Review Film 6/45 (2022): Yang Ingin Ketawa, Merapat!

Film 6/45 hadir sebagai tayangan penuh komedi yang mengambil ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan sebagai basis drama dan kelucuannya. Dikembangkan dalam premis yang sederhana dan tetap bisa ditonton berulang-ulang tanpa bosan.

Sinopsis film 6/45

Park Chun-woo (Go Kyung-pyo) merupakan seorang tentara yang bertugas di perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan. Ia tiba-tiba mendapatkan sebuah tiket lotre yang ternyata memenangkan hadiah sebesar 5,7 miliar won. Namun ia baru bisa menukarkannya ketika masa wajib militernya selesai.

Go Kyung-pyo di film 6/45
via CBI Pictures

Ketika sedang bertugas, tiket tersebut terbawa angin dan melewati perbatasan. Lalu ditemukan oleh seorang perwira Korea Utara bernama Ri Young-ho (Lee Yi-kyung) dan Cheol-jin (Kim Min-ho) yang akhirnya mengetahui bahwa tiket itu merupakan tiket pemenang.

Semuanya semakin rumit setelah lebih banyak lagi tentara dari kedua belah sisi yang mengetahui tentang tiket tersebut. Kedua belah pihak bertemu dan akhirnya bertengkar tentang cara mengambil serta membagi hadiahnya.

Konflik dibalut komedi

Film 6/45 merupakan karya kedua dari Park Gyu-tae sebagai sutradara paska film pertamanya, Bunt, yang dirilis tahun 2007 silam. Selain itu, Gyu-tae turut berperan sebagai penulis naskah dan didukung dengan berbagai nama tenar Korea Selatan yang ikut ambil bagian dalam film ini.

film 6/45 2022
via CBI Pictures

Ceritanya diambil dari sebuah premis yang sederhana; bagaimana jika sebuah tiket pemenang lotre yang awalnya dimiliki oleh tentara Korea Selatan terbawa angin dan ditemukan oleh tentara Korea Utara?

Dengan konflik yang masih memanas hingga saat ini, film ini tentunya menghadirkan rasa baru bagi penonton yang mengetahui rumitnya hubungan antara kedua negara tersebut. Membawakannya dengan gaya komedi yang menyenangkan sekaligus membawa kesan haru.

Kejadian demi kejadian yang dialami oleh semua karakter yang ada di dalam cerita mengalir tanpa dipaksakan, walau terkadang absurd dan diluar dugaan. Sebagian hadir untuk menambah kesan realistis, sebagian besar muncul untuk menambah bumbu-bumbu komedi hingga akhir.

Park Se-wan sebagai Yeon-hee
via CBI Pictures

Film ini terasa pelan di awal di mana 15 menit pertama tak terlalu banyak komedi. Karakter diperkenalkan silih berganti, sekaligus menerangkan kepada penonton tentang situasi dari kedua belah pihak, baik tentara Korea Selatan maupun Korea Utara.

Sejalan dengan plot yang semakin kompleks, penonton dibombardir dengan situasi yang tak diduga-duga yang berujung komedi demi komedi tanpa henti. Lalu film ini ditutup dengan ending yang memikat, walau bisa dibilang terasa menurun mengingat plot dan komedi yang mencapai puncaknya di pertengahan cerita.

Mengulik ketegangan Korea Utara dan Selatan

Film ini mengambil latar DMZ atau Demilitarized Zone, atau area yang membatasi Korea Utara dengan Korea Selatan. Di mana tentara dari kedua negara memiliki pasukan yang berjaga di area tersebut.

Berbagai insiden yang berhubungan dengan mata-mata sampai dengan pembunuhan terjadi. Sehingga DMZ tersebut dikenal sebagai salah satu area dengan tensi atau ketegangan yang tinggi. Dan film ini mengambil gaya komedi sekaligus menunggangi ketegangan dari area ini.

Lee Yi-kyung sebagai Yong-ho di film 6/45
via CBI Pictures

Perbedaan antara kedua negara dialihkan dalam bentuk komedi satir. Menyindir perbedaan persepsi yang sama-sama sudah menjadi stereotip bagi keduanya; Korea Utara yang kolot dan konvensional, sementara Korea Selatan yang kapitalis dan ‘dipengaruhi’ Barat.

Tak jarang ada banyak harapan untuk unifikasi antara kedua negara yang dilontarkan oleh kedua pihak dalam film. Sementara pihak yang menginginkan kemenangan atas negara lainnya digambarkan sebagai villain yang mengancam perdamaian keduanya.

Meski membawa pesan yang menyentuh, film 6/45 tak ubahnya seperti film komedi lainnya; menghadirkan tawa dan canda selama hampir 2 jam film berjalan, tapi lebur tak berbekas. Mungkin karena tidak semua penonton bisa memposisikan diri pada konflik Utara dan Selatan yang sudah terjalin sejak 1950 silam.

Go Kyung-pyo sebagai Chun-woo
via CBI Pictures

Selain komedi yang universal, penonton awam sepertinya tak begitu mengenal sebagian referensi berbentuk komedi tersebut, seperti perbedaan dialek antara kedua negara tersebut. Walaupun sebagian lainnya bisa dimengerti bagi penonton yang sudah mengenal Kpop atau K-movie sebelum menonton film ini.

Film 6/45 menawarkan tontonan yang menyenangkan dan mengundang gelak tawa melalui konflik antara dua negara. Ditutup dengan ending yang bisa dibilang aneh, tapi secara keseluruhan menarik sebagai tontonan pelepas penat. Terlebih jika diputar dalam layanan streaming dan bisa ditonton setiap saat.

Genre: Komedi

Sutradara: Park Gyu-tae

Penulis Naskah: Park Gyu-tae

Pemeran: Go Kyung-Pyo, Yi-Kyeong Lee, Kwak Dong-yeon

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 853

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *