Pemenang Oscar 2026 baru saja diumumkan melalui malam penghargaan yang berlangsung di Dolby Theatre, Los Angeles pada hari Minggu, 15 Maret 2026. Dari deretan pemenang, ada berbagai rekor baru yang tercipta, Berikut deretan pemenang dan rekor unik yang terjadi dalam penghargaan seni terbesar di dunia saat ini.
1. Film Pendek Animasi Terbaik
- Butterfly
- Forevergreen
- The Girl Who Cried Pearls (Menang)
- Retirement Plan
- The Three Sisters
The Girl who Cried Pearls merupakan sebuah film animasi pendek dari Kanada yang disutradarai oleh Chris Lavis dan Maciek Szczerbowski. Film yang dibuat dari stop-motion ini bercerita tentang seorang anak laki-laki yang bertemu dan jatuh cinta dengan seorang gadis yang menitikan permata pada malam hari.
2. Film Fitur Animasi Terbaik
- Arco
- Elio
- KPop Demon Hunters (Menang)
- Little Amélie or The Character of Rain
- Zootopia 2
Kemenangan ini telah lama diprediksi mengingat betapa besarnya hype untuk film ini ketika dirilis pada bulan Juni 2025 lalu. Dan beberapa hari sebelum kemenangan ini, Netflix baru saja mengumumkan kerja sama dengan Chris Appelhans, mengonfirmasi Kpop Demon Hunters 2 yang ditargetkan bakal rilis 2029 mendatang.
3. Desain Kostum Terbaik
- Avatar: Fire and Ash
- Frankenstein – Kate Hawley (Menang)
- Hamnet
- Marty Supreme
- Sinners
Frankenstein karya Guillermo del Toro memenangkan penghargaan untuk kategori Kostum Terbaik yang diraih oleh Kate Hawley. Mengusung tema gothic, film ini menghadirkan deretan kostum yang menggaungkan tampilan era akhir abada ke-18 di Inggris.
4. Make up dan Penata Rambut Terbaik
- Frankenstein (Menang)
- Kokuho
- Sinners
- The Smashing Machine
- The Ugly Stepsister
Dengan eksekusi dan produksi yang jor-joran, Frankenstein juga memenangkan penghargaan untuk Make Up dan Penata Rambut Terbaik. Lihat saja bagaimana Jacob Elordi yang tampan berubah menjadi monsternya Frankenstein dalam kisah klasik bernuansa gothic dari Mary Shelley tersebut
5. Casting Terbaik
- Hamnet – Nina Gold
- Marty Supreme – Jennifer Venditti
- One Battle After Another – Cassandra Kulukundis (Menang)
- The Secret Agent – Gabriel Domingues
- Sinners – Francine Maisler
Cassandra Kulukundis mendapatkan Oscar untuk kategori Casting terbaik, kategori yang baru saja diperkenalkan pada gelaran ke-98 tahun ini. Deretan aktor yang menghiasi film PTA ini memang tak main-main. Bahkan beberapa nama yang menjadi nominasi Oscar dalam beberapa kategori.
6. Live Action Pendek Terbaik
- Butcher’s Stain
- A Friend of Dorothy
- Jane Austen’s Period Drama
- The Singers (Menang bersama)
- Two People Exchanging Saliva (Menang bersama)
Hanya enam kali dalam sejarah Oscar, satu kategori mendapatkan hasil seri atau dikenal dengan ‘joint winner’. Dan tahun ini, ada The Singers merupakan sebuah film tentang dua penyanyi yang “battle” di atas panggung, sementara Two People Exchanging Saliva mengisahkan tentang dunia dystopia dimana berciuman bisa mengakibatkan hukuman mati.
7. Pemeran Pendukung Pria Terbaik
- One Battle After Another – Benicio del Tor
- Frankenstein – Jacob Elordi
- Sinners – Delroy Lindo
- One Battle After Another – Sean Penn (Menang)
- Sentimental Value – Stellan Skarsgård
Sean Penn menerima Oscar ketiganya setelah mengalahkan rekan sejawat di film One Battle After Another, Benicio del Toro. Ia bergabung dalam kelompok elit aktor dengan raihan tiga Oscar, seperti Daniel Day-Lewis, Walter Brennan, dan Jack Nicholson. Ia sebelumnya memenangkan Aktor Terbaik untuk film Mystic River (2004) dan Milk (2009).
8. Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
- Sentimental Value – Elle Fanning
- Sentimental Value – Inga Ibsdotter Lilleaas
- Weapons – Amy Madigan (Menang)
- Sinners – Wunmi Mosaku
- One Battle After Another – Teyana Taylor
Nenek-nenek menyeramkan dari Weapons memang jadi momok tersendiri ketika menonton film horor psikologis ini. Bahkan karakter Aunt Gladys yang diperankan oleh Amy Madigan telah menjadi sosok ikonik yang menakutkan. Karakter ini juga akan dikembangkan menjadi film tersendiri oleh sutradara Weapons, Zach Cregger.
9. Naskah Adaptasi Terbaik
- Bugonia
- Frankenstein
- Hamnet
- One Battle After Another – Paul Thomas Anderson (Menang)
- Train Dreams
Bagi yang belum tahu, One Battle After Another terinspirasi dari novel berjudul Vineland karya Thomas Pynchon. Anderson sendiri mengungkapkan bahwa ia ingin mengadaptasi novel ini sejak tahun 2000-an dan memasukkan ceritanya sendiri ke dalam skenario yang dibuat. Penghargaan ini membuatnya memenangkan Oscar pertamanya.
10. Naskah Orisinil Terbaik
- Blue Moon
- It Was Just an Accident
- Marty Supreme
- Sentimental Value
- Sinners – Ryan Coogler (Menang)
Ryan Coogler menggungkan pengetahuannya tentang Missisipi dari pamannya dan kecintaannya terhadap lagu Blues ketika menulis Sinners. Maka tak heran jika film ini menghadirkan orisinalitas dan cerita yang baru dari banyaknya sekuel dan reboot yang menyesaki Hollywood selama beberapa tahun terakhir.
11. Desain Produksi Terbaik
- Frankenstein – Tamara Deverell & Shane Vieau (Menang)
- Hamnet
- Marty Supreme
- One Battle After Another
- Sinners
Melengkapi tiga penghargaan Oscar yang diterima Frankenstein di Oscar ke-98, film ini mengungguli Sinners dalam menampilkan desain yang rupawan. Tamara Deverell & Shane Vieau menerjemahkan karya klasik Mary Shelley dengan latar yang dibuat menawan dan senada dengan colour pallete kisah ghotic Frankenstein.
12. Efek Visual Terbaik
- Avatar: Fire and Ash (Menang)
- F1
- Jurassic World Rebirth
- The Lost Bus
- Sinners
Kalau untuk urusan efek visual, James Cameroon memang tak ada lawan. Film Avatar ketiga yang melanjutkan cerita Jake Sully dan Neytiri dalam menghadapi Klan Mangkwan ini menghadirkan pengalaman menonton yang membuatnya pantas untuk ditonton di layar lebar.
13. Film Dokumenter Pendek Terbaik
- All the Empty Rooms (Menang)
- Armed Only With a Camera: The Life and Death of Brent Renaud
- Children No More: Were and Are Gone
- The Devil Is Busy
- Perfectly a Strangeness
Hanya berdurasi 33 menit, film All the Empty Room mengikuti Steve Harman dan fotografer Lou Bopp. Mereka berdua melakukan perjalanan melintasi Amerika sering untuk mengambil gambar kamar tidur dari anak-anak yang tewas dalam penembakan sekolah di Amerika.
14. Film Dokumenter Fitur Terbaik
- The Alabama Solution
- Come See Me in the Good Light
- Cutting Through Rocks
- Mr Nobody Against Putin (Menang)
- The Perfect Neighbor
Film Mr Nobody Against Putin karya David Borenstein dan Pavel Talankin mengisahkan tentang keseharian Pavel, seorang guru di Rusia. Talankin mendokumentasikan sekolahnya yang menjadi pusat perekrutan perang selama invasi Rusia ke Ukraina.
15. Musik Latar Orisinil Terbaik
- Bugonia
- Frankenstein
- Hamnet
- One Battle After Another
- Sinners – Ludwig Göransson (Menang)
Enam kali dinominasikan, Ludwig Göransson meraih Oscar ketiganya setelah Black Panther (2019) dan Oppenheimer (2023). Ludwig juga terlibat dalam film Garapan Christopher Nolan selanjutnya, The Odyssey. Jaminan Oscar tahun depan?
16 Suara Terbaik
- F1 (Menang)
- Frankenstein
- One Battle After Another
- Sinners
- Sirât
Untuk satu ini, film F1 memang jauh melampaui pesaingnya. Walaupun Sinners memiliki deretan lagu yang menawan, tapi kombinasi suara asli dari mobil balap Formula 1 yang digunakan membuat film ini pantas untuk memenangkan kategori ini.
