Malam Jazz Memukau di Jakarta: Kolaborasi Internasional dalam “Jakarta Sound Rhapsody”

Jakarta kembali menjadi saksi keajaiban musik jazz melalui acara “Nial Djuliarso’s Jazz Violin Session with Dika Chasmala, Rolanda Sasongko and Benn Yapari on double bass” yang digelar Jumat malam di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki. Acara yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta ini sukses memukau penonton dengan penampilan kolaboratif yang luar biasa dari para musisi berbakat.

Jazz Violin Session bersama Nial Djuliarso

Nial Djuliarso, yang telah dikenal sebagai salah satu pianis dan vokalis jazz terbaik Indonesia dengan prestasi internasional, menjadi sorotan utama dalam pertunjukan ini. Malam itu, Nial membawakan beberapa komposisi jazz dengan kepiawaian yang memukau. Permainannya yang dinamis dan improvisasi yang penuh perasaan berhasil membangkitkan emosi penonton, membuat mereka terpana dengan setiap alunan nada yang dimainkan.

Kolaborasi Nial dengan Dika Chasmala (violin), Rolanda Sasongko (violin), dan Benn Yapari (double bass) menghasilkan harmoni musik yang indah dan memikat. Dika Chasmala, dengan permainan violin yang ekspresif, menambahkan dimensi klasik yang kaya pada komposisi jazz yang dimainkan. Rolanda Sasongko, juga dengan violin, memberikan sentuhan elegan dan teknis yang menambah kedalaman pertunjukan. Sementara Benn Yapari, dengan double bass-nya, memberikan fondasi ritmis yang solid, memperkuat struktur musik dan menciptakan dinamika yang sempurna.

Jazz Violin Session
via Mariviu

Setiap musisi menampilkan keahlian mereka melalui improvisasi solo masing-masing yang mengesankan. Dika Chasmala memukau dengan permainan violin yang penuh emosi, sementara Rolanda Sasongko menampilkan kepiawaiannya bermain violin yang menyentuh rasa. Benn Yapari, meski usianya masih muda, menunjukkan kedewasaan musikal melalui permainan double bass yang penuh nuansa. Nial Djuliarso, dengan improvisasi piano dan vokal, mendapatkan tepuk tangan meriah dari penonton, membuktikan sekali lagi bahwa ia adalah maestro jazz yang ulung.

“Improvisasi itu kayak kita bikin melodi secara spontanitas berdasarkan chord yang tadi udah dibuat,” kata Dika di jeda pertunjukan.

Sementara itu, Rolanda menambahkan, “Ternyata improvisasi adalah seperti melihat teman-teman saya berbicara tapi tidak lewat mulut. Kayaknya itu, yang ada di kepala saya ketika saya berimprovisasi atau teman-teman saya berimprovisasi, kita dapat mengetahui bagaimana diri seseorang.” ujarnya.

Setiap musisi menunjukkan keahlian dan kelihaian mereka memainkan alat musik masing-masing. Kolaborasi mereka benar-benar memukau. Kehadiran mereka di sini dapat memberi warna baru pada kancah permusikan di Indonesia” ujar Yola, salah satu penonton yang datang dengan pasangannya. Banyak penonton lainnya juga mengungkapkan apresiasi mereka terhadap kualitas musik yang disajikan, yaitu dengan menggoyangkan tubuhnya mengikuti ritme nada.

Bawa pertunjukkan jazz dengan biola

Acara ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memperluas apresiasi terhadap musik jazz di Indonesia. Dengan menghadirkan musisi berbakat seperti Nial Djuliarso, Dika Chasmala, Rolanda Sasongko, dan Benn Yapari, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) berhasil menyuguhkan pengalaman musik yang berkualitas tinggi. Pertunjukan ini membuktikan bahwa musik jazz masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat dan terus berkembang dengan pesat di Indonesia.

Dika mengatakan, Jazz Violin itu muncul bersamaan dengan Jazz itu sendiri. Sampai akhirnya sudah banyak sekali, tidak hanya di Amerika Serikat tapi juga di dunia, yang membuka program untuk Jazz Violin.

Nial Djuliarso Jazz Violin Session
via Mariviu

Adapun tujuan dari program pertunjukan ini merupakan sebagai bentuk pengenalan bahwa violin bisa dimainkan di genre jazz, bahkan violin tak terbatas dan bisa dimainkan di semua genre musik.

“Violin itu, alat musiknya itu sendiri itu nggak terbatas, kayak dia bisa main di semua jenis musik gitu. Bisa main di pop, bahkan banyak violins-violins yang main lagu hip hop dan lain-lain, main sama DJ dan lain-lain. Cuma di sini, kami fokusnya adalah di musik jazznya itu sendiri,” jelasnya.

“Jakarta Sound Rhapsody: Nial Djuliarso’s Jazz Violin Session” telah menciptakan malam yang tak terlupakan dengan musik jazz yang berkualitas dan kolaborasi yang harmonis. Pertunjukan ini menjadi momen penting dalam kalender budaya Jakarta, memperkaya pengalaman musikal penonton dan menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai dan mengembangkan musik jazz.

Avatar photo
Mhd. Irfan
Articles: 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *