Review Film Midway (2019): Penggemar Sejarah Pasti Suka!

Jadi kangen nonton Dunkirk lagi.

cover film Midway Lionsgate

Satu lagi film perang yang menceritakan peristiwa bersejarah dalam Perang Dunia II. Diarahkan oleh sutradara besar dibalik Indepence Day (1996), Roland Emmerich, film Midway adalah replika perang besar yang menjadi titik balik kekalahan Amerika dari Jepang yang dikenal dengan pasukannya yang kuat beserta teknologi canggihnya.

Layaknya dokumenter, film ini menjelaskan perang pasukan Amerika dan Jepang pada Perang Dunia II di Samudra Pasifik. Dimulai dengan serangan tiba-tiba dari pasukan Jepang ke Pearl Harbor. Puncaknya ketika terjadi pertempuran antara Angkatan Laut Amerika dan Jepang dari 4 hingga 7 Juni 1942, di Midway, kepulauan Pasifik.

Ed Skrein dan Mandy Moore
via Lionsgate

Mengisahkan berbagai karakter yang terlibat dalam pertempuran Midway, cerita fokus pada Letnan Dick Best (Ed Skrein), seorang pilot ‘tukang pamer’ yang nantinya menjadi pemeran penting dalam kemenangan tersebut. Selain itu, ada perwira Intelijen Angkatan Laut Edwin Layton (Patrick Wilson) dengan kecerdasan (dan bantuan tim penyadapnya) membaca taktik Jepang untuk menyerang Midway.

Patriotisme Perang Dunia II

Satu lagi film tentang keberanian tentara Amerika ketika berada dalam keadaan terdesak (dan kalah jumlah) tapi berhasil menggempur Jepang pada Perang Dunia II. Pertempuran Midway pun pernah diadaptasi ke layar lebar bersama aktor legendaris Henry Fonda tahun 1976 dan meraih box office kala itu sebagai film terbaik kesepuluh pada 1976.

Ed Skrein dalam film Midway
via Lionsgate

Penonton dibawa melihat peperangan dari sudut pandang sang pilot. Semua kekacauan ketika berputar-putar di udara, menyilaukan ketika menantang matahari, serta betapa susahnya menembak dari dalam pesawat. Para pilot dan prajurit bukannya tanpa rasa takut, tetapi menyadari ada hal yang harus dilakukan untuk memenangkan perang.

Drama yang dihadirkan masih sama dan tak terlalu berat, tapi penggambaran tentang perang – mulai dari kelelahan yang dialami hingga perasaan ketika kompatriot meninggal dan hilang – terlihat sangat melekat. Dijelaskan melalui plot yang tak terlalu berat, namun masih enak untuk diikuti.

Nick Jonas dalam film Midway
via Lionsgate

Film ini juga dipenuhi dengan tokoh asli yang diperankan oleh aktor-aktor nomor wahid Hollywood, seperti Luke Evans, Patrick Wilson yang dikenal dalam semesta Conjuring dan Annabelle, Woody Harelson yang baru saja kembali dalam Zombieland 2, Ed Skrein (Game of Thrones dan Deadpool), hingga Nick Jonas.

Referensi maksimal terhadap versi aslinya

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, film ini mengambil latar peperangan Amerika dan Jepang dengan puncaknya pada Battle of Midway yang berlangsung selama tiga hari, 4–7 Juni 1942. Sebagian besar aktor yang ditunjuk memiliki kesamaan kontur wajah dengan tokoh aslinya. Hal ini bisa terlihat dari perbandingan yang diberikan ketika credit roll diputar.

Woody Harrelson mengenakan seragam hitam
via Lionsgate

Midway menggambarkan apa yang dimaksud dengan “dive-bombing”, pilot pengebom Amerika, seperti Letnan Dick Best menukik dengan arah yang hampir vertikal, turun dari jarak ribuan kaki ke kapal induk Jepang dan akhirnya meluncurkan bom jarak sekitar 2 kilometer. Meskipun berbahaya, namun tindakan ini meningkatkan akurasi jatuhnya bom lebih akurat dibandingkan ketika dijatuhkan dari tempat yang lebih tinggi.

