Film Beast memperlihatkan bagaimana sosok Idris Elba yang tinggi besar berhadapan dengan singa ganas yang siap menyerang siapa saja. Meski tertahan oleh plot yang terasa standar, penceritaan yang efektif dan didukung sinematografi apik mampu menyajikan film survival thriller yang menyenangkan.
Sinopsis film Beast
Dokter Nate (Idris Elba) bersama kedua anaknya, Meredith (Iyana Halley) dan Norah (Leah Jeffries) berkunjung ke Afrika Utara. Ia disambut oleh teman lamanya, Martin (Sharlto Copley), seorang ahli biologi dan pengawas gurun yang mengenalkannya dengan sang istri yang meninggal karena kanker.
Mereka pun berkunjung ke desa tempat istri Nate dibesarkan. Setelah itu, Martin pun mengajak mereka untuk ke kawasan cagar alam yang tak dibuka untuk umum, memperlihatkan area di mana istri Nate sering berkunjung untuk mengambil foto.
Tapi mereka menemukan seseorang yang terluka, dan dihadang oleh singa liar yang menyobek kaki Martin. Terjebak di daerah antah berantah, mereka pun ditemukan oleh sekelompok pemburu gelap yang ingin membunuh singa tersebut.
Fokus ke genre thriller
Karya sutradara Baltasar Kormákur ini menghadirkan film dengan genre survival yang tak jauh berbeda dengan Jurassic Park atau Jaws, tapi disuguhkan dengan skena alam Afrika yang menawan sekaligus berbahaya.
Bahkan di satu adegan terlihat salah satu karakter mengenakan T-shirt bertuliskan Jurassic Park. Menegaskan bahwa film ini merupakan salah satu homage untuk film survival thriller yang fenomenal tersebut.
Plot yang disampaikan terasa singkat, padat, dan pas. Sepadan dengan durasi 93 menit dari film ini. Tak terasa dilebih-lebihkan, tak terlalu panjang, tapi mampu memperlihatkan latar, tema, dan third act yang cukup memuaskan.
Dibuat efektif karena film ini hanya menekankan pada empat karakter utama. Membuatnya terasa lebih intim dan menekankan emosi yang tersampaikan oleh chemistry yang awkward antara Nate dengan Mare dan Norah.
Fokus pada latar gurun Afrika yang gersang dan terik. Menyimpan nuansa menenangkan di tengah panas terik, namun tetap membawa kesan berbahaya dan liar. Pengambilan gambar dan sinematografinya apik, mengagungkan alam bebas tanpa sentuhan CGI.
Tapi tentu saja, singa yang digunakan merupakan hasil efek komputer dari Enrik Pavdeja yang juga terlibat sebagai visual supervisor Jurassic World: Fallen Kingdom (2018). Yang untungnya believable dan tak berpengaruh banyak pada keseruan menonton film ini.
Daya tarik film ini terdapat pada sinematografi dan pergerakan kamera yang dibuat layaknya dari sudut pandang penonton. Ada banyak teknik single-take yang digunakan, menawarkan pengisahan cerita yang lebih kuat untuk menempatkan penonton pada posisi Nate dan keluarganya.
Gaya thriller yang diberikan oleh film ini terasa sangat nyata. Menekankan apa yang kan terjadi jika seseorang harus dihadapkan dalam pertarungan dengan binatang liar yang buas dan siap menerkam kapan saja.
Manusia dan kerusakan alam
Film ini tak semata tentang manusia melawan alam. Beast adalah manifestasi kerusakan alam yang disebabkan oleh manusia, dan pada akhirnya akan menyerang manusia itu sendiri.
Singa yang menyerang Nate dan keluarganya menyimbolkan alam yang menyerang balik setelah dirusak manusia. Singa yang terpisah dan harus hidup sendirian tanpa kawanan. Membuatnya fokus pada balas dendam “tahu siapa yang akan dimangsanya”, jelas Martin.
Bukan hanya tentang bagaimana menyelamatkan diri dari serangan hewan ganas, tapi Baltasar menyematkan pergolakan karakter yang menarik sebagai bumbu penyedap. Antara Nate yang ditinggal oleh sang istri dan tekanan dari kedua anaknya yang menginjak masa remaja.
Ketiganya merasakan kehilangan yang sama. Tapi mereka memiliki cara masing-masing untuk menangani rasa kehilangan tersebut; Nate dengan berkunjung ke desa sang istri, Mere dengan hobi fotografi, dan Norah dengan antusiasme di ranah psikologi, khususnya psikologi keluarga.Â
Mimpi berputar-putar di dalam sebuah labirin yang dialami oleh Nate memang terasa ambigu dan out-of-topic. Tapi adegan tersebut hadir sebagai sebuah simbol yang memperlihatkan kehilangan dan kerapuhannya ditinggal oleh sang istri.
Baru setelah ia berdamai dengan kehilangannya dan mulai membuka dirinya untuk mengenal dan fokus kepada anak-anaknya, mimpi yang sebelumnya samar menjadi lebih jelas dan ia bisa menemui sang istri di dalam mimpinya.Â
Dari segi cerita maupun plot, memang tak banyak yang bisa disajikan oleh Beast. Pergerakan narasi dengan format ‘template’ layaknya film survival pada umumnya sekilas mudah ditebak. Hanya saja kekuatannya terasa ketika film ini sudah memasuki babak kedua.Â
Film Beast menyajikan tontonan yang menyenangkan sebagai survival thriller dengan perpaduan sinematografi apik. Tapi gaya thriller yang cukup menegangkan dan tentu saja keindahan alam Afrika sangat disayangkan jika hanya disaksikan di layar kecil.Â
Genre: Thriller
Sutradara: Baltasar Kormákur
Penulis: Jaime Primak Sullivan
Pemeran: Idris Elba, Iyana Halley, Leah Jeffries