Joaquin Phoenix dan Todd Phillips Jelaskan Adegan Film Joker di Akhir

Artikel ini berisi spoiler tentang film Joker (2019)

Robert de Niro dalam adegan film Joker

Adegan film Joker di babak tiga ketika Arthur Fleck (Joaquin Phoenix) dengan setelan merah dan rambut hijaunya bertemu pembawa acara talkshow Murray Franklin (Robert de Niro) tak terduga dan mengundang tanya. Di akhir adegan itu, Arthur menembak Murray. Apa yang sebenarnya terjadi?

Joaquin Phoenix dalam adegan akhir film Joker
via Warner Bros Pictures

Pada bagian pertengahan cerita dijelaskan bagaimana Arthur melatih kemunculannya dalam acara tersebut. Dalam latihannya, tersirat adegan yang menjelaskan bahwa dia akan bunuh diri. Tetapi, setelah kemunculannya yang fantastis di The Murray Show, dia melewatkan kesempatan untuk bunuh diri dan memilih menembak Murray menjelang akhir film Joker.

Dalam wawancaranya bersama Collider, Joaquin Phoenix menjelaskan bahwa Arthur dari awal berniat untuk bunuh diri. “Jika Anda menonton film, Anda mendapatkan perasaan seperti … dia akan bunuh diri di TV, itu adalah keinginannya sebelumnya. Dan Arthur berubah pikiran. Dia akan melakukan itu [bunuh diri], tetapi kemudian dia berubah pikiran,”

Lalu, apa yang membuat Arthur berubah pikiran? Menurut Phoenix, apa yang dipikirkan dan dilakukan Arthur disesuaikan dengan kebutuhan karakternya, yaitu mendapatkan perhatian. Sebagai seorang yang punya cita-cita jadi stand-up komedian sukses, Arthur ingin mendapatkan tempat dan ditonton oleh audiens yang lebih banyak, bahkan ketika kematiannya.

adaptasi karakter Joker
via Warner Bros Pictures

“Itu juga tipe kepribadian tertentu. Itu adalah seseorang yang mencari pengakuan dan tipe kepribadian ini adalah bersifat bunuh diri, namun mereka ingin kematian mereka bermakna. Dia memiliki bagian itu dalam jurnalnya, dimana dia mengatakan bahwa, “Saya harap kematian saya lebih masuk akal daripada hidup saya.”

Phillips pun mendukung fakta bahwa Arthur sedang mencari perhatian dan melekatkan kejahatan yang dilakukan Arthur pada “narsisme” yang diidapnya. “Kami tidak benar-benar berbicara banyak tentang apa gejala Arthur, kami tidak ingin berbicara seperti psikiater. Saya bahkan tidak ingin memberi tahu dia [Joaquin] apa yang dimiliki Arthur.”

“Satu hal yang kita semua sepakati adalah Arthur memiliki narsisme yang kuat. Di luar itu, kondisi mentalnya atau apa pun yang ia miliki, kami tidak benar-benar yakin apa yang ia derita. Tetapi saya hanya memikirkan tentang narsisme; ia ingin bunuh diri tetapi ingin melakukannya di depan [TV dan ditonton banyak orang],” lanjutnya.

Robert de Niro dalam adegan film Joker
via Warner Bros Pictures

Sebagian adegan film Joker tidak selalu mengikuti naskah awal, seperti pada adegan dimana Arthur Fleck menari di kamar mandi setelah membunuh tiga orang di stasiun kereta bawah tanah. Selain itu, apa saja adegan favoritmu dalam film ini?

Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.