Satu hal yang menarik dari film ini adalah kehadiran John Ford yang diperankan Geoffrey Blake. Bagi yang belum tahu, Ford adalah seorang sutradara yang merekam pertempuran legendaris Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 yang memenangkan Oscar untuk Best Documentary Short Subject. Sayangnya, perannya tak begitu signifikan dan digunakan sebagai penyalur komedi.

tentara Amerika dikerumini tentara Cina
via Lionsgate

Dibuat berdasarkan kisah nyata, sebagian peristiwa memang didramatisasi. Namun berbeda dengan kejadian heroik yang dilakukan Bruno Gaido (diperankan oleh Nick Jonas). Meskipun terlihat seperti rekayasa, namun tindakan heroik yang dilakukannya ketika menyelamatkan pesawat yang akan terjatuh dari kapal benar-benar terjadi kala itu. Penasaran? Tonton saja filmnya.

Seperti dokumenter

Film perang masih menjadi salah satu tontonan yang tak habisnya. Telah banyak film yang menceritakan tentang pertempuran di Pearl Harbor, seperti Tora! Tora! Tora! (1970) hingga Pearl Harbor (2001) karya Michael Bay. Tapi sayangnya, kekuatan film perang yang menegangkan tak terlihat sepanjang cerita film Midway.

Luke Evans sebagai prajurit Amerika
via Lionsgate

Emmerich menggunakan nasah karya Wes Tooke, membangun cerita berdasarkan tokoh-tokoh sejarah di dunia nyata, meskipun sebagian penggambaran disesuaikan untuk kebutuhan film. Bagaimanapun juga, menggabungkan kisah asli untuk layar lebar memang tak semudah mengadaptasi novel.

Tidak hanya mengisahkan tentang pertempuran Battle of Midway, tetapi sedikit pengantar dari serangan tiba-tiba pasukan Jepang ke Pearl Harbor. Dan karena melibatkan lingkup cerita yang besar, masalah terbesar film Midway lebih terlihat sebagai dokumenter dan pelajaran sejarah. Plot yang datar dan penggambaran perang yang kurang menegangkan.

Pada dasarnya, Battle of Midway adalah ‘sekuel’ dari pertempuran Pearl Harbor yang dimulai Jepang. Tak terlalu terkesan patriotisme, dimana Emmerich cukup adil dalam penggambarannya tentang prajurit Jepang. Tapi tak ada hal baru yang ditampilkan selain bintang-bintang papan atas Hollywood yang dihadirkan dan CGI yang lebih baik dibandingkan versi jadul-nya.

karakter prajurit Jepang
via Lionsgate

Tapi dibandingkan film perang lainnya, apalagi Dunkirk yang menggunakan gabungan teknik pengambilan gambar dan CGI. Bisa jadi dikarenakan budget yang tak sebanyak Dunkirk – sebagaimana dijelaskan Chris Klimek dalam NPR – terlihat jelas perbedaan kualitas gambarnya; dimana ‘animasinya tak terlihat seperti film layar lebar’.

Secara keseluruhan, film Midway adalah penggambaran besar salah satu momen paling penting dalam Perang Dunia II. Namun ketika disandingkan dengan film perang lainnya, seperti Saving Private Ryan atau Dunkirk, bahkan versi jadul tahun 1976, Emmerich tak mampu memberikan hal baru yang akhirnya terkesan membosankan dan lebih seperti sebuah film dokumenter.

Rating: 6/10

Genre: Aksi, Drama

Sutradara: Roland Emmerich

Penulis:Wes Tooke

Pemeran: Ed SkreinPatrick WilsonWoody Harrelson

Review Film
  • 6/10
    Film Oke - 6/10
6/10

Summary

Secara keseluruhan, film Midway adalah penggambaran besar salah satu momen paling penting dalam Perang Dunia II. Namun ketika disandingkan dengan film perang lainnya, seperti Saving Private Ryan dan Dunkirk, bahkan versi jadul tahun 1976, Emmerich tak mampu memberikan hal baru yang akhirnya terkesan membosankan dan lebih seperti sebuah film dokumenter.

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.