Film Baghead menawarkan pengalaman menonton kisah horor dengan rangkaian jumpscare yang datang tiba-tiba. Bukan yang terseram, tapi pas buat kamu yang lagi mood buat nonton film horor tanpa hantu di bioskop.
Sinopsis film Baghead
Iris Lark (Freya Allan) yang diusir dari apartemennya mengetahui bahwa ayahnya telah meninggal. Sang ayah juga mewariskan sebuah bar bernama Queen Head. Ia lalu menandatangani surat perjanjian yang mana ia menerima kepemilikan bar tersebut.
Malam pertama tinggal di sana, ia merasakan aura aneh dari sebuah pintu. Tiba-tiba seorang pria bernama Neil (Jeremy Irvine) datang dan meminta untuk pergi ke ruang bawah tanah di bar tersebut untuk menemui “sesuatu”. Iris lalu menyuruhnya untuk kembali keesokan harinya.
Besoknya, sahabatnya, Katie (Ruby Barker) datang. Bertiga dengan Neil, mereka lalu pergi ke ruang bawah tanah. Neil menemui sesosok makhluk yang bisa berubah menjadi seseorang yang telah meninggal, tapi hanya selama dua menit.
Film horor minimalis
Untuk sebuah tontonan horor, film Baghead punya premis yang sederhana; cerita tentang seseorang mewarisi sebuah tempat yang penuh dengan misteri, termasuk relasi dan ketidaksukaannya dengan ayahnya sekaligus menyerempet sebuah tradisi masa lampau.
Film karya sutradara Alberto Corredor ini hanya berdurasi 90 menitan. Dari awal film, Corredor langsung membawa penonton pada kengerian makhluk Baghead tersebut dan perlahan membangun interaksi penonton mengenal karakter Iris lebih jauh.
Horor yang dibawakan mirip seperti It (2017), yang mana bergantung pada satu karakter monster atau entitas misterius khas film Hollywood. Diperkaya dengan sejarah tentang perburuan penyihir di abad ke-17 di Amerika dan menyerempet ke tema ketamakan manusia.
Film ini memiliki deretan cast minimalis. Selain tiga karakter utama, tak banyak karakter lain muncul dalam film ini. Cukup praktis, mengingat dengan karakter yang sedikit, Corredor bisa menyampaikan kengerian Baghead dengan baik.
Walaupun tidak terlalu banyak adegan yang menakutkan, penonton dibawa untuk menjalani kengerian ruang bawah tanah bersama Iris. Jumpscare-nya pun tak bisa dibilang banyak, tapi cukup efektif untuk bikin jantungan di tengah-tengah film.
Yah, walaupun film ini bukanlah yang terseram, namun cukup untuk memberikan pengalaman menegangkan di sepanjang film. Khas film horor, kurang pas jika tidak ada karakter-karakter yang membuat keputusan yang bodoh/tak logis? Bikin geregetan!
Adaptasi film pendek
Film ini merupakan ekstensi dari film pendek berjudul sama yang disutradarai oleh Alberto Corredor tahun 2017. Corredor kembali berada di atas kursi sutradara, menjadikan film ini sebagai film panjang pertamanya.
Film sumbernya fokus terhadap cerita Kevin (di film ini diadaptasi jadi karakter Neil) yang ingin mencari cara untuk berkomunikasi dengan seseorang yang dicintai tapi sudah meninggal, namun dengan konsekuensi yang tak bisa dianggap enteng.
Ada banyak perbedaan yang terjadi antara versi filmnya dan sumber aslinya. Termasuk mengubah fokus ke Iris sebagai pemilik bar dan orang yang memiliki hubungan dengan Baghead, mengembangkan ceritanya jauh lebih luwes, tapi tetap padat.
Terlalu fokus pada cerita, film ini tak semenakutkan film horor lainnya. Ditambah dengan dialog-dialog yang terasa cheesy serta eksekusi yang belum maksimal, film ini bagaikan masakan yang sudah diangkat sebelum matang; kayak ada yang kurang.
Film Baghead bisa jadi pilihan buat kamu yang pengen nonton cerita horor yang menakutkan dan pas dengan cuaca awal tahun yang lembab dan sendu. Tapi karena cerita dan ketegangannya masih kurang greget, tak perlu berharap banyak terhadap film ini.
Genre: Horor
Sutradara: Alberto Corredor
Penulis Naskah: Christina Pamies, Bryce McGuire, Lorcan Reilley
Pemain: Freya Allan, Jeremy Irvine, Ruby Barker