Review John Wick: Chapter 3 – Parabellum: Lebih Besar, Lebih Kasar, dan Lebih Berwarna

Kami butuh John Wick 4, John Wick 5, John Wick: Reborn...

John Wick

John Wick: Chapter 3 – Parabellum merupakan sebuah film yang menonjolkan adegan aksi, namun dibungkus dengan tampilan warna serta tata kamera yang menawan. Terlepas dari adegan gore yang sadis hingga cerita yang tak terlalu besar, film ini cukup indah untuk ditonton dibandingkan film aksi lainnya.

Film ketiga ini melanjutkan petualangan John Wick yang melanggar peraturan di Continental; membunuh di daerah netral. Karena itu, ia harus melarikan diri dari kejaran para pembunuh bayaran yang menginginkan kepalanya yang bernilai jutaan dollar. Di sepanjang film, penonton akan disuguhkan dengan perjalanannya bertahan hidup dengan semua pembunuh bayaran menginginkan kematiannya.

Keanu Reeves sebagai John Wick

John Wick: Chapter 3 – Parabellum memperkenalkan karakter baru, seperti Sofia (Halle Berry) yang dicari John Wick. Serta sang Adjudicator (Kate Dillon), seorang pengadil dari High Table yang menginvestigasi ‘pelanggaran’ yang dilakukan John Wick.

Selain itu, ada juga Mark Dacascos sebagai Zero bersama Cecep Arif Rahman dan Yayan Ruhian yang menjadi ninja murid dari Zero. Hebatnya lagi, dua aktor kenamaan tanah air itu mendapat durasi yang cukup banyak.

Dan tidak lupa, karakter yang sudah familiar seperti Winston (Ian McShane) dan Bowery King (Laurence Fishburne) juga kembali hadir.

Film Aksi Penuh Warna

Kapan lagi mendapatkan film aksi yang dipenuhi dengan ambiens warna yang memanjakan mata? Semua scene dalam film ini mengambil kontras dan perpaduan warna yang menenangkan. Perpaduan lampu yang menghasilkan berbagai warna menarik serta permainan kaca memberikan kesan enak dilihat untuk film yang serius ini.

John Wick: Chapter 3 - Parabellum
via Lionsgate

Bisa dilihat dari poster film ini, John Wick menyuguhkan perpaduan warna terang dan gelap yang mengagumkan. Beberapa adegan mendapatkan tampilan artistic yang menyenangkan untuk dilihat. Aksi Dan Lausten sebagai yang juga menjadi pengarah gambar pada John Wick Chapter 2 menampilkan palet berupa warna-warna. Tidak ada adegan maupun pemandangan malam yang membosankan.

Warna menjadi bagian tersendiri dalam adegan pertarungan dalam seri John Wick. Bahkan adegan pertarungan dengan duo Yayan-Cecep dan Mark “Zero” Dacascos berada dalam ruangan penuh kaca yang memberi pantulan cahaya indah. Mulai dari dinding, lantai, hingga jendela memberikan pemandangan menarik dan berbeda dibandingkan film aksi yang ada di Hollywood saat ini.

John Wick dan Yayan Ruhian dan Cecep Arif Reza
via Lionsgate

Walaupun film ini sebagian besar menunjukan pembunuhan tanpa belas kasihan, tak lupa terselip beberapa humor yang datang tanpa disangka-sangka. Dan meskipun tidak terlalu banyak, namun tetap memberikan warna tersendiri dalam film ini. Menurunkan tempo yang selalu cepat dan kasar dari awal film dimulai.

Lebih besar dan lebih kasar

Ketika John Wick 1 dan Chapter 2 memberikan tampilan aksi yang menggagumkan, film ketiganya berhasil menghidupkan kembali pertarungan ‘gun-fu’ khasnya. Apalagi adegan aksi yang disuguhkan lebih banyak dibandingkan film sebelumnya.

Keanu Reeves dan Halle Berry
via Lionsgate

Jika John Wick 2 membawa kita ke Roma, maka Parabellum membawa kita menyaksikan petualangan sang hitman ke hotel Continental yang baru dan lebih jauh, yaitu Maroko. Adegan aksi di sini yang melibatkan Wick dan Sofia mirip dengan tembak-menembak dalam game Counter Strike.

Disesaki oleh adegan aksi

Adegan aksi yang disuguhkan oleh John Wick 3 tidak pernah mengecewakan. Penonton dibawa melihat pertarungan satu lawan satu, pistol, pisau, hingga buku (?!). Dan ini hanyalah sedikit dari banyak adegan perkelahian penuh darah yang tak terhitung jumlahnya.

Keanu Reeves sebagai John Wick
via Lionsgate

John Wick 3 menunjukan paket lengkap dalam semua adegan aksi yang diberikan. Tidak hanya pertarungan satu lawan satu, adegan John Wick menunggangi kuda hingga sepeda motor menyajikan hal baru dalam instalasi ketiga ini. Bisa dibilang, film ini memiliki beberapa adegan aksi paling keren dari tiga filmnya.

Baru saja 30 menit pertama, penonton sudah dibuat sesak nafas dengan usaha John yang harus bisa mencari tempat aman semenjak menjadi excommunicado. Baru saja mengambil nafas, adegan demi adegan aksi kembali datang hingga akhir.

Kate Dillon dalam John Wick 3
via Lionsgate

Jangan lupakan Yayan Ruhian dan Cecep Arif Reza yang mendapatkan porsi lumayan banyak dalam pertarungan yang sangat menegangkan. Muncul dari awal hingga beberapa adegan di tengah cerita, keduanya menjadi duo mematikan yang bahkan mampu membuat John Wick kewalahan. Namun khusus untuk film ini, akan ada bagian yang membuat seluruh penonton di Indonesia riuh. Apa itu? Lihat saja filmnya.

‘Sampai sesak nafas’

Meskipun begitu, masalah yang sering dialami oleh film yang menonjolkan berbagai adegan aksi dari awal sampai akhir adalah kurangnya perhatian pada cerita. Sejak awal, Wick bergegas dari satu pertarungan menuju pertarungan lain dalam pace yang cukup cepat. Plot mulai melambat hanya untuk Wick mendapatkan sekutu baru dan akhirnya kembali dalam pertarungan.

Dan sesuai dengan tagline-nya, film ini menegaskan bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensinya sendiri, dan hal tersebut juga berlaku bagi John Wick. Pilihan demi pilihan menghadirkan konsekuensi tanpa henti yang membuat cerita seakan tak pernah habis.

John Wick: Chapter 3 - Parabellum
via Lionsgate

Mungkin John Wick: Chapter 3 – Parabellum seperti akhir dari sebuah trilogy. Tapi tenang saja, para fans yang masih ingin melihat aksi Keanu Reeves sebagai John Wick akan senang ketika melihat akhir film ini. Parabellum memiliki ending terbuka yang siap memperkenalkan arc baru dalam cerita John Wick di masa depan nantinya.

Secara keseluruhan, John Wick: Chapter 3 – Parabellum menghadirkan sebuah film aksi yang dibuat dengan apik. Meskipun masih terlihat sebagai film klasik anti-hero, semua adegan pertarungan menggunakan senjata api atau hand-to-hand dengan koerografi kelas atas digabungkan dengan pemilihan gambar dan warna yang indah, membedakannya dibanding film aksi lainnya.

Rating: 4/5


Genre: Action, Crime, Thriller

Sutradara: Chad Stahelski

Penulis: Derek Kolstad, Shay Hatten

Bintang: Keanu ReevesHalle BerryIan McShane

Review
  • Review Film
4

Summary

Namun secara keseluruhan, John Wick: Chapter 3 – Parabellum menghadirkan sebuah film aksi yang dibuat dengan apik. Meskipun masih terlihat sebagai film klasik anti-hero, semua adegan pertarungan menggunakan senjata api atau hand-by-hand dengan koerografi kelas atas digabungkan dengan pemilihan gambar dan warna yang indah, membedakannya dibanding film aksi lainnya.

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.