review film black adam
Film, Review

Review Film Black Adam (2022): Antihero Overpowered DC

Film Black Adam menawarkan kisah antihero terbaru DC dengan tujuan sebagai pondasi baru film-film DC selanjutnya. Cukup menyenangkan dengan segala aksinya, tapi lemah dari keberlangsungan plot yang mudah ditebak serta perkenalan karakter yang tergesa-gesa.

Sinopsis film Black Adam

Khandaq merupakan daerah yang sangat berkembang di masa lampau, namun diperintah oleh raja yang lalim. Ketika ia berencana untuk membuat sebuah mahkota yang memberikannya kekuatan besar, seorang juara pun mengalahkan raja tersebut.

Black Adam review
Via Warner Bros.

Beralih ke masa sekarang, tak sengaja seorang aktivis bernama Adrianna (Sarah Shahi) memanggil kembali juara tersebut, dan Black Adam (Dwayne Johnson) muncul. Ia lalu mengalahkan para pencuri yang ingin mengambil mahkota raja tersebut.

Anggota Justice Society of America yang beranggotakan Hawkman (Aldis Hodge), Doctor Fate (Pierce Brosnan), Atom Smasher (Noah Centineo), dan Cyclone (Quintessa Swindell) lalu datang ke Khandaq untuk menangkap Black Adam yang dianggap bisa membahayakan dunia.

Overpowered anti hero

Sudah lama DC tak menghadirkan film yang menyenangkan layaknya Black Adam. Film ini merupakan bagian dari soft-reboot DC Extended Universe (DCEU) dan disebut akan menjadi pondasi untuk film-film semesta DC selanjutnya.

Dipenuhi dengan aksi dari awal hingga akhir sepertinya menjadi bagian dari kekuatan film ini. Setelah memperkenalkan Teth Adam dan apa yang terjadi di kota Khandaq, film ini langsung menawarkan rentetan adegan baku hantam hingga akhir.

Black adam movie review
Via Warner Bros.

Durasi dua jam cukup memuaskan dengan segala aksi serta perkenalan perdana antihero ini ke dalam semesta DC. Kesamaan kostum dan latar belakang memang cukup mirip, meski ada beberapa perubahan yang ditawarkan untuk menyelaraskannya ke dalam adaptasi DC lainnya.

Dwayne ‘The Rock’ Johnson hadir sebagai Black Adam, dan bisa dibilang merupakan aktor yang pas untuk memerankan anti-hero DC tersebut. Karisma dan ketenangannya menghidupkan karakter yang siap menjadi penggawa baru dari superhero DC.

Selain itu, ada cameo dari karakter DCEU yang menjadi bagian penting dari kesinambungan semesta DC. Seperti Amanda Waller (Viola Davis) dan Emilia Harcourt (Jennifer Holland) yang sebelumnya muncul di Peacemaker (2022). Dan tentu saja cameo super yang memeriahkan bioskop pada adegan post credit.

Sementara Black Adam yang terkesan overpower, di mana lawan yang dihadapi terlalu mudah untuk dikalahkan, layaknya One Punch Man yang sedang beraksi. Begitu juga dengan villain utama yang tak mengesankan dan mudah terlupakan.

Dwayne The Rock Johnson sebagai Black Adam
Via Warner Bros.

Pengembangan cerita dan dialog terlalu mudah dibaca, sehingga cukup mengurangi keseruan dalam menikmati keseluruhan film. Meski memang tujuan utama dari film ini adalah memperkenalkan karakter Black Adam dengan segala kekuatan, kebrutalan, dan pemikiran antihero yang dibawanya.

Perkenalan yang tergesa-gesa

Karakter Black Adam sendiri telah muncul di seri komik DC sejak tahun 1945. Ia muncul sebagai musuh utama dari Captain Marvel, atau sekarang disebut Shazam. Keduanya juga mendapatkan kekuatan sihir dari sumber yang sama.

Dikenal dengan nama Teth-Adam, ia dianugerahi kekuatan dari penyihir Shazam untuk menggulingkan dewa Mesir yang tamak, diganti menjadi Raja Khandaq di versi filmnya. Tapi ia memutuskan untuk menguasai dunia, dan akhirnya dibuang oleh penyihir Shazam ke bintang paling jauh di alam semesta.

Beberapa kesamaan antara versi komik dan filmnya adalah bagaimana Black Adam mendapatkan kekuatannya dari penyihir Shazam yang diperankan oleh Djimon Hounsou, serta rentang 5.000 tahun yang memisahkannya dari waktu aslinya dengan kebangkitannya di dunia modern.

Review Film Balck Adam
Via Warner Bros.

Untuk sebuah perkenalkan karakter baru, Black Adam memang cukup menjanjikan. Tapi berbeda dengan Justice Society of America (JSA) yang belum pernah muncul di DCEU sebelumnya. Kesalahan yang sama dengan yang ditawarkan oleh Justice League (2017), di mana latar belakang sebagian karakter masih belum diketahui.

Dan seperti rilisan DCEU sebelumnya, film ini bagaikan sebuah pondasi untuk proyek pertama sembari fokus menyiapkan narasi yang lebih besar selanjutnya. Sehingga begitu banyak informasi yang dijejalkan dan pertanyaan tak terjawab, sebagian besar tentang JSA dan keempat karakter superheronya.

Bagi sebuah film anti-hero yang melanjutkan eksistensi DCEU, Black Adam menghadirkan cerita yang menyenangkan dengan segala aksi dan cameo yang ditawarkan. Tapi untuk sebuah tontonan biasa, perkenalan karakter dan pengembangan cerita yang terkesan tergesa-gesa membuat film ini masih terkesan mentah.

Secara keseluruhan, film Black Adam memang tak begitu menarik dalam hal kesatuan cerita. Hanya saja tetap menjadi iterasi yang menyenangkan untuk penggemar DC dan film aksi superhero. Berharap iterasi selanjutnya akan lebih menyenangkan dan padat dibandingkan saat ini.

Genre: Aksi, Superhero

Sutradara: Jaume Collet-Serra

Bintang: Dwayne Johnson, Sarah Shahi, Noah Centineo, Pierce Brosnan

Film Oke
  • 7/10
    Film Oke - 7/10
7/10

Summary

BlackAdam membawakan cerita penuh aksi dan baku hantam berkekuatan super, tapi lemah di perkenalan karakter dan progresi plot serta dialog yang mudah ditebak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *