Review Film Bumblebee (2018) – Klasik, Menyentuh, Nostalgia Transformers Era 80-an

ulasan film Bumblebee

Film Bumblebee harus ditonton oleh penggemar setia Transformers! Setelah beberapa film yang membosankan dan – meskipun mendapatkan pendapatan yang bagus di pasaran – hanya mengandalkan aksi penuh CGI, di film ini penonton dibawa hanyut dalam cerita awal bagaimana pasukan Megatron datang ke bumi.

Idealnya, bisa dibilang film ini adalah film yang diinginkan oleh penggemar kartun klasik tahun 1980-an yang menjadi era kesuksesan franchise ini. Tidak ada pertarungan mega besar yang melelahkan, tapi lebih ke cerita yang koheren dan plot yang menarik. Bisa dibilang, film Bumblebee benar-benar film yang dibutuhkan penggemar Transformers saat ini.

Bumblebee movie

via Paramount

Dibandingkan dengan Camaro yang melaju kencang namun hanya bisa dimiliki oleh orang-orang berduit, film ini layaknya Volkswagen Beetle yang memberikan kenangan serta kenyamanan selama cerita berlangsung. Dengan eksekusi yang tepat, penonton dibawa bernostalgia sejenak mengikuti alur dan cerita awal Transformers dengan referensi pop culture 80-an.

Film ini menceritakan tentang B-127 yang dikirim ke Bumi oleh Optimus Prime. Namun pertempuran dengan dua pasukan Decepticon membuatnya mengalami kerusakan dan membuatnya berubah menjadi sebuah Beetle kuning. Ditemukan oleh seorang remaja bernama Charlie Watson. Pertemuannya dengan B-127 membuatnya terlibat dalam perang antar galaksi, namun dalam skala yang amat kecil. Ia juga harus berhadapan dengan pasukan Decepticon, Dropkick dan Shatter yang berhasil menipu pihak militer untuk memburu B-127.

Dan dalam segi cerita, dibandingkan dengan film-film Transformers arahan Michael Bay yang penuh dengan perusakan, film Bumblebee mendekati cerita dengan lebih lembut. Bahkan, Trave Knight yang menjadi sutradara membuat perubahan Bumblebee dari robot menjadi Beetle melambat, menjelaskan proses tranformasi robot-robot dengan lebih lembut, beda sekali dengan film pendahulunya. Dengan lebih banyak kepribadian, robot kuning ini dibuat lebih humanis dan gestur yang lebih banyak.

Bumblebee dibuat lebih humanis

via Paramount

Film Bumblebee siap hadirkan nostalgia 80-an

Dengan setting tahun 1987, film ini menawarkan nostalgia bagi penggemar Transformers pertama. Mulai dari Duran Duran, The Smith, hingga Take on Me dari A-ha siap membawa nuansa 80-an dalam film ini. Lebih jauh, adegan fenomenal dari film klasik ‘The Breakfast Club’ juga masuk ke dalam plot, scene kesukaan Bumblebee dalam perjalanan pertamanya di Bumi. Adegan yang mana? Tonton sendiri ya.

Tidak hanya referensi, Knight juga memasukan DNA film keluarga khas Seven Spielberg dengan humor serta pesan yang menjadikan film ini menyentuh, tanpa menghilangkan kesan film Transformers-nya. Tidak hanya memberikan tontonan yang ramah untuk keluarga, Knight juga patut diapresiasi dengan mengurangi penggunaan darah dalam film ini, menyesuaikan rating PG-13 yang didapatkan oleh Bumblebee.

review Bumblebee

via Paramount

Yang masih menjadi masalah adalah, terihat ada beberapa detail yang terkesan kurang bersih, serta pace yang sedikit berantakan di babak ketiga film ini. Namun untungnya, ketika film ini hampir berada pada tahap terlalu banyak drama, pace kembali naik hingga akhir cerita. Meskipun pada akhirnya tidak mengganggu inti keseluruhan cerita.

Jika dibandingkan dengan lima film Transformers sebelumnya, film Bumblebee memiliki formula yang unik. Namun pakem less-is-best terbukti dengan memberikan lebih banyak ruang untuk eksplorasi sisi humanisme Bumblebee dan menghadirkan cerita yang lengkap dan menarik untuk diikuti, bahkan bagi mereka yang bukan penggemar Transformers sekalipun.

Film Bumblebee tayang di bioskop Indonesia pada tanggal 19 Desember 2018.

Rating: 4/5


Genre: Action, Adventure, Science-Fiction

Sutradara: Travis Knight

Penulis: Christina Hodson

Bintang: Hailee SteinfeldDylan O’BrienJohn Cena

Review
  • Review Film
4

Kesimpulan

Dibandingkan dengan Camaro yang melaju kencang namun hanya bisa dimiliki oleh orang-orang berduit, film ini layaknya Volkswagen Beetle yang memberikan kenangan serta kenyamanan selama cerita berlangsung. Dengan eksekusi yang tepat, penonton dibawa bernostalgia sejenak mengikuti alur dan cerita awal Transformers dengan referensi pop culture 80-an.

Sending
User Review
4.5 (2 votes)
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.