Film Plane membawa Gerard Butler bertarung melawan pasukan bersenjata dalam upayanya menyelamatkan penumpang pesawat yang terdampar di sebuah pulau. Meski tak sempurna, film ini menawarkan cerita yang intens dan menegangkan hingga credit akhir bergulir.
Sinopsis film Plane
Brodie Torrance (Gerard Butler) merupakan seorang pilot pesawat komersial yang akan mengendarai pesawat Trailblazer 119 dari Singapura ke Tokyo bersama co-pilot Dele (Yoson An). Narapidana pembunuhan Louis Gaspare (Mike Colter) yang dikawal oleh seorang detektif pun ikut bersama mereka.
Keinginan Brodie untuk memutar dan menghindari badai besar dalam rute mereka ditolak oleh maskapai. Hal ini dikarenakan hanya ada 14 penumpang yang naik, dan memutari badai bisa menghabiskan lebih banyak bahan bakar.
Pesawat mereka tersambar petir dan mendarat darurat di pulau Jolo di Filipina. Dengan komunikasi yang terputus, Brodie dan Gaspare harus bahu membahu menyelamatkan penumpang pesawat dari para militant yang berada di pulau tersebut.
Melihat dari dekat
Film Plane mengandalkan sentuhan thriller dari awal hingga akhir. Setelah memperkenalkan latar belakang karakter utama, Brodie, dan karakter pendukung di dalam pesawat, Jean-François Richet selaku sutradara langsung mengantarkan ketegangan demi ketegangan silih berganti.
Premis awal yang disampaikan tak terlalu rumit; bagaimana seorang pilot bersama partner yang awalnya tak saling mempercayai harus memastikan keselamatan penumpangnya ketika mereka terdampar di sebuah pulau asing.
Cerita yang ditawarkan mungkin tak begitu eksklusif. Seringkali akhir plot mudah tertebak. Tapi tetap saja, film ini memberikan pengalaman menonton yang mendebarkan dan menyenangkan dengan plot yang dinamis.
Mungkin yang membuat film ini terasa agak unik adalah penggunaan kamera beresolusi tinggi yang berbeda dibandingkan dengan kebanyakan film lainnya. Dengan kualitas grafis lebih tajam, memberikan visual yang lebih kentara.
Visual ini pun membantu membuat suasana di dalam film semakin jelas. Bagaimana rasanya berada di sebuah pesawat yang mengalami turbulensi sampai dengan terdampar di sebuah pulau tanpa tahu kapan akan diselamatkan.
Gerakan kamera yang ikut bergoyang mengikuti getaran yang terjadi turut membawa efek lain yang mengesankan. Bisa dibilang sedikit mengganggu dan mengurangi kenyamanan menonton, tapi memberikan reaksi 4D yang memikat.
Belum lagi pengambilan gambar jarak dekat atau close-up berperan penting dalam membangun intensitas dan dinamika plot. Membawa penonton lebih dekat pada kemalangan dan insiden yang dialami oleh para karakter, sekaligus menonjolkan thriller yang terasa di sepanjang film.
Pola realistis
Plot yang dibuat senyata mungkin dan logika dari keseluruhan narasi memang menjadi poin penting dalam membawa penonton lebih dalam mengikuti kisah Brodie dan para penumpang yang berada di dalam pesawat.
Kepanikan yang terasa, ketakutan, kecemasan, sampai dengan keinginan untuk mengirim pesan kepada orang tersayang dalam keadaan genting diperlihatkan secara jelas. Bumbu utama genre survival yang memperlihatkan sifat asli manusia ketika menghadapi kematian.
Tak ada adegan aksi yang seringkali dilebih-lebihkan demi sinematografi ciamik. Pertarungan jarak dekat antara karakter yang benar-benar tanpa ilmu bela diri disajikan secara mentah dan liar. Terutama logika lainnya seperti kehabisan peluru dan butuh waktu untuk kembali mengisi peluru.
Meski memang masih ada beberapa celah plot hole yang terlihat. Kebetulan-kebetulan yang mungkin terkesan terlalu mudah dan tertebak. Yah, sekadar untuk penyedap cerita cukup dan tak terlalu berlebihan.
Dibandingkan dengan film lain dari genre survival, film Plane memang tak heboh dengan thriller yang begitu mencekam maupun plot penuh twist yang membingungkan. Tapi untuk sebuah tontonan bagi pencinta adrenalin, film ini tetap menyenangkan dengan narasi yang kompak dan padat hingga penghujung cerita.
Genre: Thriller
Sutradara: Jean-Francois Richet
Penulis Naskah: Charles Cumming, J.P. Davis
Pemeran: Gerard Butler, Mike Colter