Review Film Annabelle Comes Home (2019): Cukup Solid, Tapi Hantunya Belum Sangar

Tidak semua hantu jahat. Dan tidak semua film horor menyeramkan.

review film Annabelle Comes Home indonesia

Di tengah lesunya barisan sekuel di parade film musim panas tahun ini, film Annabelle Comes Home membuktikan bahwa masih ada sedikit harapan. Menandai debut sutradara sekaligus penulis Gary Dauberman, film ketiga Annabelle di Conjuring Universe ini bisa dbilang sebagai yang terbaik di antara dua film sebelumnya.

Dauberman menulis ketiga film Annabelle, serta skenario untuk It (2017) dan The Nun (2018). Bersama James Wan yang kali ini menjadi produser, penunjukan Dauberman bisa dibilang tepat. Dan melalui Annabelle Comes Home, kejadian aneh dan misterius kembali lagi terjadi di rumah keluarga Warrens, penyelidik paranormal yang ceritanya diambil dari tokoh nyata.

Cerita dimulai tak lama setelah The Conjuring, tetapi sebagian besar narasi ditetapkan sebelum The Conjuring 2. Ketika Ed dan Lorraine Warren menyadari bahwa boneka Annabelle merupakan gerbang yang menarik mahkluk astral, mereka menguncinya di dalam sebuah ruangan di dalam rumah dengan peringatan “Jangan Dibuka”. Siapa pula yang ingin membuka lemari kaca bertuliskan “Jangan Dibuka”, ya kan?

boneka Annabelle di dalam lemari kaca, ulasan film annabelle comes home
via Warner Bros

Ketika Ed dan Lorraine pergi keluar kota untuk menyelesaikan sebuah kasus, mereka meninggalkan Judy (McKenna Grace) putri mereka yang berusia 10 tahun bersama pengasuhnya, Mary Ellen (Madison Iseman). Semua kejadian horor kembali datang menghantui setelah Daniella (Katie Sarifie), sahabat Mary Ellen membuka lemari kaca yang mengurung boneka Annabelle.

Cerita yang lebih ringan

Remaja yang ditinggalkan dalam sebuah rumah yang penuh hantu adalah set yang cukup famililar pada film horor tahun 70-an. Dan plot yang diberikan semakin mempertegas tema retro dalam film ini. Sayangnya, serangkaian plot sebagian besar bisa ditebak, membuat keasyikan sedikit berkurang. Tapi cuma sedikit, kok.

Judy, Mary Ellen, dan Daniella
via Warner Bros

Sebelumnya, film-film Annabelle dipenuhi plot yang saling tumpang tindih tentang para hantu dengan motivasi yang tidak jelas. Sedangkan cerita film ini terkesan sederhana. Rumah yang berhantu karena dipenuhi dengan barang berhantu sengaja ditempatkan oleh orang-orang yang menyelidiki hantu. Cukup mudah, bukan?

Berbeda dengan film horor kebanyakan, dimana kejadian aneh dan misterius terjadi karena kebodohan serta pemilihan narasi yang kurang logis, Annabelle Comes Home menjelaskan setiap motif dari semua pilihan, termasuk pilihan buruk sekalipun. Inilah yang membuat cerita menjadi berterima dan menarik untuk diikuti. Meskipun pada akhirnya, film ini tidak memiliki cerita yang padat dan terkesan mudah dilupakan

Pengembangan dan penambahan karakter

Annabelle Comes Homes terkesan seperti spin off untuk mendapatkan arah baru dalam semesta Conjuring. Ed dan Lorraine hanya muncul sedikit, memberikan penjelasan tentang boneka Annabelle dan menjadi penghubung dengan film sebelumnya. Kali ini, trio Judy, Marry Ellen, dan Daniella (serta karakter pendukung Bob (Michael Cimino)) menjadi pusat perhatian.

Judy yang diperankan McKenne Grace
via Warner Bros.

McKenna Grace (pemeran Carol Danvers muda dalam Captain Marvel) memberikan performa apik dari awal hingga akhir. Tidak hanya dipakai sebagai ‘penanda hantu muncul”, Grace membawakan Judy yang lebih tenang. Terkadang keheningan dan kekakuan lebih efektif untuk menggambarkan teror dibandingkan teriakan. Karena tidak semua orang berteriak ketika melihat hantu, kan?

Judy dijelaskan mendapatkan kekuatan dari sang ibu yang bisa melihat makhluk tak kasat mata. Meskipun belum mendapatkan kekuatan yang solid, karakternya terus berkembang dari awal hingga akhir. Dimanisnya karakter Judy yang diperlihatkan sepanjang cerita mengarah pada satu hal: apakah Judy akan mendapatkan film baru nantinya?

Film horor khas tahun 70-an

Tahun 70-an memang menjadi gudangnya film-film horor. Mulai dari The Night of the Living Dead hingga Halloween menghiasi bioskop kala itu. Meskipun Annabelle Comes Home berlatar akhir tahun 60-an, Cukup menyenangkan melihat bagaimana Dauberman mengarahkan film dalam “70’s vibe”. Tak terkecuali dengan semua wardrobe yang dikenakan.

karakter baru Daniella dalam Annabelle Comes Home
via Warner Bros.

Walaupun mengusung tema horor, dari awal, Dauberman menonjolkan warna-warna cerah dan kesan ‘summer in 70’s’ dalam film ini. Gabungan musik dan gambar panoramik yang dinamis menyuguhkan berbagai adegan yang sedap dipandang mata. Tentu saja dengan suasana khas musim panas dengan filter “orange”.

Kurang “jump scare”

Hal-hal menyeramkan hanya datang sesekali di awal dan selebihnya pada pertengahan hingga akhir film. Masih banyak adegan-adegan menakutkan dan scene-scene yang tak terduga, walaupun lebih sedikit dibandingkan film-film sebelumnya. Tetapi beberapa adegan dibuat kreatif, tak terduga, dan indah.

boneka Annabelle
via Warner Bros.

Film kedua Annabelle cukup menyeramkan bersama hantu dan makhluk baru. Namun dalam hal menakuti penonton, sepertinya film ketiga ini masih harus mengakui keunggulan dua film sebelumnya. Dauberman sepertinya ingin memberikan kenikmatan “ketakutan” dengan cerita yang solid, sehingga meninggalkan jump scare yang tidak perlu. Bagi kamu yang ingin film super menakutkan, mungkin bisa cari film hantu lain.

Memang sulit mengalahkan The Conjuring yang menjadi film pertama dari Conjuring Universe. Namun jika dibandingkan dengan film pertama maupun kedua, film Annabelle Comes Home akhirnya menawarkan cerita yang lebih khas dengan arah yang berbeda dari Conjuring. Secara keseluruhan, film ketiga ini menghadirkan nuansa yang lebih ringan berbalut sedikit humor untuk penutup yang manis atau awal baru dalam perjalanan Annabelle.

Rating: 3/5

Genre: Horror, Thriller

Sutradara: Gary Dauberman

Penulis: Gary Dauberman

Pemain: Vera FarmigaPatrick WilsonMckenna Grace

Review
  • Review Film
3

Summary

Namun jika dibandingkan dengan film pertama maupun kedua, Annabelle Comes Home akhirnya menawarkan cerita yang lebih khas dan arah yang berbeda dengan Conjuring. Secara keseluruhan, film ketiga menghadirkan nuansa yang lebih ringan berbalut sedikit humor untuk penutup yang manis atau awal baru dalam perjalanan Annabelle.

Sending
User Review
4 (1 vote)

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.