Bahas One Piece Chapter 942: Pidato Epik Yasu’ie

Ternyata Yasuie bukanlah Witching Hour Boy

pembahasan one piece 942

One Piece chapter 942 telah keluar dan chapter terbaru One Piece ini berisi pidato epik sekaligus mengharukan khas One Piece. Chapter ini juga menimbulkan pertanyaan baru tentang asal usul buah iblis buatan, SMILE.

Bahas One Piece chapter 942

Mulai dari Yasuie dan Oden, rahasia di balik simbol rahasia dan tato bulan sabit, rencana Yasuie, hingga rahasia di balik buah iblis buatan. Langsung saja, inilah pembahasan One Piece chapter 942.

Yasuie dan Oden

One Piece chapter 942 dibuka lewat flash back masa lalu Yasuie dan Oden. Wajah Yasu terlihat sangat berbeda ketika ia masih muda. Dan seperti sebelumnya, sosok Oden juga hanya ditampilkan dalam siluet.

pembahasan one piece chapter 942

Di sini kita mendapatkan informasi kalau Yasu tidak menolak Wano sebagai negara terisolasi. Ia akan menerima orang baik yang masuk tapi akan melawan mereka yang berniat jahat dengan para samurai terkuat.

Lalu kita mengetahui hubungan Oden, ayahnya, dan Yasuie. Oden ternyata menolak tahta Shogun karena ingin melaut. Oden bahkan tidak keberatan jika Yasu yang menggantikan ayahnya, Kozuki Sukiyaki sebagai Shogun.

Seperti yang diceritakan Kinemon, menurut Oden, Wano terlalu sempit. Ini menggambarkan kalau Oden setipe dengan tokoh-tokoh besar One Piece seperti Luffy atau Roger yang menyukai petualangan.

Lalu Oden menyebutkan perbedaan pandangan membuat ayahnya memutuskan hubungan ayah-anak di antara mereka. Walau pun begitu, Yasuie mengatakan kalau itu hanyalah cara ayah Oden dalam menunjukkan rasa sayangnya.

Pidato epik Yasu’ie

One Piece chapter 942 kemudian membawa kita ke distrik Rasetsu. Di sini kita mengetahui kenapa fakta kalau Yasuie masih hidup membuat semua orang terkejut.

Ternyata selain jadi mantan Daimyo, Yasuie juga pernah berusaha menggulingkan Orochi. Karenanya, bagi pendukung Orochi, ia tidak lebih dari seorang pemberontak yang pantas dihukum mati.

Lalu Yasuie menyebutkan kalau ia mengaku sebagai Witching Hour Boy hanya untuk mengumpulkan masa di ibu kota untuk mengungkap rahasia Orochi.

one piece chapter 942

Yasuie mengatakan kalau Orochi bukanlah siapa-siapa untuk Wano karena yang membangun ibu kota Bunga adalah klan Kozuki beserta penduduknya. Sedangkan Orochi hanyalah orang yang numpang nama sebagai Shogun dan telah merusak alam Wano dengan ketamakannya.

Lalu Yasu menjelaskan kalau sebenarnya gambar kode rahasia itu hanyalah leluconnya di zaman dahulu. Ia membuatnya sebagai bentuk rasa penyesalan dan amarah atas kekalahannya melawan Orochi.

Ternyata, setelah Oden kalah, Orochi memerintahkan para Daimyo yang tersisa untuk tunduk kepadanya seakan-akan ia adalah Shogun yang sah. Padahal ia mengalahkan Oden dengan cara curang.

Dan satu lagi rahasia Orochi yang paling membuat kita penasaran adalah Orochi berhutang budi kepada Oden. Pastinya ini membuat kita bertanya apa yang membuat Orochi sebegitunya ingin mengalahkan Oden yang baik kepadanya.

Gertakan Orochi tidak membuat Daimyo yang tersisa itu takut dan malah mereka berani melawan Orochi. Hingga semua perlawanan itu dihadang tembok tebal yang tidak bisa diruntuhkan bernama Kaido.

Yasuie kemudian semakin membuka jati diri Orochi sebagai seorang pengecut dengan menyebutkan kalau ia kalang kabut dengan tato bulan sabit yang ternyata hanyalah desain tato yang populer di zamannya.

Ini adalah taktik Yasuie agar warga Wano tahu siapa Orochi dan bisa membuat kedudukannya sebagai pemimpin Wano goyah.

Kutukan Orochi

Sebelum menutup pidatonya, Yasuie mengungkap kutukan yang diterima Orochi setelah menyingkirkan Oden.

