Film The Equalizer 3 membawa kembali Robert McCall dalam perjalanan membela yang lemah. Kini tak lagi di kota tempat tinggalnya, tapi ke kota tepi laut Sisilia menghadapi mafia yang menindas warga kota dengan berbagai cara.
Sinopsis film The Equalizer 3
Robert McCall (Denzel Washington) tertembak ketika ia sedang mengalahkan penyelundup obat-obatan di sebuah pulau kecil di Italia. Ia ditemukan oleh Gio (Eugenio Mastrandrea) seorang polisi yang mengantarkannya ke dokter Enzo (Remo Ginore).

Sembari menunggu lukanya sembuh, ia mulai dekat dengan orang-orang di Sisilia. Namun ketenangannya terusik setelah Marco (Andrea Dodero) mafia Sisilia membakar toko untuk menguasai orang-orang di kota tersebut.
Di sisi lain, ia diikuti oleh agen CIA, Emma (Dakota Fanning) yang melacaknya atas pembunuhan di pulau terpencil tersebut. Emma juga melacak penyebaran obat-obatan yang dirumorkan berhubungan dengan jihadis Suriah.
Lebih brutal dan berdarah-darah
Digadang-gadang sebagai film terakhir Denzel Washington sebagai mantan marinir dan agen pemerintah yang kini menghadapi masa tenangnya di sebuah kota di Sisilia. Dan ketika kelompok mafia ingin menguasai daerah tersebut, ia tak tinggal diam dan siap turun tangan.
Tanpa perlu banyak perkenalan lagi, ia mengalahkan orang-orang yang mengusiknya. Semakin brutal, tapi satu sisi terlihat semakin mudah. Karena sudah tertanam di benak penonton bahwa ia pasti menang, namun yang menjadi pertanyaan adalah: dengan cara apa ia mengalahkan semua penjahatnya?

Hanya saja, bagi penonton yang menginginkan McCall menghabisi lebih banyak orang dengan cara yang lebih bervariatif, bisa menurunkan ekspektasi mereka. Karena meski dibuat lebih gore, intensitas dan dinamika plot terasa jauh lebih mendayu-dayu.
Mungkin yang membuat film kali ini berbeda dibandingkan dengan aksi thriller lainnya adalah third act yang terasa lebih ‘soft’. Meski tetap berdarah-darah, Antoine Fuqua selaku sutradara memberikan villain yang terlalu mudah bagi McCall.
Durasi yang jauh lebih pendek (102 menit) dibandingkan film pertama (132 menit) dan film kedua (121 menit) bisa jadi penyebabnya. Dimana Fuqua lebih banyak mempertontonkan chemistry McCall dengan karakter lainnya.

Walaupun demikian, dari awal sampai dengan akhir penonton akan disajikan pertarungan penuh aksi, baik dengan peluru atau tangan kosong ketika McCall menghadapi karakter jahat yang bikin penonton ikut-ikutan geram.
Akhir kisah McCall
Karakter Robert McCall di film The Equalizer 3 sepertinya punya makna tersendiri bagi Denzel. Mengingat aktor pemenang Oscar ini belum pernah tampil di film dengan sekuel, apalagi sampai ke film ketiga a.k.a trilogi.

Mungkin karena itu pula film ini lebih banyak bertindak sebagai epilogue untuk mengantarkan karakter McCall ke tempat dimana ia merasa diterima. Kota kecil di pinggir laut, “The place where I belong,” katanya. Kedamaian yang selalu dicarinya.
Cerita yang lebih syahdu, pace yang lebih lambat, serta bagaimana ia tak lagi merasa sendirian karena seisi kota kini menjaganya, film ini punya banyak momen emosional yang belum bisa diberikan oleh dua film sebelumnya.
Hadir sebagai edisi finale, ada beberapa adegan yang merujuk pada dua film sebelumnya. Termasuk satu adegan penting menjelaskan hubungan antar karakter yang mungkin bikin film ini terasa lebih bermakna bagi penonton setia.

Film The Equalizer 3 masih jadi tontonan yang menarik bagi penggemar kisah thriller penuh aksi. Dibungkus dengan narasi misteri bikin film ini punya nuansa yang sama dengan film pertama, tapi dengan plot dan intensitas yang lebih lemah dan tak terlalu menggigit.
Genre: Aksi, Thriller
Sutradara: Antoine Fuqua
Penulis Naskah: Richard Wenk, Michael Sloan, Richard Lindheim
Pemain: Denzel Washington, Dakota Fanning

