poster serial Peacemaker
Editor Choice, Review, Serial TV

Review Serial Peacemaker (2022): Komedi Superhero Aksi Dibalut Musik Rock

Serial Peacemaker menjadi karya terbaru James Gunn yang memperkenalkan salah satu karakter tak biasa dari DC dengan cerita yang unik. Melanjutkan kisah karakter villain dari film The Suicide Squad (2021) dalam perjalannya mencari makna bagaimana menyediakan kedamaian “whatever it takes”.

Sinopsis serial Peacemaker

Christopher Smith (John Cena) atau dikenal juga dengan nama Peacemaker telah bersumpah untuk membunuh siapapun, bahkan anak-anak, atas nama perdamaian. Kisah ini melanjutkan bagaimana Smith dibawa ke rumah sakit dan diobati paska pertempuran di “Project Starfish”.

karakter di serial Peacemaker
via HBO Max

Untuk mengurangi hukuman penjaranya, ia harus mengikuti proyek lainnya yang diinisiasi oleh Amanda Waller (Viola Davis) dalam A.R.G.U.S. Kali ini, ia bertemu dengan karakter lain dalam sebuah proyek untuk membunuh alien yang bisa masuk ke tubuh manusia dalam “Project Butterfly”.

Ia bergabung dengan Agent Emilia Harcourt (Jennifer Holland), Leota Adebayo (Danielle Brooks), John Economos (Steve Agee), dan dipimpin oleh Clemson Murn (Chukwudi Iwuji). Selain itu ada juga Eagly, elang peliharaannya, dan Vigilante (Freddie Stroma), pembunuh bayaran yang menjadi teman masa kecil Smith.

Memperkenalkan: Peacemaker

Bagi penggemar DC, Peacemaker bukanlah karakter populer yang pantas dibuatkan sebuah serial solo. Bahkan cerita serial ini tercipta ketika Gunn sedang bosan saat menjalani karantina pada tahun 2020 lalu.

Datang tanpa ekspektasi, Peacemaker menonjol sebagai salah satu serial superhero yang segar dan berbeda dibandingkan serial lain sesamanya. Tak melulu genre aksi yang penuh baku hantam, atau bertumpu pada efek kamera maupun CGI, Peacemaker menghadirkan keunikan tersendiri.

John Cena
via HBO Max

Gunn membawa karakter yang lebih membumi dibandingkan karakter DC lain yang penuh kekuatan super, dipadukan kisah pencarian jati diri dan mengupas lebih dalam karakter Peacemaker. Progresi karakter yang dinamis memperlihatkan Smith yang berbeda dari akhir The Suicide Squad.

Di awal episode, Smith merupakan karakter yang percaya dan membenarkan segala pembunuhan dengan alasan perdamaian. Tapi sebenarnya, dia menolak untuk membunuh orang dengan senjata jika tidak ada logo merpati pada senjata tersebut.

Segala keyakinannya merupakan bagian dari trauma masa kecil yang didapatkannya karena tak sengaja membunuh orang. Termasuk konflik antara Smith dan sang ayah, Auggie Smith (Robert Patrick) pemimpin pergerakan fasis dan rasis yang dikenal dengan nama White Dragon.

Pertentangannya dengan ideologi sang ayah juga menjadi subplot yang penting dalam perjalanan karakter Smith.

Robert Patrick dan John Cena
via HBO Max

Hmm, sepertinya hubungan yang tak baik antara anak dan ayah merupakan kunci penting dalam setiap narasi superhero karya Gunn.

Pertemuan Smith dengan orang baru dalam Project Butterfly, terlebih Leota yang cinta damai, menghadirkan pergolakan di keyakinannya. Sedikit demi sedikit, ia mempelajari bagaimana berdamai dengan dirinya sendiri. Meski masih ada yang tersisa, sekadar penggoda untuk musim kedua.

Gaya khas James Gunn

James Gunn memang dikenal karena gaya penyutradaraan yang unik. Cerita yang lugas dan terkadang serius bisa dibawa dengan humor yang pas. Kepiawaiannya dalam membawa karakter-karakter yang tak biasa menjadi menarik untuk dinikmati terpampang pada serial ini, sama seperti ketika ia memperkenalkan karakter tak populer dari Guardian of the Galaxy (2014).

Danielle Brooks, Jennifer Jolland, dan Chukwudi Iwuji
via HBO Max

Aksi berbalut komedi memang memenuhi keseluruhan plot serial ini. Sedang tone haru sepertinya harus mengalah dengan dark humor dan kadang bertebaran di berbagai tempat. Ketika plot menjurus ke adegan sedih, Gunn selalu memiliki cara untuk memasukkan komedi maupun situasi absurd.

Sama seperti yang dilakukannya pada Rocket Raccoon dalam Guardian of the Galaxy, Gunn memperkenalkan Vigilante sebagai karakter nyeleneh baru kesukaan penonton. Bit-bit komedi yang kadang terasa garing dilontarkan tak tentu waktu.

Dari awal hingga akhir, setiap karakter memiliki arc yang padat dan saling mendukung satu sama lainnya, Apalagi ditambah dengan dedikasi John Cena yang terlihat sangat menikmati perannya sebagai anti-hero yang urakan dan memiliki pemikiran yang tak biasa.

Vigilante dan Peacemaker
via HBO Max

Gunn merupakan sutradara yang bergerak berdasarkan musik. Dan band metal serta lagu hard rock 90-an menjadi pondasi utama yang membuat serial ini memikat di musim pertama. Seperti yang selalu diutarakan Peacemaker, “Tidak ada waktu yang salah untuk rock.”

Fokus untuk menghibur

Gunn memposisikan serial ini sebagai panggung yang elastis. Digerakkan ke mana saja untuk menghibur penonton, di setiap aksi maupun plot. Sehingga sulit untuk berempati terhadap karakter yang ditampilkan. Tapi di satu sisi, serial Peacemaker menyimpan kisah sedih tentang bagaimana seseorang harus berjuang melawan trauma yang dialaminya.

Ceritanya memang tak semuanya mulus. Ada beberapa saat serial ini terasa hambar dan membosankan. Tapi dalam delapan episode berjalan, selalu ada saja momen-momen menyenangkan yang membuat serial ini semakin menarik di setiap episodenya.

John Cena sebagai Peacemaker
via HBO Max

Dan sebagai penutup yang apik di episode terakhir, James Gunn menghadirkan (spoiler) dan (spoiler) yang menghubungkan serial Peacemaker dengan DCEU. Memang tak signifikan untuk keseluruhan cerita, layaknya kemunculan Barry Allen-nya Ezra Miller di serial The Flash, tapi cukup sebagai cameo yang menyegarkan.

Serial Peacemaker menghadirkan nuansa baru untuk seri superhero yang terlalu ramai, meski tak memberikan banyak perbedaan. Dibuat semata-mata untuk tujuan hiburan, perpaduan klasik antara genre aksi, komedi, dan musik rock masih menjadi format paling apik yang menjadi ciri khas James Gunn.

Genre: Komedi Aksi

Episode: 8

Kreator: James Gunn

Pemeran: John Cena, Danielle Brooks, Freddie Stroma

Rekomendais Serial TV
8.5/10

Summary

Serial Peacemaker menghadirkan nuansa baru untuk seri superhero yang terlalu ramai, meski tak memberikan banyak perbedaan. Dibuat semata-mata untuk tujuan hiburan, perpaduan klasik antara genre aksi, komedi, dan musik rock masih menjadi format paling apik yang menjadi ciri khas James Gunn.

Leave a Reply