Kutukan itu adalah ia tidak bisa menghilangkan nama “Oden” dari pikirannya walaupun ia telah membunuh Oden.

Ini menjelaskan kenapa Orochi sangat takut dengan kebangkitan klan Kozuki dan kenapa ia sangat ingin semua orang kalau mengakui kalau ialah yang mengalahkan Oden.

Mungkin ini tidak lepas dari hutang budinya kepada Oden. Bisa saja Orochi membenci sekaligus mengagumi Oden. Dan terpaksa mengalahkan Oden dengan curang membuatnya tidak bisa melupakan Oden.

Pidato khas One Piece

Di One Piece chapter 942 ini kita lagi-lagi melihat bagaimana Oda selalu bisa membuat pidato dari seorang tokoh yang baru kita kenal namun tetap mampu membuat kita sangat simpatik kepadanya.

Ternyata Yasuie mengorbankan dirinya karena masalah yang dialami aliansi. Ia ingin dengan pidatonya ini aliansi tetap bisa melanjutkan rencana menggulingkan Shogun dan mengalahkan Kaido.

Ia sengaja ditangkap agar bisa bertemu dengan para simpatisan klan Kozuki yang ditangkap di distrik Rasetsu untuk memberi tahu tempat berkumpul baru sebelum perang terakhir nanti. Lalu ia juga melakukan hal itu untuk membuat rakyat Wano tahu sisi buruk Orochi.

Dan dalam hatinya Yasu sangat berharap ada orang yang bisa mengalahkan Kaido nantinya.

Seperti tokoh-tokoh yang berpidato sebelum ajalnya, sebut saja Roger, Dr. Hiluluk, Whitebeard, dan masih banyak lagi, Yasuie tetap tersenyum menjelang ajalnya.

Namun, ketika ia mendengar suara Otoko memanggilnya, Yasu tidak kuasa menahan tangis.

pembahasan one piece chapter 942

Nah, tepat sebelum ajalnya, Yasuie ingin bernyanyi dan ini membuat Orochi semakin panik dan segera mengarahkan senapannya. Apakah lagu yang akan dinyanyikan Yasuie ini juga berisi rahasia penting tentang Orochi?

Dan ketika peluru senapan Orochi menembus tubuh Yasuie, penduduk ibu kota Bunga menangis sedangkan penduduk kota Ebisu tertawa keras bercucuran air mata.

Tawa pilu

Ketika penduduk kota Ebisu tertawa, termasuk Otoko, Zoro marah karena kematian Yasu bukanlah suatu hal yang pantas untuk ditertawakan.

one piece 942

Namun, Komurasaki pun menjelaskan kalau warga Ebisu hanya bisa tertawa walau dalam situasi paling menyakitkan sekalipun. Ini semua ada kaitannya dengan Smile, buah iblis buatan yang dibawa Kaido ke Wano.

Rahasia SAD dan SMILE

Nah, tentu selain cerita masa lau Oden, Yasuie, dan Orochi, hal lain yang membuat kita penasaran di One Piece chapter 942 ini adalah ucapan Hyori tentang SMILE. Apa hubungannya Smile dengan warga Ebisu yang hanya bisa tertawa?

Walau belum dipastikan, ada kemungkinan kalau SAD yang digunakan untuk membuat SMILE diciptakan dari kumpulan kesedihan warga Ebisu yang dirampas dengan sebuah alat atau kekuatan tertentu.

Atau bisa juga kalau dibawanya SMILE ke Wano memberikan pengaruh ke warga Ebisu yang dijadikan objek percobaan, yaitu mereka hanya bisa tersenyum apapun yang terjadi.

Tapi tetap kita belum tahu pastinya. Dan semoga Oda-sensei segera menjawabnya di chapter selanjutnya.

Siapakah Witching Hour Boy yang sebenarnya?

Nah, karena di One Piece chapter 942 ini kita akhirnya tahu kalau Yasuie bukanlah Witching Hour Boy, maka karakter yang mungkin berperan sebagai sang robin hood itu adalah Denjiro yang keberadaannya masih misterius.

Jika Kamazou si Pembantai memang bukanlah Denjiro, maka Denjiro sangatlah cocok menjadi tokoh yang baik hati menolong orang miskin karena ia adalah pengikut klan Kozuki. Tetap ini hanyalah spekulasi belaka.

Nah itulah pembahasan One Piece chapter 942. Jika kamu punya spekulasi atau teori tentang chapter terbaru One Piece ini silakan tulis di kolom komentar ya.

Your average anime guy.