Review Anime Castlevania Season 2 – Patahkan Kutukan Adaptasi Video Game

review castlevania season 2

Adaptasi video game baik itu ke layar lebar maupun layar kaca dikenal sangat sulit diwujudkan. Bahkan ketika Hollywood sudah berhasil membuat film-film superhero yang saling berhubungan dalam satu “semesta” adaptasi video game masih jauh ketinggalan. Video game seperti mustahil untuk diadaptasi dengan baik ke film atau serial TV seolah mendapatkan kutukan. Hingga kemunculan adaptasi Castlevania. Meneruskan kesuksesan season pertamanya, anime Castlevania season 2 memantapkan diri sebagai salah satu adaptasi video game terbaik dengan lebih menonjolkan pengembangan karakter ketimbang aksi yang berlebihan.

Season 2 langsung melanjutkan cerita yang berakhir di season 1 di mana Alucard bersama Trevor dan Sypha berusaha untuk menghalangi genosida umat manusia yang tengah dilakukan Vlad Dracula Tepes. Di sisi lain, Dracula yang mengumpulkan semua jenderal perangnya malah mendapati masalah selain manusia, yaitu masalah dengan bangsanya sendiri.

Tahun kemaren Castlevania hadir dengan durasi yang relatif pendek, yaitu empat episode saja. Walaupun begitu, season 1 tampil efektif dan berhasil memikat hati para fans. Dengan kesuksesan itu, Netflix kemudian menghadirkan anime Castlevania season 2 dua kali lebih banyak, yaitu delapan episode. Lalu bagaimana dengan kualitasnya? Season 2 berhasil memantapkan Castlevania sebagai adaptasi video game terbaik, paling tidak hingga saat ini.

anime netflix terbaik

Alucard, Trevor dan Sypha, Via IMDB

Castlevania season 1 sukses karena tidak terlalu fokus atau memaksakan diri untuk menghadirkan berbagai unsur gameplay dari game keluaran Konami itu. Seperti adegan akrobatik melewati rintangan di kastil yang membingungkan dan pertarungan melawan makhluk malam. Berkat tangan dingin Waren Ellis sebagai penulis, Castlevania berhasil menyeimbangkan antara adegan aksi dan cerita sehingga sukses menampilkan karakter yang lovable dengan adegan aksi yang super keren dan pas walaupun relatif singkat.

Nah, di season 2 ini, kita tidak disajikan adegan akrobatik tersebut namun lebih banyak pada pengembangan karakter. Kita diberikan kisah tentang masa lalu keluarga Trevor dan Alucard. Sedangkan Sypha, berkembang menjadi seorang penyihir Speaker yang lebih matang. Hubungan ketiga protagonis ini juga berkembang menjadi lebih menarik.

ulasan bahasa indonesia castlevania season 2

Carmila dan Hector, Via Digital Spy

Di sisi lain, kisah jendral-jendral vampir yang dikumpulkan Dracula juga tidak kalah menarik. Keputusan Dracula untuk memercayakan strategi genosidanya kepada bawahannya yang manusia, Hector dan Issac, menimbulkan pertentangan di kalangan vampir.

Kisah Hector dan Issac sebagai manusia yang ikut bertanggung jawab atas genosida manusia sangat menarik. Motif yang ia miliki masuk akal. Namun, beberapa kali animasi wajah mereka membuat tidakan yang mereka ambil agak membingungkan. Jika dalam live action, bisa dibilang mereka tampil dengan akting yang kaku.

Tapi tetap Dracula menjadi karakter yang paling menarik di season 2 ini. Selain digambarkan sangat kuat dengan animasi yang sangat bagus, Dracula juga sukses digambarkan sebagai seorang pria yang dilanda kesedihan mendalam akibat kematian cinta sejatinya. Di satu sisi ia ingin membalaskan kematian istrinya. Di sisi lain ia terlihat lebih memilih untuk berduka dan cenderung tidak bersemangat memimpin para bawahannya. Ada konflik batin memilukan dalam diri Dracula yang perkasa. Dan konflik ini kemudian memunculkan masalah baru dalam kelompoknya.

review castlevania season 2

Dracula dan Lisa, Via IMDB

Tentu tidak lengkap rasanya jika adaptasi video game aksi petualangan seperti Castlevania tidak menampilkan adegan pertarungan. Walaupun lebih didominasi drama, anime Castlevania season 2 tetap berhasil menghadirkan adegan aksi yang memukau.

Di satu adegan (bukan spoiler), serial anime keluaran Netflix ini menggabungkan animasi yang tidak kalah lenturnya dari anime-anime Jepang dengan theme song game Castlevania. Hasilnya? Sangat keren! Mungkin “sangat keren” belum cukup untuk menggambarkan betapa bagusnya adegan itu.

review anime castlevania

Via Netflix

Adegan aksi keren itu tidak serta merta menghilangkan emosi yang telah dibangun. Terutama ketika para protagonis kita berhadapan dengan Dracula. Ini membuat pertarungan mereka menjadi emosional.

Kemampuan para voice actor juga patut diacungi jempol. Suara Richard Armitage (Trevor Belmont), James Callis (Alucard), Alejandra Reynoso (Sypha Belnades), dan Graham MacTavish (Dracula) berhasil menghidupkan karakter masing-masing. Apalagi di adegan-adegan emosional.

Akhir kata, anime Castlevania season 2 adalah sebuah masterpiece anime yang tidak melulu berisi tentang adegan pertarungan tapi juga kisah menyentuh dari monster yang hanya ingin bahagia mencintai kekasihnya.

Oh iya, satu lagi. Sebenarnya Castlevania season 2 sudah pas menjadi penutup kisah manusia dan vampir ini. Namun berkat kesuksesannya, Netflix sudah menkonfirmasi akan melanjutkan franchise ini ke season 3.

Rating: 4.5/5


Genre: Action, Adventure

Dikembangkan oleh: Adi Shankar

Sutradara: Sam Deats, Adam Deats, Spencer Wan

Penulis: Warren Ellis

Review Overview
  • Rating Anime
4.5

Kesimpulan

Castlevania season 2 menonjolkan pengembangan karakter untuk menyajikan cerita yang membekas dilengkapi adegan aksi dengan animasi yang super keren yang singkat namun efektif. Castlevania berhasil mematahkan kutukan adaptasi video game.

Sending
User Review
( votes)
Haris Syukri

Sedang belajar mengedit tulisan di Mariviu.