Review Film Fast Charlie (2024): Thriller Aksi Sentimentil

Film Fast Charlie jadi karya terbaru Pierce Brosnan sebagai pemeran utama dalam sebuah film laga penuh aksi menegangkan di tengah usianya yang beranjak senja dalam balutan komedi walau dalam premis yang usang tapi tetap menyenangkan.

Sinopsis film Fast Charlie

Charlie Swift (Pierce Brosnan) adalah seorang pembunuh yang mengabdi selama 20 tahun pada bos organisasi bernama Stan (James Caan). Karena kegagalannya membunuh target yang tak bisa diidentifikasi, ia mencari mayat pengganti.

Pierce Brosnan sebagai Charlie Swift
via Vertical Entertainment

Belum selesai masalahnya, bos dari gangster rivalnya yang bernama Beggar (Gbenga Akinnagbe) membunuh seluruh anggota kelompok Charlie, termasuk bosnya. Ia lalu menjadi satu-satunya anggota yang tersisa dan berniat untuk membalaskan dendam seluruh anggotanya.

Mencari cara membalas dendam sembari lari dari kejaran anak buah Beggar, ia bekerja sama dengan Marcie (Morena Baccarin), mantan istri dari korban terakhirnya. Ia membantu Marcie untuk mendapatkan uang yang dijanjikan oleh mantan suaminya demi menata kembali kehidupannya.

Film aksi minimalis

Film Fast Charlie tak ubahnya seperti film aksi lainnya yang mengangkat aktor-aktor gaek seperti The Equalizer (2014) atau Taken (2008). Pierce Brosnan kembali menjadi pemeran utama di film aksi konvensional setelah sebelumnya memerankan karakter pendukung yaitu Dr. Fate di Black Adam (2021).

Monica Baccarin dan Pierce Brosnan di film Fast Charlie
via Vertical Entertainment

Sutradara gaek Phillip Noyce yang berada di belakang Patriot Game (1992) hingga Salt (2010) yang dibintangi Angelina Jolie ini memasukkan aura aksi 90-an dengan warna cerah dan thriller menegangkan. 

Ceritanya kompak dengan durasi tak lebih 90 menitan. Walaupun secara premis, film ini masih menghadirkan kisah tentang pembunuh bayaran yang sudah mulai menua dan mencoba untuk pergi dari dunia tersebut.

Noyce tak membawa aksi grande ala Salt, namun masih tetap menyenangkan untuk diikuti. Memperlihatkan lanskap menyenangkan dari New Orleans dengan pinggiran kota dan pantai yang indah.

Monica Baccarin sebagai Marcie
via Vertical Entertainment

Chemistry antara Brosnan dan Baccarin bisa dibilang asyik untuk diikuti. Banter antar dialog yang dinamis membuat keduanya terasa dekat, termasuk celetukan yang bikin senyum simpul.

Di tengah nuansa thriller dan aksi, film ini tak lupa menghadirkan nuansa sentimental antara karakter Charlie dan Stan yang terkena Alzheimer. Yang bikin lebih pilu lagi adalah ini merupakan film terakhir James Caan sebelum kepergiannya pada bulan Juli 2022.

Karisma Pierce Brosnan

Film Fast Charlie dikembangkan dari novel berjudul Gun Monkeys karya Victor Gischler. Berbeda dengan versi filmnya, Charlie di cerita aslinya merupakan seorang detektif swasta yang terjebak dengan pertarungan antar geng dan polisi korup.

Dengan menempatkan Charlie sebagai pembunuh bayaran, film ini menghadirkan karakter utama yang garang, namun tetap memperlihatkan sisi kemanusiaannya. Charlie yang usianya tak lagi muda mempertimbangkan keputusannya untuk berhenti dari dunia hitam.

Brennan Keel Cook sebagai Blade dan Pierce Brosnan sebagai Charlie
via Vertical Entertainment

Meski Brosnan masih memiliki aura James Bond yang kuat, eksistensinya masih tetap menawan walau dalam penggambaran karakter yang lebih sederhana, yaitu seorang pembunuh yang tangguh tapi sudah termakan usia.

Usia tak bisa berbohong. Masih fit untuk seorang aktor berusia 70-an tahun, tapi tentu saja volume aksinya jauh berkurang. But legend lives on, performanya masih berterima sebagai hitman profesional yang siap membunuh siapapun yang dihadapinya.

Film Fast Charlie menawarkan thriller aksi yang lebih sederhana dibandingkan film Phillip Noyce sebelumnya. Balutan komedi dan chemistry dua aktor utamanya menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dari film yang dipenuhi aura 90-an ini.

Genre: Thriller

Sutradara: Phillip Noyce

Penulis Naskah: Richard Wenk

Pemain: Pierce Brosnan, Morena Baccarin, James Caan

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 923

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *