Review Film The Three Musketeers: D’Artagnan (2023): Reinterpretasi Novel Epik

Film The Three Musketeers: D’Artagnan membuka jalur baru dari adaptasi novel fenomenal nan legendaris ini. Deretan cast penuh bintang didukung cerita yang kuat menghadirkan aura klasik Prancis di era 17-an.

Sinopsis film The Three Musketeers: D’Artagnan

D’Artagnan (Fancois Civil), seorang pemuda dari Gascony pergi ke Paris untuk bergabung dengan musketir yang merupakan prajurit kerajaan setelah hampir terbunuh ketika menghadapi wanita misterius Milady (Eva Green).

film The Three Musketeers D'Artagnan
via Pathé

Ketika D’Artagnan sampai ke Paris, ia tak sengaja menyinggung tiga musketir, Athos (Vincent Cassel), Aramis (Romain Duris), dan Porthos (Pio Marmai). Ketiganya menantang D’Artagnan berduel, namun mereka malah bersatu ketika penjaga Kardinal ingin memenjarakan mereka dengan alasan duel illegal.

D’Artagnan tinggal di penginapan setelah bertemu dan terpesona dengan Constance Bonacieux (Lyna Khoudri). Bonacieux sendiri merupakan pesuruh Ratu Anne (Vicky Krieps) yang sedang menjalin hubungan terlarang dengan Duke of Buckingham (Jacob Fortune-Lloyd).

Adaptasi epik novel fenomenal

Lagi dan lagi, Three Musketeers kembali diadaptasi ke film yang dipimpin oleh sutradara Martin Bourboulon. Film ini terbagi menjadi dua bagian, dimana D’Artagnan dirilis April 2023, berjarak beberapa bulan dengan film kedua, The Three Musketeers: Milady (2023) yang dirilis Desember 2023.

Naskah yang ditulis oleh Matthieu Delaporte dan Alexandre de La Patellière memberikan kesempatan penonton untuk merasakan kembali berbagai intrik dan petualangan dari para musketir. Walaupun cerita yang awalnya berasal dari novel ini sudah diadaptasi ke berbagai film dan serial TV.

film Three Musketeers
via Pathé

Tak banyak perubahan yang ditawarkan dibanding kisah di novel aslinya. Jadi koreografi dan camerawork sekaligus editing yang apik dari film ini menjadi pembeda. Menangkap adegan aksi melalui cara yang sinematik, seiring membawa penonton masuk ke dalam ketegangan cerita.

Petualangan berbalut aksi dipenuhi dengan intrik politik bikin film ini punya daya tarik tersendiri, kompleks tapi tetap menyenangkan. Tapi kehangatan romansa D’Artagnan dengan Constance Bonacieux menghadirkan pesona lain dan bikin penonton tersenyum-senyum sendiri.

Setiap karakter memiliki momennya tersendiri. D’Artagnan yang antusias, ketiga musketir dengan karakteristik yang berbeda, Constance, sampai dengan Ratu Anne dengan interpretasi baru dari Bourboulon. Semua menyajikan cerita yang kompleks dari karakter yang dinamis.

Francois Civil sebagai D'Artagnan
via Pathé

Deretan cast pun tak perlu diragukan lagi; film ini bertabur bintang. Namun yang tak disangka-sangka adalah bagaimana penggambaran Raja Louis XIII oleh Louis Gareel yang membawa kharisma sang raja, begitu pula Eva Green sangat pas memerankan Milady yang sensual dan memikat.

Interpretasi baru tiga musketir

Ditulis di Prancis pada 1844 oleh Alexandre Dumas, cerita ini telah dialihwahana dalam lebih dari 50 film, serial TV, hingga animasi sejak tahun 1903. Menariknya baru kali ini film Three Musketeers menerima adaptasi asli Prancis sejak 60 tahun terakhir.

Vincent Cassel sebagai Athos
via Pathé

Walaupun ceritanya merupakan fantasi, namun keempat karakter utama terinspirasi dari tokoh nyata, seperti D’Artagnan merupakan prajurit yang menjadi kapten musketir Kerajaan, Athos dari Armand d Sillegue d’Athos d’Auteville, Porthos dari Isaac de Porthau, dan Aramis dari Henri d’Aramitz.

Fillm ini tak lupa menghadirkan apa yang membuat versi novel aslinya yang berjudul Les Trois Mousquetaires melegenda: menangkap perang saudara antara penganut Protestan dan Katolik, hingga intrik istana dan politik yang terjadi pada pemerintahan Raja Louis XIII.

Skala yang besar semakin menawan berkat kostum dan setting yang menghadirkan kembali suasana Prancis di era Great Century; megah dan mewah, memperlihatkan betapa kuatnya hegemoni Prancis di abad ke-17.

Vincent Cassel sebagai Athos dan Eva Green sebagai Milady
via Pathé

Sayangnya film ini berakhir dengan tagline “to be continued” di mana film kedua kemungkinan besar dirilis di Indonesia tahun depan. Diiringi dengan beberapa detik adegan post credit yang memperlihatkan karakter Milady (Eva Green) yang menjadi fokus di film kedua.

Film The Three Musketeers: D’Artagnan membuka kembali interpretasi dari novel sarat intrik dan politik dengan menghadirkan kisah petualangan yang menegangkan, penuh drama, tapi tetap menyenangkan dibalut komedi dan romansa. Jadi penasaran gimana Bourboulon menyajikan bagian keduanya.

Genre: Petualangan

Sutradara: Martin Bourboulon

Penulis Naskah:  Matthieu Delaporte, Alexandre de La Patellière

Pemain: François Civil, Lyna Khoudri, Vincent Cassel

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 915

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *