poster film SAS: Red Notice
Film, Review

Review Film SAS: Red Notice (2023): Cukup Jadi Guilty Pleasure

Film SAS: Red Notice akhinya dibawa ke layar bioskop Indonesia. Sebuah film aksi thriller yang diperankan oleh Ruby Rose dan Andy Serkis membawakan tontonan yang menggoda, tapi punya banyak PR yang harus diselesaikan.

Sinopsis Film SAS: Red Notice

Grace Lewis (Ruby Rose) merupakan anggota dari tentara bayaran Black Swan yang dipimpin oleh sang ayah. Mereka menjalankan tugas kotor atas suruhan komandan SAS, George Clements (Andy Serkis) untuk pemerintah Inggris.

Ruby Rose dalam film SAS: Red Notice
via Sky Cinema

Tapi karena sebuah serangan yang bocor ke media, Black Swan lalu dianggap sebagai teroris dan mendapatkan perintah penangkapan. Setelah sang ayah dibunuh, Grace membawa anggota Black Swan kabur lalu membajak kereta bawah laut dari London ke Paris.

Tom Buckingham (Sam Heughan) yang merupakan tentara SAS dan pacarnya, Dr Sophie (Hannah John-Kamen) kebetulan berada di kereta tersebut. Pertarungan antara Tom yang ingin menyelamatkan pacarnya dengan Black Swan pun tak terhindarkan.

Punya premis menarik

Film SAS: Red Notice merupakan salah satu film genre aksi yang mengandung berbagai unsur politik dan balas dendam. Beberapa twist pun dipersiapkan untuk membuat penonton tertarik pada film ini.

Tom Hopper dan Sam Heughan
via Sky Cinema

Dengan durasi 2 jam lebih sedikit, ada banyak plot dan sub-plot yang bisa dinikmati. Mulai dari latar belakang Grace dan keluarganya, memperkenalkan Tom dan Dr. Sophie, lalu sebagian besar plot berputar pada pembajakan kereta yang dilakukan oleh Grace.

Premis yang ditawarkan bisa dibilang menarik; sebuah keluarga tentara bayaran yang diburu setelah melaksanakan perintah dari Pemerintah Inggris. Ada dua belah pihak yang saling bertentangan, Black Swan dan SAS.

Hanya saja Red Notice mungkin bukan film yang bisa dinikmati dengan serius. Ada banyak ketidakkonsistenan dalam hal penceritaan dan plot yang ditawarkan. Terkadang solid, tapi tak jarang terkesan dipaksakan dan dilebih-lebihkan.

Andy Serkis dalam film SAS: Red Notice
via Sky Cinema

Adegan awal untuk memperkenalkan Grace dan anggota Black Swan terlalu panjang. Ada banyak adegan yang seharusnya dipotong untuk membuat film berjalan dengan pace yang lebih teratur dan dinamika yang menyenangkan untuk dinikmati.

Eksekusi berantakan

Bukannya tanpa daya tarik. Red Notice punya segudang potensi yang bisa membuatnya menjadi salah satu franchise yang menarik. Mulai dari deretan nama besar dan nama baru Hollywood yang mengagumkan hingga kontinuitas aksi yang bahkan tak ditemukan pada sebagian besar film aksi lainnya.

Di satu sisi, sebagian detail membuat film ini terkesan runut dan rapi. Tapi ada banyak pertanyaan tentang plot dan detail yang membuat penasaran. Misalnya, bagaimana bisa sinyal ponsel bisa sangat bagus di bawah tanah?!!

Tom dan Grace Lewis
via Sky Cinema

Terlepas dari eksekusi yang kurang teratur, tema yang diangkat sangat menggoda. Pesan tentang orang-orang yang ingin membalas dendam setelah disingkirkan oleh penguasa yang tak ingin kebusukannya terbongkar bisa terlihat dengan jelas.

Sebuah prolog narasi di awal film mengenai bahwasanya ‘psikopat ada di sekitar kita’ terasa mengganggu. Walaupun dimaksudkan untuk memperjelas cerita dari dua karakter utama di film ini, tapi terkesan cringe dan tak terlalu berdampak besar pada keseluruhan plot.

Film ini pertama kali dirilis di Inggris pada tahun 2021 dan dibeli oleh Netflix. Namun judulnya diubah menjadi SAS: The Rise of Black Swan. Kemungkinan besar untuk menyamarkan judul asli yang mendapatkan review buruk dari para kritikus.

Sam Heughan dalam film SAS: Red Notice
via Sky Cinema

Sebenarnya film SAS: Red Notice tak terlalu jelek untuk sebuah film aksi. Tapi plot yang terlalu berkepanjangan dan banyaknya adegan yang tak perlu menjadi kelemahan terbesar dari film ini. Yah, mungkin bisa jadi tontonan guilty pleasure yang bisa dilihat di kala senggang.

Genre: Aksi Komedi

Sutradara: Magnus Martens

Penulis Naskah: Laurence Malkin 

Pemeran: Sam Heughan, Ruby Rose, Andy Serkis

Rekomendasi Film
5/10

Summary

Sebenarnya film SAS: Red Notice tak terlalu jelek untuk sebuah film aksi. Tapi plot yang terlalu berkepanjangan dan banyaknya adegan yang tak perlu menjadi kelemahan terbesar dari film ini. Yah, mungkin bisa jadi tontonan guilty pleasure yang bisa dilihat di kala senggang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *