Hybrid CGI dan Live Action, Ini Kesulitan Proses Syuting Pelangi di Mars

Indonesia akhirnya kedatangan film Pelangi di Mars, sebuah karya hybrid dari Mahakarya Studios yang menggabungkan teknologi komputer dengan live action. Film yang disutradarai oleh Upie Guava ini menghadirkan pengalaman yang berbeda ketimbang film Indonesia lainnya. 

Sinopsis Pelangi di Mars

Dalam press screening bersama media yang bertempat di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Mahakarya menyulap bioskop layaknya planet Mars. Lengkap dengan menampilkan karakter robot yang turut menghiasi film ini.

Film ini mengisahkan tentang keadaan Bumi yang mengalami kerusakan parah. Para ilmuwan Neurotek lalu diberangkatkan ke Mars, salah satunya Pertiwi (Lutesha) yang sedang mengandung. Ia melahirkan anak yang diberi nama Pelangi, manusia pertama yang dilahirkan di Mars.

Pelangi yang diperankan oleh Keinaya Messi Gusti akhirnya meneruskan misi sang ibu, yaitu menemukan zeolit omega untuk membantu keberlangsungan hidup di Bumi. Tak sendiri, ia ditemani oleh 5 kawan robotnya yang unik, yaitu Suli, Kimchi, Petia, Nyoman, Batik.

Selain jajaran aktor, pemutaran perdana juga dihadiri oleh pengisi suara karakter robot, seperti Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivany, Bimo Kusumo (Bimoky), dan Dimitry Aditya serta para body actor di balik gerakan robot, yaitu Almanzo Konoralma, Rika Kenja, dan Satria Towel.

Cerita fiksi untuk anak-anak

Ceritanya memang tak banyak layer, sehingga cocok untuk ditonton bersama keluarga. Apalagi pesan tentang menjaga Bumi dan kerja keras meraih mimpi bisa jadi pembelajaran yang tepat untuk diajarkan kepada anak-anak.

pemeran film Pelangi di Mars 2026
via Mariviu

Film ini ditujukan untuk penonton umum, sehingga tak menggunakan bahasa yang baku. Bahkan ada beberapa kata slang yang digunakan. Memberikan kesan dinamis, apalagi ada adegan musikal yang tentunya bikin pengalaman menontonnya semakin beragam.

Memang durasi dua jam terkesan lama untuk film anak-anak. Sebagian besar film yang diperuntukan bagi penonton di bawah 15 tahun sebagian besar berada di angka 90-100 menit saja. Walaupun premis yang ditawarkan menarik, ada beberapa progresi plot yang juga terkesan disia-siakan. 

Kesulitan syuting Pelangi di Mars

Untuk membuat gambar dan visualnya mulus, Mahakarya mengungkapkan bahwa film ini telah dikembangkan sejak tahun 2022 silam. Film ini diharapkan bisa menjadi tontonan bagi keluarga sekaligus memantik keinginan anak-anak untuk meraih mimpi setinggi-tingginya.

Sebagian besar pengambilan gambar dilakukan di studio. Layaknya film dengan teknologi CGI yang kuat, para aktor yang bermain harus berperan dengan latar green screen. Ditambah dengan kostum astronot yang berat juga membuat pergerakan mereka terhambat.

karakter di film Pelangi di Mars 2026
via Mariviu

Mahakarya mengungkapkan keinginan mereka untuk membuat kisah Pelangi menjadi sebuah IP (Intellectual Property) sendiri. Bukan tak mungkin film ini akan mendapatkan sekuel, namun baru akan dirilis pada 2028. Kepastian ini juga menunggu hasil penayangan bioskop nantinya. 

Pelangi di Mars bakal jadi salah satu dari lima film Indonesia yang tayang di minggu Lebaran nanti. Film ini siap menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 18 Maret mendatang.

Avatar photo
Rahmatul Alfajri
Articles: 61

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *