harinya hanya berbincang-bincang dengan binatang di rumahnya.

Hasilnya, meskipun tak begitu kentara, kamu bisa menemukan sedikit persamaan antara karakter Dolittle dan Jack Sparrow. Karena entah kenapa, kesan karakter eksentrik di lautan sangat melekat dengan karakter titular yang diperankan oleh Johhny Depp tersebut.

Kisah orisinil Dr. Dolittle

Cerita asli Dr. Dolittle sudah berusia 100 tahun. Kisah dokter aneh yang bisa berbicara dengan binatang, diperkenalkan dalam seri buku anak-anak karya Hugh Lofting tahun 1920-an dan 30-an. Ceritanya juga pernah dialihwahanakan dalam versi teater tahun 1967, dan Eddie Murphy membawa karakter ini ke layar lebar tahun 1998 dengan dua sekuelnya.

Harry Collet dalam film Dolittle
via Universal Pictures

Film Dr. Dolittle tahun ini menjadi alihwahana teranyar yang membawa kembali kisah Doctor John Dolittle yang berlatar di era Victoria tahun 1820an-1840an. Dibawakan oleh Robert Downey Jr. yang dikenal dalam berbagai peran ikoniknya, seperti Tony Stark, Sherlock Holmes, hingga Charlie Chaplin, sayang Dolittle terlihat kurang berkarakter di film ini.

Perkembangan karakter Dolittle masih rancu. Tidak ada kejadian signifikan yang membuat Dolittle memiliki motif untuk menghindari manusia dan lebih memilih berkumpul bersama hewan-hewan di rumahnya. Salah satu alasan yang dijelaskan adalah kehilangan atas istrinya. Tapi ketidaksukaan Dolittle pada manusia terkesan tidak beralasan.

Carmel Lanjado dalam film Dolittle
via Universal Pictures

Selain karakter Dolittle dan para hewan, film ini banyak menyia-nyiakan karakter lainnya. Mulai dari dinamika karakter Stubbins yang masih tertutup bayang-bayang RDJ, atau Lady Rose yang hanya ”ditinggalkan” untuk merawat sang Ratu (wanita hanya ditugaskan di rumah?). Hanya Dr. Mudlfy yang terlihat menyatu dalam tema komikal film ini. Selebihnya? Waste of talent.

Masih kurang padu

Ceritanya memang sangat berbeda dibandingkan sebelumnya. Petualangan mengarungi lautan, pulau yang penuh dengan perompak, serta naga menghadirkan kesan fantasi yang hidup. Tapi plot yang dinamis, walaupun bisa ditebak, tak mampu mengiringi hype yang ditimbulkan oleh nama besar RDJ dan pemeran lainnya.

petualangan di tepi tebing
via Universal Pictures

Jangan gantungkan harapan terhadap cerita yang padat dan menyenangkan hingga akhir. No spoiler, tapi third act yang harusnya menjadi klimaks film kurang mendapatkan perhatian lebih. Dan bukan tak mungkin penonton menjelang akhir film akan bertanya-tanya: “Filmnya gini aja nih?”

Efek visual yang diberikan memang tidak terlalu parah (ehm, Cats), tapi petualangan di laut dan pulau-pulau lainnya tampak jelas layaknya efek digital dari film berbudget rendah. Belum lagi perbedaan beberapa efek visual dari masing-masing karakter binatang. Sebagian terlihat seperti asli, namun yang lain lebih mirip animasi.

Nah, hal lain yang membuat keasyikan menonton menjadi berkurang adalah suara pemain dalam film ini. Tak sedikit yang merasa suara pemain terdengar artificial. Terlebih suara RDJ yang terdengar seperti di-dubbing oleh aktor lain. Apa Universal menggunakan autotune?

King Kong yang disuarakan oleh Rami Malek
via Universal Pictures

Film ini juga dipenuhi oleh nama-nama besar yang menjadi pengisi suara. Tom Holland sebagai anjing, Emma Thompson menyuarakan burung beo, Rami Malek sebagai gorilla, Kumail Nanjiani sebagai burung unta, dan Selena Gomez sebagai jerapah. Sayangnya, kehadiran mereka hanya untuk menampilkan adegan komikal.

Jika pun ada, perkembangan karakter hewan yang dibuat serealistis mungkin tak tersampaikan dengan baik. Beberapa adegan seperti terburu-buru, bahkan malah membuat penonton melewatkan kehadiran komedi yang disematkan. Apa mungkin CGI yang terlalu realistis kurang padu dengan aksi komedi?

Bagi film petualangan komedi yang bertujuan untuk menghibur, film Dolittle memang masih bisa dinikmati. Tapi ketika film lain memberikan durasi hampir dua jam, 100 menit seperti kurang untuk menghadirkan kesan petualangannya. Tak jarang beberapa adegan seperti dipotong dan melompat-lompat. Contohnya ketika pasukan Dolittle menyelinap ke kastil Raja Rassouli (Antonio Banderas).

Antonio Banderas dalam film Dolittle
via Universal Pictures

Secara keseluruhan, jika kamu ingin menikmati tontonan bertemakan petualangan yang ringan, film ini mungkin bisa menjadi pilihan. Hanya saja tak perlu berharap lebih dengan pesan mendalam atau cerita yang dalam dan padat. Oke untuk hiburan bersama keluarga dan anak-anak. Tapi hindarkan ekspektasi berlebih, film teranyar Robert Downey Jr. ini bukanlah Iron Man, Avengers, atau Sherlock Holmes.

Rating: 6/10

Genre: Petualangan, Komedi

Sutradara: Stephen Gaghan

Penulis: Stephen Gaghan, Dan Gregor, Doug Mand

Pemeran: Robert Downey Jr.Harry Collett, Antonio Banderas

Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.