Review Buku: The Magic Library – Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

the magic library karya jostein gaarder

Teori Konspirasi memang selalu menarik untuk diikuti – terlepas dari apakah kemudian dapat dipercaya atau tidak. Teori konspirasi sering terjadi dalam pikiran anak-anak, hal ini dikarenakan terbatasnya pengetahuan mereka akan banyak hal sehingga mereka cenderung membuat-buat penjelasan imajinatif terhadap hal-hal baru yang mereka temui. Hal ini merupakan hal yang biasa terjadi apalagi jika sang anak memiliki daya imajinasi yang tinggi. Isu ini diangkat oleh Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup dengan baik melalui karyanya yang berjudul The Magic Library – Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken.

review buku the magic library
desain sampul The Magic Library

The Magic Library berkisah tentang dua orang sepupu bernama Nils dan Berit yang memutuskan untuk bertukar surat agar bisa tetap berkomunikasi – mari berasumsi bahwa cerita ini berlatar sebelum maraknya penjualan handphone di kalangan anak-anak. Alih-alih bertukar surat secara konvensional, mereka memutuskan untuk bertukar “buku-surat,” sebutan untuk sebuah buku catatan seperti buku diari yang dialihfungsikan menjadi media menulis surat. Buku-surat ini yang akan selalu digunakan dan dikirimkan terus-menerus dengan cara menulis halaman per halaman untuk saling membalas surat.

jostein gaarder penulis buku The Magic Library
Jostein Gaarder

Buku-surat ini tiba-tiba menjadi incaran seorang wanita aneh yang kemudian diketahui bernama Bibbi Bokken. Bibbi Bokken menginginkan buku-surat tersebut untuk suatu hal misterius yang berkaitan dengan sebuah perpustakaan ajaib dan buku-buku yang akan diterbitkan. Nils dan Berit berusaha untuk melindungi buku-surat tersebut dan di saat bersamaan mereka juga mencari tahu siapa Bibbi Bokken dan apa yang sesungguhnya ia inginkan.

Buku The Magic Library ini memiliki format penulisan yang unik, di mana buku ini dibagi menjadi dua bab yaitu bab pertama yang format penulisannya berupa surat-surat Nils dan Berit secara bergantian, dan bab kedua yang ditulis secara prosa seperti biasa namun memiliki dua narator: Nils dan Berit.

Adanya dua narrator (baik itu melalui format surat dan format prosa) mampu memberi pembaca dua sudut pandang yang berguna untuk melengkapi puzzle misteri tentang Bibbi Bokken. Pembaca juga bisa melihat perbedaan karakter Nils dan Berit dari cara penarasian mereka berdua.

klaus hagerup penulis buku the magic library
Klaus Hagerup

Terdapat banyak informasi mengenai literasi dan sejarah perbukuan dalam buku The Magic Library ini, seperti sejarah mesin percetakan, sistem penyusunan buku-buku di perpustakaan, lokasi perpustakaan unik di Norwegia, cara mengembangkan tulisan fiksi, dan masih banyak lagi. Informasi-informasi tersebut menjadikan buku ini seperti sebuah bentuk kecintaan Jostein Gaarder pada dunia sastra dan kepenulisan.

Melalui buku ini pembaca akan melihat seberapa liar imajinasi anak-anak terhadap sesuatu yang sesungguhnya tidak terlalu rumit. Melalui buku ini juga pembaca akan belajar pentingnya menyalurkan imajinasi anak-anak kita pada jalur yang tepat alih-alih menghambat jalur imajinasi mereka.

Rating: 3.5/5


Judul: The Magic Library – Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
Penulis: Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup
Penerbit: Mizan
Tebal Buku: 284 hlm

Review Overview
  • Rating Buku
3.5

Kesimpulan

Melalui buku ini pembaca akan melihat seberapa liar imajinasi anak-anak terhadap sesuatu yang sesungguhnya tidak terlalu rumit. Melalui buku ini juga pembaca akan belajar pentingnya menyalurkan imajinasi anak-anak kita pada jalur yang tepat alih-alih menghambat jalur imajinasi mereka.

Sending
User Review
( votes)

Mahasiswa pascasarjana Kajian Wilayah Amerika di salah satu universitas di Indonesia. Mulai menyelami buku-buku sejak SMP diawali dari novel Lupus dan kemudian kuliah S1 di jurusan Sastra. Aktif meresensi buku melalui Instagram dan Youtube.