Review Film Bloodshot (2020): Buat yang Bosan dengan Marvel dan DC

Sebagai Rajanya Franchise, bisakah Vin Diesel menjadikan Bloodshot awal semesta superhero Valiant Comics?

cover film Bloodshot

Vin Diesel memang pengisi suara Groot dalam Guardian of the Galaxy. Tapi, film Bloodshot adalah film pertamanya “tampil” sebagai superhero setelah Riddick (2013). Disebut sebagai awal dari semesta superhero yang direncanakan oleh Valiant Comics, film ini menjadi penyegaran yang dibutuhkan penonton yang selama ini selalu dijejali tontonan superhero ala Marvel dan DC.

Sinopsis film Bloodshot

Seperti pada komiknya, film Bloodshot menceritakan tentang Ray Garrison (Vin Diesel), seorang tantara Amerika yang terbunuh ketika sedang bertugas. Dia dihidupkan lagi oleh perusahaan teknologi RST, dan mendapatkan nama superheronya sendiri, Bloodshot. RST memasukkan nanoteknologi ke dalam tubuh Garrison dan membuatnya memiliki kekuatan super.

Vin Diesel sebagai Ray Garrison
via Colombia Pictures

Berusaha untuk mengkontrol kekuatan barunya dan membalaskan dendam istrinya, ternyata ada masalah lain datang pada Garrison, mulai dari ingatannya hingga kebenaran tentang istrinya. Selain mengendalikan teknologi nano yang diberikan pada Garrison, ternyata RST juga mempengaruhi pikiran dan ingatannya.

Superhero anyar Valiant Comics

Film Bloodshot menjadi film pertama dalam semesta superhero yang akan dibuat Valiant Comics. Karena itu, film ini fokus pada cerita awal mula Ray Garrison yang nantinya akan menggunakan nama Bloodshot. Selain menjelaskan tentang nanoteknologi yang menjadi sumber kekuatannya, film ini juga menjelaskan perusahaan teknologi RST yang membuat proyek tentara super Bloodshot.

review film Bloodshot indonesia
via Colombia Pictures

Menghadirkan pesan yang lebih dewasa, cerita yang diberikan pun lebih dalam. Vin Diesel yang turut menjadi produser menyebutkan fokus utama dalam film ini adalah keadaan dimana seseorang merasa dimanipulasi. “Ketika kita menonton berita dalam kehidupan kita sehari-hari, ada begitu banyak momen di mana kita merasa dimanipulasi,” jelasnya dalam sebuah wawancara.

Jika masih banyak karakter lain yang ada dalam versi komiknya, ternyata tak semuanya diperkenalkan dalam film ini. Hanya ada segelintir karakter yang ‘ditugaskan’ untuk memperkenalkan Bloodshot pada penonton yang lebih luas. Beberapa nama pun ditukar, berbeda dari seri orisinilnya.

BACA JUGA  Jelang Star Wars: The Last Jedi, Snoke Pemimpin First Order Dirumorkan Lebih Kuat dari Darth Vader dan Palpatine

Perkenalan pertama semesta Bloodshot

Bloodshot merupakan serial superhero yang diterbitkan oleh Valiant Comics sejak 1993. Seri ini masih berlanjut hingga saat ini. Awalnya ditulis oleh Kevin VanHook dengan ilustrasi oleh Don Perlin. Serial ini sempat terhenti pada tahun 1996 ketika Valiant diambil alih oleh Acclaim Comics. Acclaim akhirnya melakukan reboot karakter ini dalam Bloodshot (Volume 2).

Eiza Gonzales dan Vin Diesel
via Colombia Pictures

Dalam versi komiknya, nanoteknologi yang ditanamkan di dalam tubuhnya memberikan Garrison kemampuan manusia super, termasuk sistem penyembuhan tubuh super cepat, kekuatan super, serta mengubah bentuk. Sayangnya, kita belum bisa mendapatkan semua kekuatan Garrison. Hanya ada beberapa jenis kekuatan yang digunakan dalam film ini.

Sekilas, cerita yang ditawarkan memang unik dan berbeda dibandingkan film superhero lainnya. Namun alur yang sedikit simpel masih menjadi kelemahan film ini. Banyak pertanyaan belum terjawab. Memang, memperkenalkan karakter komik yang tak terlalu dikenal masyarakat umum perlu usaha lebih. Bloodshot belum mampu mengangkat nama besar karakter Valiant Comics ini dalam seri adaptasi pertamanya.

Pertarungan serta adegan aksi yang ditampilkan dalam film ini menunjukkan kekuatan Bloodshot. Tapi sayangnya, di beberapa kesempatan animasi dan CGI yang digunakan masih terasa kasar. Meskipun sudah menggandeng Imagine Engine dan Method Studios yang turut ambil bagian dalam Birds of Prey: And the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn (2020).

animasi Vin Diesel dalam film Bloodshot review
via Colombia Pictures

Tapi, film Bloodshoot tak salah jika disebut sebagai pembeda film superhero dengan formula baru. Meski tak terlalu mulus dalam penyampaiannya, film ini tetap bisa dianggap mampu menyajikan cerita orisinil superhero yang tak biasa. Tapi masih banyak yang bisa dikembangkan, apalagi semesta Valiant Comics sedang dipersiapkan.

Bagi kamu yang lelah dengan seri Marvel dan DC di layar lebar, film Bloodshoot bisa menjadi pilihan.

BACA JUGA  Review Film Revenge (2017) - Film Rape-Revenge yang Brutal dan Penuh Darah

Rating: 6.5/10

Genre: Aksi, Drama

Sutradara: Dave Wilson

Penulis: Jeff Wadlow, Eric Heisserer

Pemeran: Vin Diesel, Eiza González, Guy Pearce

Review Film
  • 6.5/10
    FIlm Oke - 6.5/10
6.5/10

Summary

Film Bloodshoot tak salah jika disebut sebagai pembeda film superhero dengan formula baru. Meski tak terlalu mulus dalam penyampaiannya, cerita orisinil superhero yang tak biasa tersaji dengan baik. Tapi masih banyak yang bisa dikembangkan, apalagi semesta Valiant Comics sedang dipersiapkan. Bagi kamu yang lelah dengan seri Marvel dan DC di layar lebar, film ini bisa menjadi pilihan.

Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.