Review Film Birds of Prey and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn (2020) : The Harley Show!

Kebangkitan DC berawal dari film solo karakternya!

cover film Birds of Prey

Awal 2020 dibuka dengan kebangkitan DC. Film Birds of Prey and The Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn merupakan tontonan menarik yang dibuat Warner Bros. dan DC dalam mengembangkan karakter-karakter di semesta DC. Gabungan karakter yang relatable serta pesan mendalam, menghadirkan tontonan khas DC namun dengan nada yang ringan.

Disutradarai oleh Cathy Yen, Birds of Prey melanjutkan kisah Suicide Squad (2016) dan kali ini fokus pada Harley Quinn (Margot Robbie). Berjuang setelah putus dari Joker (atau Harley menyebutnya Mr. J), Harley ingin membuktikan bisa mandiri dari orang yang selalu melindunginya itu. Mengingat setelah putus dari Joker, dia akhirnya diburu oleh orang-orang yang pernah ‘dijahilinya’.

karakter film Birds of Prey
via Warner Bros.

Akhirnya dia harus berurusan dengan Black Mask (Ewan McGregor), raja mafia yang ingin mencari berlian Bertinelli yang dicuri oleh pencopet cilik, Cassandra Cain (Ella Jay Basco). Dia juga dikejar-kejar oleh detektf polisi Renee Montoya (Rosie Perez) serta Huntress (Mari Elizabeth Winstead), pembunuh yang ingin membalaskan dendam keluarganya.

Masuk ke pikiran Harley Quinn

Seperti judulnya, film ini fokus pada perjalanan Harley Quinn setelah memutuskan hubungannya dengan Joker. Dilabeli sebagai ‘mantan Joker’, dia harus menghindar dari penjahat yang pernah berurusan dengannya. Di awal film kita sudah disajikan bagaimana Harley harus menghindari penjahat yang ingin membunuhnya.

Margot Robbie dalam film Birds of Prey
via Warner Bros.

Melalui plot yang dinamis dan pace yang stabil dari awal hingga akhir, penonton akan dibawa masuk ke dalam pikiran Harley Quinn. Terlihat dari bagaimana Margot ‘break the 4th wall‘ dengan berbicara dengan penonton layaknya Deadpool. Hal ini menjadi yang pertama bagi film DC Extended Universe.

Birds of Prey membawa penonton masuk ke dalam pikiran Harleen Quinzel, rumit, melompat-lompat dan tak terprediksi. Sejak awal, urutan cerita cukup membingungkan dengan beberapa flashback dan lalu kembali ke plot utama.

Satu adegan menggambarkan apa yang ada di kepala Harley, seperti menari bersama Black Mask. Mekanisme paska putus Harley juga merepresentasikan Harley sebagai wanita biasa; individu yang patah hati dan membutuhkan teman.

Sayang, Jared Leto tak hadir untuk mengulangi perannya sebagai Joker. Bahkan kisah awal Harley Quinn dan Joker dibuat dengan gambar animasi.

Margot Robbie dan Ewan McGregor dalam film Birds of Prey
via Warner Bros.

Gabungan aksi dan komedinya cukup banyak. Menyematkan adegan komedi dalam beberapa pertarungan, semuanya mengalir dengan unik dan menarik dari karakter Harley Quinn yang lebih terasa dibandingkan Suicide Squad. Karakternya berkembang melalui kehilangan, kesepian dan penghianatan. Dan Margot Robbie tampil brilian dalam karakternya.

Pesan Girls Power

Margot Robbie bisa dibilang jatuh hati pada Harley Quinn. Bertindak sebagai produser utama Birds of Prey, dia bertemu dengan penulis skenario Christina Hudson pada 2016 untuk mengerjakan naskah dan draft. Cathy Yan pun dipilih sebagai sutradara. Pastinya film ini akan terasa beda jika diarahkan oleh seorang pria.

Harley Quinn dan Cassandra Cain

Dibuat, diproduksi, dan diperankan (sebagian besarnya oleh) wanita, film Birds of Prey mampu mengangkat tema fenimisme dari berbagai karakter yang terkekan dan tertindas. Bukan hanya karakter utamanya saja, satu adegan memperlihatkan seorang pengunjung klub malam disuruh membuka bajunya hanya sebagai hiburan semata.

Pesan terbesar dalam film Birds of Prey memang tentang feminisme. Yan mengeksekusi kisah Harley dengan mulus dan menyatukannya dengan karakter Harley yang unik dan eksentrik. Tak hanya perjalanan Harley Quinn setelah ‘memutuskan’ Mr. J, tapi berbagai masalah yang sering dihadapi wanita bisa terlihat dari pemeran wanita dalam film ini.

Karakter lain berkembang dengan masalah mereka sendiri. Orang tua angkat Casandra yang selalu bertengkar, Huntress yang ingin membalaskan dendam keluarganya, Black Canary yang hanya menjadi bawahan Black Mask, serta detektif Renee Montoya yang selalu dikekang atasannya.

Harley Quinn makan
via Warner Bros.

Bersama-sama, Harley dan pasukan barunya menemukan pembelajaran serius tentang menemukan diri sendiri. Namun film ini tak dibawa dengan tone yang lebih berat layaknya Batman v Superman maupun Justice League. Harley dan yang lainnya hanya menghadapi masalah yang dekat dengan lingkungan dan kehidupan mereka.

Terlepas dari Suicide Squad

Yan mengarahkan kombinasi aksi, humor, dan perjalanan keseharian Harley. Membuat film ini menghadirkan nada yang ringan tanpa menghilangkan pesan mendalam yang diberikan. Tapi bagi kamu yang menantikan cameo dari karakter di semesta DC, bersiaplah untuk kecewa.

Karena sama seperti Joker (2019) yang dibawa oleh Joaquin Phoenix, Birds of Prey seperti terlepas dari Suicide Squad. Tak ada karakter dari film karya sutradara David Ayer yang dibawa dalam film ini. Memang ada sedikit karakter yang ditampilkan dalam sebagian adegan, contohnya dalam poster ‘wanted’ di kantor polisi.

Margot Robbie sebagai Harley Quinn
via Warner Bros.

Penggemar versi komik maupun serial animasi dipastikan akan lebih menyukai Harley Quinn di Birds of Prey dibandingkan Suicide Squad. Kegilaan Harley Quinn sangat terasa. Plot yang mudah tak terlalu rumit, menjadikannya bisa dinikmati siapa saja. Warna dan gambarnya yang eye catching siap menghibur mata.

Film Birds of Prey seakan memberi jalan bagi DC dan Warner Bros. untuk lebih mengeksplorasi pahlawan bahkan penjahat dari semesta DC dengan beragam konsep cerita. Gabungan aksi dan komedi bisa menjadi pemikat. Namun yang paling penting adalah cara DC mengembangkan karakter, mengalihwahanakan cerita namun tetap menghadirkan kesan DC yang sama.

Rating: 7.5/10

Genre: Komedi, Aksi

Sutradara: Cathy Yan

Naskah: Christina Hodson

Pemeran: Margot RobbieMary Elizabeth WinsteadEwan McGregor 

Review Film
  • 7.5/10
    Film Bagus - 7.5/10
7.5/10

Summary

Film Birds of Prey and The Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn merupakan tontonan menarik yang dibuat Warner Bros. dan DC mengembangkan karakter-karakter di semesta DC. Gabungan karakter yang relatable serta pesan mendalam, menghadirkan tontonan khas DC namun dengan nada yang ringan.

Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.