George Saunder, Penulis Amerika Kedua Pemenang Man Booker

Penulis Amerika, George Saunders meraih penghargaan sebagai pemenang Man Booker 2017 atas novelnya yang berjudul Lincoln in the Brado. Novel ini merupakan novel panjang pertamanya. Sebelumnya, Saunders dikenal sebagai penulis cerita pendek yang karyanya sering dipampang di New Yorker. Beberapa karyanya yaitu Puppy (dipublikasikan pada Mei 2007) dan Tenth of December (dipublikasikan pasa Oktober 2011).

Walaupun Saunders sudah mulai menulis cerita pendek pada 1992, kejeniusan Saunders baru-baru ini mulai diberitakan. Tepatnya pada 2013, The New York Times menulis artikel berjudul “George Saunders Sudah Menulis Buku Terbaik yang Akan Anda Baca Tahun Ini”. Pasalnya, New York Times menulis artikel tersebut pada tanggal 6 januari, ketika tahun 2013 masih tersisa 359 hari lagi. Artikel ini ditulis ketika dia akan menerbitkan kumpulan buku cerita pendeknya yang ke 4, Tenth of December.

Lincoln in the Brado
@NPR

Lincoln in the Brado merupakan novel panjang pertamanya yang langsung memikat hati para juri Man Booker. Lola Young sebagai ketua juri Man Booker tahun ini, dilansir oleh The Guardian, memuji karya Saunder sebagai “karya yang sangat luar biasa dan unik”. Young mengatakan, “Tantangan sebenarnya adalah bagian dari keunikannya. [Novel] ini hampir mengatakan, ‘Saya berani mengajak Anda untuk terlibat dengan cerita seperti ini, dengan cara seperti ini.’ Ini merupakan balasan yang setimpal.”

Novel ini diambil berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada  suatu malam di 1982 ketika Abraham Lincoln mengubur putranya yang masih berumur 11 tahun di tanah perkuburan di Washington. Hampir semuanya ditulis dengan dialog, novel ini menggabungkan teks sejarah, biografi, dan surat yang saling bertentangan. Selain itu, Saunders juga menyisipkan sedikit fiksi untuk mendukung alur yang menarik.

Paul Beatty dengan The Sellout
@Irish Times

Saunders merupakan penulis asal Amerika kedua yang memenangkan penghargaan ini. Setelah tahun lalu Paul Beatty, dengan novelnya The Sellout memenangkan penghargaan yang dahulunya hanya diberikan pada penulis asal United Kingdom. Perubahan ini telah dilakukan selama 4 tahun dengan mengizinkan semua penulis, asalkan menulis dengan bahasa Inggris, untuk bisa dinominasikan pada penghargaan Man Booker.

Tahun ini, Saunder mengalahkan novel 4321 karya Paul Auster (Amerika), Elmet karya Fiona Mozley (UK), Exit West karya Mohsin Hamid (UK-Pakistan), History of Wolves karya Emily Fridlund (Amerika) dan Autumn karya Ali Smith (UK). Walaupun Autumn sudah terjual sebanyak 50.000 kopi, dan 4321 juga sudah terjual sebanyak 15.000 kopi. Sedangkan Lincoln in the Brado, Exit West, serta  Elmet “hanya” terjual 10.000 kopi.

Nominasi Pemenang Man Booker
@The Man Booker Prize

Dengan membuka penghargaan ini untuk semua orang pada 2014, Paul Beatty menjadi juara pada tahun lalu, dan tiga orang penulis asal Amerika menjadi nominasi pada tahun ini, penghargaan ini semakin dikaitkan dengan Amerikanisasi. Merespon hal tersebut, Lola Young mengungkapkan,

“Kebangsaan bukanlah sebuah masalah dalam hal bagaimana kita memutuskan pemenang – ini merupakan pendapat kami bahwa tentang buku terbaik adalah enam buku. Yang bisa kami katakan adalah bahwa kami menilai buku-buku yang diserahkan kepada kami, dan membuat penilaian kami tidak didasarkan pada kewarganegaraan atau gender, tapi apa yang tertulis di halaman,”

katanya dalam sebuah konferensi pers untuk mengumumkan daftar nominasi bulan lalu.

Dengan 144 novel dikumpulkan pada penghargaan tahun ini, novel Saunders merupakan salah satu dari 13 novel debutan yang berhasil masuk. Selain Saunder, ada Arundhati Roy, pemenang Man Booker beberapa tahun lalu, serta pemenang Putlizer, Costa, Baileys, Folio, Impac, dan penghargaan Goldsmith turut menjadi nominasi.

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 922

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *