Penjelasan Ending Joker: Apakah Arthur Fleck adalah The Joker?

Peringatan! Artikel ini berisi spoiler tentang film Joker (2019)

cover film Joker 2019

Ending Joker merupakan salah satu misteri yang masih diperdebatkan oleh sebagian penggemar film atau DC Comics. Ada dua pendapat terbagi mengenai penjelasan akhir cerita Arthur Fleck yang diperankan oleh Joaquin Phoenix; plot benar-benar terjadi dan Arthur adalah sang Joker, atau semua itu hanyalah khayalan dari Arthur ketika dia berada di Rumah Sakit Jiwa Arkham.

Disebut tak memiliki kontinuitas dengan semesta sinematik DC, film Joker (2019) masih menunjukkan kisah sedih yang melanda Bruce Wayne: kedua orang tuanya dibunuh ketika mereka sedang berjalan di gang sempit. Tapi, ada beberapa perdebatan tentang kisah Arthur Fleck; apakah dia merupakan The Joker yang melawan Bruce Wayne berkostum Batman?

penjelasan ending Joker
via Warner Bros Pictures

Setelah membunuh Murray Franklin, Arthur dibawa sebagai pemimpin gerakan ‘badut’ di kota Gotham. Namun, meskipun dia menjadi pemimpin gerakan ini, dia tidak harus menjadi Joker yang nantinya akan melawan Batman. Dengan perbedaan usia 35 tahun Arthur Fleck dengan Bruce Wayne muda (yang diperankan oleh Dante Pereira-Olson), banyak kejanggalan yang bisa dirasakan.

Jika karakter Bruce Wayne Dante Pereira berusia 25 tahun ketika kembali ke Gotham setelah berlatih bertahun-tahun, Arthur akan berusia 60 tahun. Bahkan dalam versi komiknya, Joker tidak pernah direpresentasikan sebagai orang tua. The Clown Prince of Crime selalu digambarkan mampu menandingi Batman secara fisik.

Perbedaan usia yang signifikan ini menjadi salah satu kejanggalan karakter Arthur Fleck menjadi Joker dengan Bruce Wayne yang masih sangat muda. Bukan tak mungkin Arthur adalah sosok inspirasi dari Joker yang nantinya menjadi musuh abadi Batman di Gotham.

Batman: Three Joker
via DC Comics

Joker tidak selalu satu karakter yang bersinggungan dengan Batman dalam versi komiknya. Ada kemungkinan Joker adalah sebuah ikon atau simbol pergerakan, seperti pada gerakan ‘badut’ di Gotham. Bahkan, DC Comics dalam Black Label memiliki cerita Batman: Three Joker dimana ada tiga Joker yang selama ini melawan Batman.

Penjelasan sutradara Todd Phillips

Akhir yang ambigu adalah hasil pemikiran penulis dan sutradara Todd Phillips. Ketika diwawancarai oleh LA Times, Phillips malahan tidak menjelaskan inti dari adegan akhir Joker. “Saya dan Scott dan Joaquin, kami tidak pernah berbicara tentang apa yang dia miliki [di akhir cerita],” jelasnya.

“Ada banyak cara Anda bisa menonton film ini. Anda bisa menontonnya dan berkata, ‘Ini hanya salah satu dari kisah pilihan gandanya. Tidak ada yang terjadi.” Terang Phillips. ‘Saya tidak ingin mengatakan apa. Tetapi banyak orang mengatakan kepada saya, “Oh, saya mengerti – dia hanya mengarang cerita. Seluruh film adalah lelucon [dan tidak nyata].”

Joaquin Phoenix sebagai Joker
via Warner Bros Pictures

Dari berbagai wawancara yang dilakukannya, Phillips sepertinya tak menampik banyak spekulasi berdatangan tentang Arthur Fleck dan masa depan Gotham. Apakah semua kejadian di dalam film benar-benar terjadi atau hanyalah khayalan Arthur saja. Senang dengan perdebatan di akhir film, dia enggan mengungkapkan pendapat pribadinya mempengaruhi penafsiran penonton terhadap film.

Selain itu, kontroversi yang menaungi Joker terbukti tak menghalangi Warner Bros. mendapatkan hasil memuaskan di bioskop. Joker pun mematahkan rekor pembukaan film Oktober yang sebelumnya dipegang Venom (2018). Mempertimbangkan ending Joker yang ambigu, percakapan tentang film ini mungkin akan bertahan hingga film ini tak lagi diputar di bioskop.

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.