Review Film The Bricklayer (2024): Adaptasi Terlalu Berat

Film The Bricklayer membawa kembali sutradara gaek Renny Harlin ke ranah Hollywood dalam adaptasi novel melalui genre thriller dengan pace cepat dan aksi penuh darah, tapi masih kurang detail serta diperparah dengan plot yang berantakan.

Sinopsis film The Bricklayer

Steve Vail (Aaron Eckhart), mantan agen CIA menikmati hidupnya sebagai tukang batu bata (bricklayer). Namun ketenangannya terusik ketika temannya, Radek (Clifton Collins Jr.) mulai memeras CIA sampai membunuh jurnalis luar negeri yang tak bersalah.

Aaron Eckhart sebagai Steve Vail dan Nina Dobrev sebagai Kate Banon
via Millenium Media

Untuk mengatasi masalah tersebut, Direktur CIA, O’Malley (Tim Blake Nelson) meminta pertolongan Vail. Ia lalu mengutus Kate (Nina Dobrev), agen yang baru pertama kali turun ke lapangan untuk membantunya mengurus kasus ini.

Tensi semakin tinggi dan pertikaian tak terelakkan karena sifat Vail yang suka bertindak di luar aturan sehingga membuatnya dulu dipecat dari CIA bertolak belakang dengan Kate yang melakukan segala sesuatu berdasarkan peraturan yang dipelajarinya.

(Coba) ulang kejayaan Renny Harlin

Film ini mengisahkan tentang mantan tentara yang diminta untuk kembali ke lapangan, mirip seperti Jack Reacher. Menghadirkan sebuah popcorn movie bergaya thriller di lanskap Yunani yang eksotik.

Aaron Eckhart sebagai Steve Vail di film The Bricklayer
via Millenium Media

Dikembangkan oleh sutradara kenamaan asal Finlandia, Renny Harlin, film ini terkesan formulaic, atau masih mengikuti formula film thriller standar. Tak ubahnya seperti film kenamaan di masa jayanya era 90-an, Die Hard 2 (1990) dan Cliffhanger (1993).

Film ini terasa menarik berkat kepiawaian Harlin membawa adegan aksi yang efektif, meski dengan budget rendah. Terasa padat dan tak kalah menegangkan, hanya saja tak jarang ada detail yang miss atau terlalu berlebihan layaknya film aksi 90-an.

Namun sayangnya kurang memuaskan dikarenakan plot yang terlampau berat dan berbelit-belit. Ada banyak pertanyaan yang tak terungkap dalam skenario yang mencoba untuk pintar tapi malah berujung bikin pusing.

Aaron Eckhart di review film The Bricklayer
via Millenium Media

Aaron Eckhart yang membintangi Thank You for Smoking (2005) dan memerankan Harvey Dent di The Dark Night (2008) tampil cukup mengesankan sebagai Steve Vail. Namun chemistry-nya dengan Nina Dobrev terlihat kaku, begitu pula dengan pertengkaran yang mudah tertebak.

Terbebani novel sumber

The Bricklayer sendiri merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Noah Boyd, nama pena dari Paul Lindsay, mantan FBI dan veteran perang Vietnam. Dengan plot novel yang tak jauh berbeda dari kebanyakan seri thriller lainnya, tak mudah bagi Harlin untuk mengembangkan ceritanya.

Kisah tentang mantan agen rahasia sudah banyak digunakan. Termasuk highlight yang muncul dalam film ini; tembak-tembakan di keramaian maupun di gudang kosong, pengejaran berkecepatan tinggi, atau misteri yang terungkap satu per satu.

Tim Blake Nelson sebagai O'Malley dan Nina Dobrev sebagai Kate Banon
via Millenium Media

Novel yang diadaptasi merupakan yang pertama dari seri Steve Vail. Bukan tak mungkin jika Eckhart bakal kembali sebagai Vail dalam film selanjutnya. Tapi dengan film pertama yang angin-anginan, sekuelnya terasa berat.

Titel Bricklayer (tukang batu bata) disampaikan sebagai pemanis semata. Meski sempat dijelaskan di dalam film mengapa Veil memilih profesi tersebut, tapi tak digali lebih dalam. Atau hanya menjadikan alat pertukangan sebagai alat pembunuh semata.

Clifton Collins Jr. sebagai Radek
via Millenium Media

Film The Bricklayer mencoba menampilkan tontonan thriller penuh adrenalin karya Renny Harlin yang sepertinya masih terperangkap dalam masa kejayaan film blockbuster era 90-an; terlalu fokus dengan membawa lebih banyak aksi. 

Genre: Thriller

Sutradara: Renny Harlin

Penulis Naskah: Hanna Weg, Matt Johnson

Pemain: Aaron Eckhart, Nina Dobrev, Clifton Collins Jr.

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 927

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *