Review Serial The Haunting of Hill House – Kisah Keluarga Disfungsional Berbalut Horor

Dengan menampilkan dua latar waktu di mana para karakter berusaha untuk menghadapi masa lalu kelam keluarga mereka di sebuah rumah angker, serial The Haunting of Hill House terasa seperti perpaduan IT dan Rose Red karya raja horor Stephen King. Hanya saja, serial ini bukanlah copycat dua masterpiece horor itu karena lebih menonjolkan drama keluarga yang menyentuh dengan balutan horor sebuah rumah angker.

The Haunting of Hill House adalah serial original Netflix yang diadaptasi dari novel karangan Shirley Jackson. Bercerita tentang keluarga Crain yang tinggal sementara di Hill House sembari menunggu Hugh dan Olivia Crain memugar rumah tersebut hingga siap untuk dijual. Alih-alih mendapatkan pengalaman menyenangkan menginap di rumah tua mewah nan terkenal, keluarga Crain harus menghadapi masalah supranatural yang mengakibatkan meninggalnya salah satu anggota keluarga mereka. 26 tahun berselang setelah meninggalkan Hill House, keluarga Crain dipaksa harus kembali terlibat dengan masa lalu tragis keluarga mereka.

Mike Flanagan (Gerald’s Game, Oculus) berhasil menciptakan sebuah drama keluarga menyentuh yang juga mencekam di saat bersamaan di sepanjang 10 episode serial ini. Tiap-tiap episode ditampilkan lewat sudut pandang masing-masing anggota keluarga Crain dan memiliki kisah dan misteri tersendiri. Berkatnya, penonton menjadi tidak bosan mengikuti tiap episode yang perlahan menguak masa lalu yang dialami oleh masing-masing anggota keluarga yang malang itu.

Crain bersaudara yang sudah dewasa dan hidup mandiri (paling tidak, hampir semuanya) masing-masing memiliki karakterisasi yang kuat. Dengan dua latar waktu itu, penonton diajak untuk menyelami masa lalu masing-masing karakter dan mengetahui apa kejadian yang membangun karakter mereka ketika dewasa. Seperti kenapa Stephen menjadi novelis yang mengambil inspirasi dari cerita orang, atau kenapa Shirley tertarik untuk menjadi perias mayat.

Keluarga Crain di masa lalu, Via IMDB

Masing-masing sudut pandang di tiap episode tidak hanya berisi drama keluarga tapi juga horor dari rumah tua Hill House. Untungnya serial The Haunting of Hill House tidak bergantung pada jump scare seperti serial atau film horor kebanyakan. The Haunting of Hill House menyeramkan berkat atmosfer yang dibangun lewat latar rumah tua yang penuh misteri, cerita atau pengalaman yang dialami oleh masing-masing karakter, akting yang mumpuni (terutama para anak-anak) dan juga penampakan hantu yang tidak muncul tiba-tiba entah dari mana.

Cerita Luke kecil yang masih imut-imut tentang “teman khayalannya” dengan latar hutan di sekitar Hill House sudah cukup membuat bulu kuduk berdiri tanpa dibarengi dengan jump scare. Atau akting Carla Gugino sebagai Olivia Crain yang perlahan-lahan berubah menjadi ibu yang terganggu jiwanya ketika mengasuh anaknya juga berhasil membangun suasana mencekam. Belum lagi penampakan hantu yang mengancam keluarga Crain tercinta.

Berkat semua itu, serial the Haunting of Hill House tidak terasa membosankan sedikit pun walau didominasi drama keluarga penuh dialog di setiap episodenya.

Selain itu, ada beberapa hal teknis yang juga membuat betah. Transisi dari masa sekarang ke masa lampau dilakukan dengan pintar dan menarik. Seperti ketika Shirley dan Theo sedang membahas tentang makanan di kulkas di masa sekarang, ketika itu pula flash back ditampilkan tepat ketika Theo mengambil makanan dari kulkas di masa lampau.

Ini membuat dua latar waktu terasa benar-benar berhubungan. Keduanya sama-sama penting. Transisi ini dengan konsisten (dan juga beragam tentunya) ditampilkan hampir di setiap episode. Memberikan daya tarik tersendiri dan membuat betah untuk menonton perbincangan penuh dialog di serial ini, di samping karena memang dialognya berisi dan menarik.