17. Editing Film Terbaik
- F1
- Marty Supreme
- One Battle After Another – Andy Jurgensen (Menang)
- Sentimental Value
- Sinners
Andy Jurgensen melalui One Battle After Another menerima penghargaan untuk Editing Film Terbaik tahun ini. Dalam kategori yang juga dipenuhi dengan nama-nama besar, salah satu adegan kejar-kejaran dalam film ini menjadi highlight yang menegaskan kualitas editing dalam film ini.
18. Sinematografi Terbaik
- Frankenstein
- Marty Supreme
- One Battle After Another
- Sinners – Autumn Durald Arkapaw (Menang)
- Train Dreams
Autumn Durald Arkapaw mencatatkan sejarah sebagai wanita pertama yang meraih penghargaan Sinematografi Terbaik untuk film Sinners. Dalam kolaborasi keduanya dengan Coogler setelah Black Panther: Wakanda Forever (2022), Autumn menggabungkan gambar dari Ultra Panavision 70 yang sangat lebar dengan format IMAX 65mm yang sangat tingi.
19. Film Fitur International Terbaik
- The Secret Agent
- It Was Just an Accident
- Sentimental Value (Menang)
- Sirât
- The Voice of Hind Rajab
Sentimental Value, sebuah film karya Joachim Trier dari Norwegia bercerita tentang dua saudara, Nora dan Agnes, yang kembali bertemu dengan ayah mereka, seorang sutradara terkenal, setelah kematian ibu mereka. Film ini mengekplorasi tema tentang trauma antar generasi dan bagaimana karya seni bisa menjadi obat penyembuh yang ampuh.
20. Lagu Orisinil Terbaik
- Dear Me, Diane Warren: Relentless – Dear Me
- KPop Demon Hunters – Golden (Menang)
- Sinners – I Lied To You
- Viva Verdi! – Sweet Dreams of Joy
- Train Dreams – Train Dreams
Tak sedikit yang mengira bahwa lagu Golden dari Kpop Demon Hunter akan memenangkan penghargaan di kategori ini. Dinyanyikan oleh EJAE, Audrey Nuna, dan Rei Ami, Golden sendiri mencatatkan sejarah sebagai lagu Kpop pertama yang dimainkan dalam penghargaan Oscar.
21. Sutradara Terbaik
- Hamnet – Chloé Zhao
- Marty Supreme – Josh Safdie
- One Battle After Another – Paul Thomas Anderson (Menang)
- Sentimental Value – Joachim Trier
- Sinners – Ryan Coogler
Paul Thomas Anderson mencatatkan namanya sebagai pemenang Sutradara Terbaik. Raihan ini membuat PTA meraih Oscar untuk kali pertamanya setelah 11 nominasi sebelumnya tanpa kemenangan. Tak hanya satu, ia meraih tiga penghargaan malam ini.
22. Aktor Terbaik
- Marty Supreme – Timothée Chalamet
- One Battle After Another – Leonardo DiCaprio
- Blue Moon – Ethan Hawke
- Sinners – Michael B Jordan (Menang)
- The Secret Agent – Wagner Moura
Dari berbagai kategori, pemenang untuk Aktor Terbaik tahun ini diperebutkan oleh nama-nama besar. Dengan Timothée Chalamet sering disebut sebagai kandidat terkuat, nama Michael B. Jordan yang terpilih. Ia pun termasuk dalam sedikit aktor berkulit hitam yang memenangkan penghargaan bergengsi ini.
23. Aktris Terbaik
- Hamnet – Jessie Buckley (Menang)
- If I Had Legs I’d Kick You – Rose Byrne
- Song Sung Blue – Kate Hudson
- Sentimental Value – Renate Reinsve
- Bugonia – Emma Stone
Sebuah kemenangan yang mungkin sudah dipastikan sejak jauh-jauh hari. Aktingnya yang memesona sebagai seorang ibu dan istri yang mengalami kehilangan dalam film Hamnet mendapatkan banyak pujian. Sebelum Oscar, aktris asal Irlandia ini memenangkan penghargaan Aktris Terbaik dalam Golden Globe, BAFTA, Screen Actor Guild (SAG), dan IFTA Film & Drama.
24. Film Terbaik
- Bugonia
- F1
- Frankenstein
- Hamnet
- Marty Supreme
- One Battle After Another (Menang)
- The Secret Agent
- Sentimental Value
- Sinners
- Train Dreams
Dalam persaingan yang sengit untuk kategori Film Terbaik tahun ini, PTA mengungguli Ryan Coogler dengan One Battle After Another. Termasuk kemenangannya sebagai Sutradara Terbaik, film ini jadi yang terlaris sebagai pemenang Oscar 2026 dengan meraih total enam penghargaan.