Crain dewasa di episode 6, Via IMDB

Tentu saja satu lagi hal teknis yang juga sangat luar biasa ada di episode enam yang terkenal. Dengan gaya long take, episode enam menampilkan dua drama yang menegangkan dan juga mencekam di kedua latar waktunya. Hebatnya penampilan para cast tetap konsisten dengan akting yang apik dalam tiap adegan long take tersebut.

Kisah keluarga disfungsional berbalut horor

Keluarga Crain mencoba untuk melupakan masa lalu mereka yang traumatis. Namun mereka sadar kalau masa lalu itu akan selalu menghantui dan satu-satunya cara adalah dengan menghadapinya.

Jika saja tidak ada kisah horor yang disajikan, serial The Haunting of Hill House tetaplah menarik untuk disimak karena menampilkan drama psikologis tentang sebuah keluarga yang menjadi disfungsional akibat trauma masa lalu.

Ada hal selain rumah angker yang juga bisa menjadi horor bagi sebuah keluarga. Mulai dari rasa kehilangan anggota keluarga, rasa penyesalan tidak bisa melindungi keluarga, hingga rasa kegagalan menjadi orang tua atau saudara.

Di episode pertama kita langsung mengetahui kalau ada yang tidak beres dengan keluarga ini. Para kakak tidak mau atau terlihat tidak peduli dengan adik-adiknya yang seperti mengalami gangguan jiwa. Kejadian di masa lalu membuat mereka saling menyalahkan dan memiliki hubungan yang tidak harmonis satu sama lain.

Dan ketika cerita dan kejadian supranartural ditampilkan, kisah drama keluarga ini menjadi semakin menarik untuk disimak.

Dengan naskah yang apik, serial The Haunting of Hill House berhasil membuat penonton (paling tidak saya sendiri) ragu apakah serial ini tentang keluarga yang terganggu secara psikis atau memang ada kekuatan gaib yang mengganggu mereka. Sama seperti ketika kita ragu apakah film drama thriller yang kita tonton hanyalah sebuah mimpi atau khayalan dari tokoh utama saja.

Via IMDB

Menurut saya, keberhasilan The Haunting of Hill House dalam membuat penonton ragu tersebut merupakan sebuah pencapaian yang hebat untuk sebuah kisah horor. Terlebih lagi petunjuk-petunjuk tentang hantu dan gangguan mental ini juga telah disebar sejak episode pertama.

Lalu apakah semuanya hanyalah bentuk gangguan mental dari keluarga Crain atau memang ada hantu rumah angker yang mengganggu mereka? Baiknya kamu putuskan sendiri.

Walaupun sangat bagus dan berhasil membuat penonton betah binge watching layaknya slogan Netflix, ada satu hal kecil yang cukup mengganggu dari serial ini. Ada kalanya keluarga Crain menjadi sangat menjengkelkan karena terlalu keras kepala dan tidak mau berbagi informasi atau membocorkan rahasia masing-masing tentang apa yang mereka alami di masa lampau padahal itu dapat membantu mereka memecahkan masalah.

Sebenarnya ini cukup masuk akal karena mereka memiliki trauma masa lalu yang tidak ingin mereka bahas. Dan memang gaya penceritaan ini juga selalu berhasil membuat penonton penasaran, atau memang berfungsi untuk membuat penonton tidak sabaran dan membangun atmosfer menegangkan kepada penonton. Namun tetap saja terasa menjengkelkan karena kerasnya kepala tiap karakter terasa terlalu berlebihan.

Serial The Haunting of Hill House sangat layak untuk ditonton terutama bagi kamu yang menyukai drama keluarga yang punya dialog-dialog bagus dan menyentuh dan juga bisa depresif dengan balutan horor rumah angker yang mencekam. Salah satu serial terbaik yang dimiliki Netflix!

Rating: 4.5/5


Creator: Mike Flanagan

Bintang: Michiel HuismanCarla GuginoHenry ThomasElizabeth ReaserOliver Jackson-CohenKate SiegelVictoria Pedretti

Review Overview
  • Rating Serial
4.5

Kesimpulan

Serial The Haunting of Hill House berhasil menyajikan drama psikologis keluarga yang mengalami trauma di masa lampau dengan balutan kisah horor rumah angker yang mencekam.

Sending
User Review
5 (1 vote)

Sedang belajar mengedit tulisan di Mariviu.